alexametrics

Melihat Perkembangan Mental Ariana Grande Melalui Psikoanalisis

Rifky Aldy Firmansyah
Melihat Perkembangan Mental Ariana Grande Melalui Psikoanalisis
Ilustrasi Perkembangan Mental Ariana Grande (sumber: instagram.com/@arianagrande)

Ariana Grande, penyanyi berkebangsaan Amerika, bersuara light-soprano, baru-baru ini mengunggah mengenai World Mental Health Day, mengingat pada 10 Oktober 2021 kemarin adalah hari peringatan kesehatan mental sedunia.

Ariana Grande yang dikenal memiliki kepribadian yang lembut dan ramah, ternyata juga pernah mengalami trauma berkali-kali. Untuk itu, mari kita bahas secara psikoanalisis mengenai perkembangan mental dirinya, hingga menjadi Ari yang kita kenal kuat seperti sekarang ini. 

Psikoanalisis sendiri, menurut Budi Darma (2019:142) adalah penganalisisan masalah kejiwaan yang dihadapi seorang tokoh melalui karya-karyanya. Bahasa sastra yang dilirikkan dalam sebuah lagu sering merepresentasikan keadaan psikis penyair atau penyanyi.

Ariana Grande sendiri memiliki karakteristik ceria pada penulisan lirik di setiap albumnya. Karakter ini berkembang sejalan dengan pola pikir dan pengalaman psikis yang pernah dihadapi.

Terdapat era awal, ketika Ariana Grande merilis tiga albumnya, yakni Yours Truly (2013), My Everything (2014), dan Dangerous Woman (2016). Ariana Grande mengaku dalam sebuah interview, ia merasa bukan dirinya, bukan karakternya.

Potret perdana Ariana Grande jadi model Givenchy. (Instagram/@givenchyofficial)
Potret perdana Ariana Grande jadi model Givenchy. (Instagram/@givenchyofficial)

Dengan kata lain, Ariana Grande hanya bisa mengikuti arahan produser karena belum memiliki power untuk berdiri, menyuarakan kreativitas, dan ekspresi dirinya. Hal ini ia ungkapkan untuk mewakili single yang berjudul ‘put your hearts up’.

Era kedua, sebagai era healing, menghadapi pengeboman Manchester di konsernya bukanlah hal yang mudah. Rasa bersalah, takut, kehilangan akan menjadi trauma yang mendalam bagi sosok penyanyi dengan kepribadian lemah dan lembut. Era ini diawali dengan Ariana Grande merilis album Sweetener (2018), tenggat lima bulan kemudian merilis Thank U, Next (2019), dan Positions (2020).

Pada setiap interview, Ariana Grande selalu ditanya mengenai mengapa album saat ini berbeda dengan album sebelumnya yang berkarakteristik pop elektrik khas. Ari menjawab, ia ingin album ini terasa seperti rumah, seperti yang ada di dalam sini (sambil menunjuk hatinya).

Hal ini memperlihatkan sekilas karakter asli Ariana Grande yang ia sebut sebagai rumah. Ia menganggap bahwa musik yang lembut dan menenangkan adalah rumah. Era ini adalah waktu yang pas untuk dia kembali ke rumah yang menjadi kepribadian ia tumbuh.

Era Awal

Era awal ini, ia merilis album Yours Truly (2013). Menjadi artis baru adalah era yang dialami oleh semua kalangan pekerja seni di bidang entertain. Sangat umum mengalami masalah nervous dan takut akan impresi negatif orang-orang mengenai albumnya dan dirinya.

Pasalnya, hal ini akan sangat menentukan bagaimana karier seseorang di masa depan. Jika seorang artis baru mendapat kesan negatif atau diabaikan publik pada awal kehadirannya di dunia entertaiment, sangat besar kemungkinan mereka meninggalkan dunia panggung.

Karakteristik Ariana Grande di awal kariernya menunjukkan dirinya yang bukan dirinya. Sangat terasa adanya produser yang menuntun jalan Ari karena dirinya masih belum tahu harus bagaimana.

Tak heran, kental kebahasaan lagu-lagunya mendeskripsikan kisah cinta bak putri Disney yang palsu. Ditambah lagi terdapat sekitar enam lagu yang tidak sama sekali Ariana Grande ikut serta pada penulisan lagu tersebut, seperti The Way, Baby I, Daydreamin, You’ll Never Know, Popular Song, Lovin’ It.

Setiap lagu pada album ini umumnya memiliki beat yang indah. Namun, jika kembali pada pembahasan karakteristik Ariana, lagu-lagu di album Yours Truly menggambarkan sedikit sisi psikisnya, yakni tentang harapan dan ekspektasi romansa yang diidamkan (Right There, Honeymoon Avenue).

Album kedua My Everything (2014), dengan lead song (lagu utama) berjudul sama, My Everything, menceritakan sisi kehilangan dari seorang Ariana Grande atas kepeninggalan kakeknya.

Ariana Grande adalah sosok yang dekat dengan kakek-neneknya. :ebih dekat dibanding dengan ayahnya. Hal ini membuat dirinya terpukul dan menuliskan lagu tentang kakeknya. Kemudian Break Free, lead song kedua yang menceritakan tentang sikap berani terbuka atau coming-out, menggambarkan tentang kakaknya yang keluar dan open up tentang seksualitasnya bahwa dirinya gay.

Potret kebersamaan Ariana Grande dan Dalton Gomez. (Instagram/arianagrande)
Potret kebersamaan Ariana Grande dan Dalton Gomez. (Instagram/arianagrande)

Lagu ini juga sering dipakai secara bangga oleh Ariana Grande untuk merayakan Pride dan hal yang berbau support terhadap komunitas LGBTQ+. Dari sisi tersebut, menggambarkan karakteristik dan posisi Ariana Grande dalam keluarganya sebagai sosok yang loyal, sekaligus memiliki sikap terbuka, non-diskriminatif, dan humanity yang tinggi.

Album ketiga Dangerous Woman (2016), menghadirkan sisi Ariana yang lebih dewasa dengan muatan konten lagu yang berbau sex dan borderline. Liriknya seakan menunjukkan tentang sikap rakus kalau dirimu hanya untukku dan kita akan melakukan hal yang kita mau; seks seterusnya semau kita.

Sisi liar ini juga semakin didukung dengan beat musik yang bangers dan badass pada lagu Dangerous Woman, Side to Side, Everyday, Touch It, Bad Decisions, Greedy. Bersamaan dengan sisi borderline pada lagu Into You, Let Me Love You, Greedy, Touch It, Thinking ‘bout You.

Era Healing

Setelah hiatus selama dua tahun, akibat trauma pasca pengeboman, Ariana Grande merilis album comeback yang diberi nama Sweetener (2018). Secara garis besar lagu di dalamnya bernada polos dan manis, menjadi sisi Ari dalam mencari ketenangan batin. Ketenangan batin ini adalah rumahnya.

No Tears Left To Cry, menjadi penanda tiada air mata yang tersisa, didedikasikan untuk 22 orang yang meninggal pada serangan bom di konsernya 2017. Get Well Soon, dengan nada hening selama 40 detik di akhir lagu untuk menghormati korban serangan bom Manchester.

Salah satu lagu yang paling viral, God is A Woman, Perempuan adalah Tuhan, menjadi bentuk feminis dan pemaparan bagaimana kuatnya perempuan membuat lelaki tidak bisa berkutik hingga dijuluki sebagai Tuhan.

Begitupun sebuah pesan mengenai girls support girls yang ditunjukkan dari kalimat Ezekiel 25:17 dengan diubah sedikit pada kata brothers menjadi sisters, sehingga menjadi Those who attempt to poison and destroy my sisters, bagi siapapun yang mencoba meracuni dan menghancurkan saudara perempuanku, untuk menunjukkan sisi yang lebih feminis.

Dalam jangka waktu yang sangat pendek, lima bulan setelah Sweetener, Ariana Grande merilis album lagi Thank U, Next (2019). Melihat album ini secara Psikoanalisis, memperlihatkan karakter Ariana yang lebih rapuh lagi, tetapi berusaha kuat.

Hal ini diceritakan langsung pada lagu Ghostin, yang sebenarnya bercerita tentang masalahnya yang sangat pribadi. Ia juga merasa tidak ingin lagu ini dimasukkan pada album karena liriknya yang selalu membuat Ari menangis.

Namun, produser Ari memaksa untuk dia membagikan cerita pada lagu tersebut kepada orang-orang tercintanya dan para fans, sehingga jadilah Ghostin masuk pada tracklist Thank U, Next yang kedelapan.

Ghostin menceritakan ketika Ari kehilangan dua orang tersayang sekaligus dalam satu waktu. Mac Miller, mantan Ari, yang meninggal akibat overdosis. Menyebabkan Ari sedih berkepanjangan. Ariana Grande dengan sikap bawaannya yang lemah lembut, merasa bersalah atas kematiannya karena banyak orang yang menuduh penyebab kematian Mac adalah putus cinta dengannya.

Kesedihan Ari Grande ini membuat pacarnya saat itu, Pete Davidson kurang merasa diperhatikan dan menyebabkan keduanya mengakhiri hubungan setelah bertunangan. Pete yang putus dengan Ari menjadi awal ditulisnya lagu Thank U, Next didedikasikan untuk semua mantan Ari dari yang paling membuatnya bahagia hingga yang paling membuatnya sedih.

Ariana Grande di acara 'Hairspray Live!' Press Junket di Universal Studios Lot, Universal City, California, pada 16 November 2016. [shutterstock]
Ariana Grande di acara 'Hairspray Live!' Press Junket di Universal Studios Lot, Universal City, California, pada 16 November 2016. [shutterstock]

Dari sini dapat dilihat kerapuhan Ari yang berusaha tegar dan masih mengucapkan terima kasih kepada barisan para mantannya yang telah memberinya ketahanan mental, mengajarkan berbagai emosi, dan Ari pada tahap kesedihannya, di era ini, ia memasuki tahap Acceptance (menerima).

Jangka 21 bulan, hampir 2 tahun, Ariana Grande kembali merilis album bertajuk Positions (2020). Ia kembali dengan sikap yang lebih dewasa dan mature. Positions, dengan lagu bernada polos dan manis, tetap memperlihatkan sisi liar Ari dalam bentuk tak berdosa. Menghadirkan rasa lirik yang karakteristiknya mirip Dangerous Woman, tetapi berfonemisasi lembut seperti Sweetener yang masih menjadi rumah Ari.

Positions kembali menjadi album healing Ari Grande dengan lagu-lagu moodbooster, penaik mood, yang ditulis secara sensual. Sensualitas pada lirik lagu Positions dan 34+35 juga seakan menjadi penanda bahwa ia akan segera melangsungkan pernikahan. Dan benar, dalam jangka waktu tersebut, keduanya sedang merencanakan upacara pernikahan. Ia menikah dengan Dalton Gomez pada (15/05/’21).

Ariana Grande sempat membuatkan lagu tentang Dalton di album ini dengan judul POV (Point of View). Lagu ini menceritakan bagaimana Dalton melihat segala sisi tentang Ari, kebaikan dan keburukannnya secara indah, menyentuh, dan harmonis. Ariana Grande ingin melihat dirinya seperti sudut pandang Dalton melihatnya.

Perkembangan karakter dan mental Ariana Grande sangat berkembang dan bergerak secara linear, banyak pelajaran yang ia ambil dari segala lika-liku yang dijalani. Hal ini membuat dirinya menjadi versi dirinya yang lebih baik dari pada sebelumnya.

Kerapuhan dan kepayahan Ariana Grande dalam menjalin hubungan, nyatanya justru membawanya pada seorang yang tepat. Ariana Grande dapat menemukan orang yang mencintai dari sisi baik hingga buruk dirinya.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak