Hobi
Piala Dunia 2026 Usai, Bagaimana Nasib Bola dan Jersey yang Sudah Dipakai?
Hal-hal kecil tentang Piala Dunia selalu menyisakan banyak momen berkesan di hati pencinta sepak bola, mulai dari lagu resmi, stadion yang megah, desain bola, hingga jersey timnas yang laris diburu penggemar.
Namun, setelah turnamen ini berakhir, pernahkah terpikir apa yang terjadi dengan bola dan jersey yang digunakan di setiap pertandingan Piala Dunia? Jumlah bola dan jersey itu tentu banyak sekali, apakah semuanya dibuang atau disimpan?
Banyak yang mengira perlengkapan tersebut langsung dibawa pulang oleh pemain atau dibiarkan begitu saja setelah pertandingan usai. Padahal, kenyataannya jauh lebih menarik. Berikut penjelasannya.
Nasib Bola Setelah Piala Dunia
Setiap pertandingan Piala Dunia menggunakan bola resmi yang telah memenuhi standar FIFA. Bola resmi Piala Dunia 2026 diberi nama 'Trionda' yang dalam bahasa Spanyol berarti '3 gelombang'.
Desain bola ini menggambarkan 3 nagara tuan rumah Piala Dunia 2026, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Setelah laga berakhir, bola-bola ini tentu tidak langsung dibuang begitu saja, melainkan ada perlakuan khusus. Melansir dari laman The Guardian, bola dari pertandingan bersejarah sering disimpan oleh FIFA sebagai bagian dari arsip.
Kemudian, bola-bola itu ada yang digunakan sebagai suvenir untuk tim dan wasit, kota penyelenggara, mitra FIFA, dan museum FIFA setelah turnamen Piala Dunia selesai.
Ada juga yang diberikan kepada tim pemasaran dari negara-negara yang terlibat dalam ajang Piala Dunia. Setiap tim pemasaran kemudian mengadakan lelang atau giveaway melalui media sosial untuk memberi penggemar kesempatan memenangkan bola-bola tersebut.
Nasib Jersey Pemain
Berbeda dengan bola, jersey memiliki cerita yang lebih personal. Ada yang namanya tradisi bertukar jersey setelah pertandingan, tradisi ini sudah menjadi budaya yang berlangsung selama puluhan tahun di dunia sepak bola.
Banyak pemain memilih menukar jersey dengan lawan sebagai bentuk penghormatan sekaligus kenang-kenangan. Ini tidak hanya terjadi di Piala Dunia saja, tapi juga di kompetisi sepak bola mana saja.
Namun, tidak semua jersey ditukar, ada juga pemain yang memilih menyimpan jersey yang mereka kenakan untuk koleksi pribadi, diberikan kepada keluarga, rekan setim, atau bahkan penggemar langsung setelah pertandingan selesai.
Tak cukup di situ saja, melansir dari laman Top Soccer Blog, jersey dari pertandingan bersejarah, seperti final Piala Dunia memiliki nilai yang sangat tinggi.
Beberapa bahkan dipajang di museum tim masing-masing sebagai arsip dan kenang-kenangan bersejarah di masa yang akan datang.
Ada juga pemain yang menyumbangkan jersey miliknya untuk dilelang atau kegiatan amal, sehingga hasil penjualannya dapat digunakan untuk membantu berbagai kegiatan sosial.
Nah, itu tadi ulasan tentang bagaimana nasib jersey dan bola yang digunakan di Piala Dunia setelah turnamennya berakhir.
Di balik setiap pertandingan Piala Dunia, pasti ada kisah menarik dari hal-hal kecil seperti ini. Benda-benda yang terlihat biasa di atas lapangan itu justru berubah menjadi saksi sejarah sepak bola dunia.
Tak heran jika bola dan jersey Piala Dunia menjadi incaran kolektor, museum, hingga penggemar sepak bola. Sebab, setiap detail yang melekat di dalamnya menyimpan cerita yang tidak akan pernah terulang lagi.
Yang jelas bola dan jersey yang bernilai tinggi ini tidak akan dibiarkan begitu saja apalagi dibuang. Mereka tentu akan disimpan dan atau mungkin diabadikan untuk menjadi cerita di masa yang akan datang.
Jika memungkinkan, kira-kira kamu lebih suka diberi bola atau jersey pemain Piala Dunia?