Hobi
Tak Lagi Harmonis, 2 Pembalap Aprilia Perang Dingin Sejak GP Hungaria
Kabar kurang mengenakkan datang dari 2 pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin. Pasalnya, hubungan 2 pembalap ini digosipkan merenggang usai insiden di GP Hungaria beberapa waktu lalu.
Saat itu, diketahui Jorge Martin melakukan kesalahan yang membuatnya menabrak rekan setimnya sendiri sampai jatuh di tikungan pertama. Akibatnya, Marco Bezzecchi tidak bisa melanjutkan balapan.
Sementara itu, balapan di GP Hungaria itu sendiri sangat penting bagi Bezzecchi karena jika dia tidak finis, maka dia akan gagal mendapat poin dan semakin tertinggal di klasemen sementara.
Bezzecchi sendiri diketahui mengalami rentetan hasil buruk dengan 2 kali DNF (tidak finis) dan 2 kali DNS (tidak mengikuti balapan) usai terakhir kali di GP Mugello.
Dia sempat dilarang balapan di GP Ceko karena menabrak seorang marshal, dan kemudian harus mundur dari seri terakhir, GP Jerman, karena cedera setelah kecelakaan saat kualifikasi.
Kemudian, seorang manajer pembalap senior, Carlo Pernat, mengatakan insiden itu menghancurkan keharmonisan di Aprilia. Kedua pembalap tersebut tidak lagi berkomunikasi dan kedua kubu di garasi menjadi terpecah.
“Mereka saling bertukar pandangan bermusuhan, para pembalap tidak berbicara satu sama lain, para teknisi balap juga tidak berbicara satu sama lain. Suasananya buruk sekarang. Seperti vas yang pecah," ujar Pernat, dilansir dari laman MotoGP News.
Apalagi, posisi puncak klasemen sementara yang sebelumnya dipegang oleh Marco Bezzecchi selama beberapa pekan diambil alih oleh Jorge Martin yang performanya sedang mengalami peningkatan.
Sementara itu, Marco Bezzecchi sedang mengalami masalah pada fisik karena cedera yang dia alami di GP Jerman lalu dan baru selesai menjalani operasi. Bezz kini merosot ke posisi 4 klasemen, di bawah Jorge Martin, Ai Ogura, dan Marc Marquez.
Kenyataan menjadi semakin pahit untuk Bezz karena Aprilia tampaknya harus meninggalkan aturan yang mereka tetapkan sendiri.
Seperti yang kita tahu bahwa Marco Bezzecchi dan Jorge Martin sempat bersaing untuk posisi puncak klasemen beberapa waktu lalu.
Untuk meng-handle kedua pembalap mereka, CEO Aprilia, Massimo Rivola, memberlakukan yang namanya 'aturan hitam' setelah GP Prancis.
Berdasarkan aturan ini, baik Martin maupun Bezzecchi harus balapan dengan penuh hormat dan tidak mencoba manuver kotor atau berisiko yang dapat merugikan mereka berdua atau tim.
“Aturan ini sangat sederhana. Satu-satunya aturan yang kami miliki adalah rasa hormat. Ketika dua pembalap tidak menghormati satu sama lain, Anda bisa langsung melihatnya," ujar Rivola.
Para penggemar MotoGP yang juga menyaksikan Formula 1 pasti familiar dengan aturan ini karena memang terinspirasi oleh 'Aturan Pepaya' milik McLaren.
Aturan tersebut diberlakukan untuk mencegah Lando Norris dan Oscar Piastri merugikan diri mereka sendiri atau tim dalam perebutan gelar juara dunia.
Namun saat ini, Aprilia sepertinya harus 'agak berpaling' dari aturan tersebut demi persaingan merebut gelar juara dunia. Jorge Martin kini lebih diunggulkan dibandingkan Marco Bezzecchi, jika Aprilia ingin mendapatkan gelar juara dunia, maka mau tidak mau mereka harus lebih memprioritaskan Jorge Martin.
Martin sendiri kini memang tengah memimpin klasemen, tapi Marc Marquez kini mulai bangkit dan siap mengancam di paruh kedua musim.
Dengan ini, wajar jika Bezzecchi merasa kecewa dengan hasil yang didapat, terutama dalam 4 seri terakhir dan kesal dengan insiden yang terjadi di Hungaria yang merupakan titik awal kemundurannya.
Namun, untuk saat ini tidak ada gunanya mempermasalahkan hal tersebut karena tidak akan mengubah keadaan. Bezz perlu fokus untuk memulihkan kondisinya agar bisa segera kembali ke kompetisi.