facebook

Kolaborasi Meningkatkan Kualitas Guru Indonesia

al mahfud
Kolaborasi Meningkatkan Kualitas Guru Indonesia
Logo Hari Guru Nasional 2021 (Kemdikbud),

Jelang peringatan Hari Guru Nasional pada tanggal 25 November 2021, menarik melihat upaya-upaya peningkatan kualitas guru di Indonesia selama ini. Peringatan Hari Guru Indonesia (HGN), selain sebagai momen untuk kita semua memberi apresiasi dan penghargaan atas jasa guru, salah satunya adalah juga untuk kembali menguatkan upaya peningkatan kualitas serta kompetensi guru. 

Guru adalah elemen kunci untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia. Guru yang berkompeten dan berkualitas akan mampu menghadirkan proses pembelajaran yang berkualitas pula. Akan tetapi, harus diakui bahwa kualitas guru di Indonesia memang masih belum sesuai dengan harapan. 

UNESCO lewat Global Education Monitoring (GEM) Report 2016, menempatkan pendidikan di Indonesia di peringkat ke-10 dari 14 negara berkembang. Masih menurut data tersebut, komponen guru menempati urutan ke-14 dari 14 negara berkembang di dunia. 

Kemudian, data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan bahwa jumlah guru di Indonesia yang tersertifikasi masih belum mencapai 50%. Persentase guru yang tersertifikasi paling banyak ada di pendidikan sekolah menengah pertama (SMP) yakni 48,44%. Kemudian disusul jenjang sekolah dasar (SD) sebesar 45,77%. Adapun persentase terkecil adalah di jenjang menengah kejuruan (SMK) yakni sebesar 28,49% (Kemdikbud, 11/12/2019).

Melihat data tersebut, jelas bahwa upaya peningkatan kualitas guru di Indonesia menjadi hal yang urgen. Momentum Hari Guru Nasional mesti menjadi momentum bagi semua pihak untuk bahu-membahu dan berkolaborasi untuk mengupayakan peningkatan kualitas dan kompetensi guru. 

Selama ini, Kemendikbud telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas guru di Indonesia. Baik melalui program sertifikasi guru, pelatihan, pengembangan kurikulum, dan sebagainya. 

Di era digital sekarang, upaya-upaya peningkatan kualitas guru juga meski didorong dengan memanfaatkan dunia digital. Terkait hal ini, salah satu program terbaru dari Kemendikbud untuk meningkatkan kompetensi guru adalah Guru Belajar dan Berbagi.

Guru Belajar dan Berbagi 

Diluncurkan pada bulan Maret 2021, Guru Belajar dan Berbagi merupakan wadah bertemunya guru-guru dari berbagai bidang di seluruh Indonesia untuk bisa mengikuti ragam seri belajar serta berbagi ragam bentuk pembelajaran.

Tujuan khusus atau spesifik program Guru Belajar dan Berbagi adalah untuk membuat guru mengenali miskonsepsi pendidikan sehingga bisa berkembang menjadi Guru Merdeka Belajar penggerak perubahan pembelajaran (ayogurubelajar.kemdikbud.go.id). 

Pada dasarnya, Ayo Guru Belajar dan Berbagi merupakan kolaborasi pemerintah dengan guru, komunitas, dan organisasi penggerak pendidikan serta GTK untuk menyediakan berbagai program belajar yang bisa diikuti para guru secara daring. 

Selain itu, juga untuk bergotong royong berbagi ide dan praktik baik lewat RPP, artikel, video pembelajaran, dan webinar. Berbagai fasilitas dalam program Ayu Guru Belajar dan Berbagi tersebut bertujuan membantu guru mendapatkan kunci pengembangan diri, kemerdekaan, kompetensi, kolaborasi, dan karir (ayogurubelajar.kemdikbud.go.id). 

Saat ini, berdasarkan data di laman gurubelajardanberbagi.kemdikbud.go.id, total jumlah pengguna flatform Guru Belajar dan Berbagi sudah mencapai 1.163.528 pengguna. Kita harapkan, Guru Belajar dan Berbagi bisa menjadi salah satu jalan untuk lebih meningkatkan kompetensi dan kualitas guru. 

Menurut Mulyasa (2008:9) indikator lemahnya kinerja guru dalam melaksanakan tugas mengajar adalah: rendahnya pemahaman tentang strategi pembelajaran, kurangnya kemahiran mengelola kelas dan penelitian kelas, rendahnya motivasi berprestasi, kurang disiplin, rendahnya komitmen profesi, hingga rendahnya kemampuan menejemen waktu. 

Di sinilah, Guru Belajar dan Berbagi diharapkan bisa berkontribusi mengatasi hal-hal tersebut. Melalui fasilitas belajar online yang dibangun secara kolaboratif antara pemerintah, komunitas dan organisasi yang bergerak di bidang pengembangan GTK, diharapkan akan bisa memberikan dampak positif bagi pengembangan mutu seorang guru sebagai pendidik. Baik itu terkait kecakapan dalam mengajar maupun pengembangan diri serta profesi. 

Momentum Hari Guru Nasional 2021 yang mengangkat tema “Bergerak dengan Hati Pulihkan Pendidikan” kita harapkan bisa memantik spirit belajar dan berkolaborasi para guru di Indonesia untuk bisa meningkatkan kompetensi dan kualitasnya. Sebab dengan guru-guru yang berkualitas, masa depan pendidikan Indonesia akan bisa cerah sehingga bisa menjadi modal bagi bangsa ini mencapai kemajuan.  

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak