Hobi

Usai Hajar Bangladesh 9-2, John Herdman Girang Hadapi Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Usai Hajar Bangladesh 9-2, John Herdman Girang Hadapi Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026
John Herdman saat memberi instruksi kepada Kevin Diks. (FB: Timnas Indonesia)

Timnas Indonesia berhasil melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah meraih kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Hasil tersebut membuat skuad Garuda mengamankan posisi teratas Grup A dan berhak tampil di partai puncak.

Thailand akan menjadi lawan Indonesia pada final yang dijadwalkan berlangsung di SUGBK, Senin (5/10/2026). Bagi John Herdman, pertandingan ini memiliki cerita tersendiri karena ia akan berhadapan dengan Anthony Hudson, pelatih Thailand yang sudah dikenalnya sejak keduanya bekerja di sepak bola Amerika Utara.

Herdman pernah menangani Kanada, sedangkan Hudson merupakan bagian dari staf kepelatihan timnas Amerika Serikat. Keduanya beberapa kali bertemu ketika Kanada menghadapi Amerika Serikat.

"Dia tahu bagaimana saya bermain. Dia mempelajari Kanada ketika kami menghadapi Amerika Serikat dalam banyak pertandingan," ujar Herdman setelah kemenangan atas Bangladesh.

Pelatih asal Inggris itu mengaku sudah menantikan pertemuan tersebut.

"Saya bersemangat. Akan menyenangkan berjabat tangan dengannya di area teknis dan melihat dua orang Inggris saling beradu taktik. Ini akan bagus," kata Herdman.

Indonesia Pesta Gol ke Gawang Bangladesh

Sebelum mengalihkan perhatian ke final, Indonesia terlebih dahulu harus melewati Bangladesh dengan kemenangan besar. Pertandingan tersebut menjadi laga penutup Grup A dan memiliki arti penting karena Malaysia juga masih berpeluang merebut posisi teratas.

Indonesia tampil agresif sejak awal. Mitchell Baker membuka keunggulan pada menit ke-11 setelah menerima umpan Ole Romeny dari sisi kanan. Baker kembali mencetak gol pada menit ke-20 untuk membawa Indonesia unggul 2-0.

Rizky Ridho kemudian menambah keunggulan pada menit ke-32. Bangladesh sempat memperkecil ketertinggalan melalui Shahriar Emon pada menit ke-36, tetapi Indonesia langsung merespons.

Baker mencetak gol ketiganya pada menit ke-37 dan kembali membobol gawang Bangladesh lima menit kemudian. Justin Hubner lalu membuat skor menjadi 6-1 pada masa tambahan waktu babak pertama.

Selepas turun minum, Bangladesh mencoba memperkecil jarak. Indonesia tetap mendapatkan sejumlah peluang, tetapi kiper Bangladesh Mehedi Srabon beberapa kali menggagalkan usaha Garuda.

Gol berikutnya baru tercipta pada menit ke-90 melalui Luke Vickery. Bangladesh sempat mencetak gol balasan lewat Farhaan Ali Wahid satu menit kemudian.

Indonesia masih belum selesai. Kevin Diks mencetak gol pada menit ke-90+6 sebelum Baker menutup pertandingan dengan gol kelimanya pada menit ke-90+7.

Skor akhir 9-2 membuat Indonesia mengoleksi tujuh poin dari tiga pertandingan. Jumlah tersebut sama dengan Malaysia, tetapi Garuda unggul dalam produktivitas gol sehingga berhak menempati posisi teratas Grup A.

Herdman Mulai Melihat Perkembangan Tim

Kemenangan besar tersebut juga memberikan gambaran kepada Herdman mengenai perkembangan skuadnya. Menurutnya, para pemain mulai menunjukkan perubahan setelah menjalani enam sesi latihan bersama.

Herdman menyebut proses membangun chemistry dalam sebuah tim memang tidak bisa berlangsung secara instan. Ia menilai turnamen seperti FIFA ASEAN Cup menjadi bagian penting dalam membentuk karakter sebuah tim.

"Saya pernah membawa tim meraih dua medali Olimpiade. Saya tahu bagaimana sebuah tim berkembang melalui turnamen. Itu membutuhkan waktu. Chemistry akan terbentuk," jelas Herdman.

Ia juga melihat perbedaan karakter permainan Indonesia dalam dua pertandingan terakhir. Pada satu pertandingan, tim harus bekerja keras untuk menjaga gawangnya tetap aman, sementara melawan Bangladesh para pemain dituntut tampil agresif untuk mengejar gol.

"Pada pertandingan kedua, kami melihat perjuangan untuk mempertahankan clean sheet. Dalam pertandingan ini, kami melihat perjuangan untuk mencetak gol," tambahnya.

Thailand Jadi Tantangan Berikutnya

Thailand memastikan tempat di final setelah mengalahkan Vietnam 1-0. Gol kemenangan Thailand dicetak Sarach Yooyen melalui tembakan jarak jauh.

Hasil tersebut membuat Thailand menjadi lawan Indonesia di partai puncak. Pertandingan nanti sekaligus menjadi kesempatan bagi Herdman untuk melihat sejauh mana perkembangan skuadnya ketika menghadapi lawan dengan karakter berbeda.

Antusiasme juga datang dari tribun SUGBK. Setelah kemenangan atas Bangladesh, para suporter terdengar meneriakkan nama Herdman. Namun, sang pelatih langsung mengarahkan perhatian pada target yang lebih panjang.

"Soal suporter yang meneriakkan nama saya, satu-satunya misi adalah (Piala Dunia) 2030. Ini baru satu langkah," tutup Herdman.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda