Bagai Langit dan Bumi, Performa Pedro Acosta dan Maverick Vinales Disorot

Sekar Anindyah Lamase | Desyta Rina Marta Guritno
Bagai Langit dan Bumi, Performa Pedro Acosta dan Maverick Vinales Disorot
Pedro Acosta (Instagram/37pedroacosta)

Di balik performa gemilang dan kesuksesan Pedro Acosta di MotoGP Thailand 2026 kemarin, ada satu hal yang menjadi sorotan publik, yakni perbedaan yang kontras antara performa Pedro Acosta dengan pembalap KTM yang lain.

Pedro Acosta diketahui bersinar dengan finis di posisi pertama sprint race GP Thailand, meskipun sprint ini adalah kemenangan pertama Pedro Acosta di MotoGP setelah 2 musim berkompetisi. Di balapan Grand Prix, Acosta meraih posisi runner-up setelah bertarung selama 26 putaran.

Sementara Pedro Acosta tampil impresif, hal berbeda justru dialami oleh pembalap KTM lainnya, yakni Maverick Vinales. Jika Acosta melesat menjadi pembalap KTM tercepat dan naik podium, Vinales justru terperosok dengan finis di urutan belakang.

Vinales diketahui menyelesaikan balapan di P19 saat sesi sprint race dan P16 di sesi Grand Prix, berbeda jauh dibandingkan dengan hasil yang didapat Acosta.

Ini tentu menjadi pukulan bagi Vinales, khususnya tim KTM Tech3 karena membuka musim dengan performa yang mengecewakan.

Terkait dengan masalah yang dia hadapi, Vinales mengaku mengalami kekurangan pada cengkeraman di bagian depan hingga membuatnya keluar jalur sebanyak 7 kali dan kehilangan 8 detik.

"Kami mencoba berbagai hal, tetapi dengan kurangnya cengkeraman di bagian depan, saya tidak bisa mengatasi tikungan, saya melebar dan sangat lambat di tengah tikungan. Tidak banyak lagi yang bisa ditambahkan. Kita harus melupakan akhir pekan ini dan mencoba bekerja untuk akhir pekan berikutnya, mencoba untuk segera melupakan kejadian ini," ujar Vinales, dilansir dari laman GPOne.

Murid Jorge Lorenzo ini kemudian menjelaskan terkait dengan perbedaan hasil yang dia peroleh dan Pedro Acosta. Menurut Vinales, selisihnya ada pada cengkeraman ban itu tadi, Pedro bisa mendapatkannya, sementara Vinales tidak.

"Pedro berhasil mendapatkan cengkeraman di bagian depan, sementara saya tidak bisa, dan tidak seperti dia, saya lebih sering membuat bagian depan motor selip. Itulah perbedaannya. Saya tidak tahu apakah itu karena treknya. Di Sepang, kami jauh lebih dekat," paparnya.

Alih-alih larut dalam kekecewaan, Vinales memilih untuk tidak menyalahkan siapa pun dan fokus menghadapi GP Brasil yang akan dilaksanakan dua pekan lagi. Dia bertekad untuk tetap menampilkan yang terbaik.

Di sisi lain, Manajer Tim Tech3, Nicolas Goyon, juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap performa tim Tech3 secara keseluruhan.

Dia berharap di bawah kepemimpinan CEO yang baru, yakni Guenther Steiner, timnya bisa memperoleh hasil yang baik, tapi yang terjadi justru sebaliknya.

"Ini jelas mengecewakan. Ini adalah akhir pekan pertama Guenther Steiner bersama kami, dan yang bisa kami berikan hanyalah penampilan yang agak kurang memuaskan. Kami jelas kecewa, terutama jika melihat hasil tim pabrikan. Ini benar-benar pukulan ganda. Tapi ini tentu saja hasil dari kerja keras kami," ujar Goyon, dilansir dari laman Motorsport.

Menyambut seri kedua, GP Brasil, yang akan dilaksanakan tanggal 20-22 Maret 2026 nanti. KTM Tech3 pasti akan melakukan evaluasi besar-besaran terkait masalah yang mereka alami di Thailand. Perbedaan yang cukup besar antara mereka dengan tim pabrikan tentu menjadi PR yang harus segera diselesaikan.

Begitu pula dengan Vinales, beruntungnya dia adalah pembalap yang sudah merasakan pahit manisnya kompetisi MotoGP sehingga tidak mudah menyerah pada keadaan. Cepat atau lambat Vinales pasti bisa kembali ke performa terbaik.

Kira-kira, apakah Maverick Vinales bisa bangkit di seri kedua nanti dan akan mengejar Pedro Acosta di barisan depan?

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak