facebook

Meningkatkan Karakter Anak Bangsa dengan Memanfaatkan Teknologi

ZULFIKAR JEMBAR PANALAR
Meningkatkan Karakter Anak Bangsa dengan Memanfaatkan Teknologi
Ilustrasi anak belajar coding.[Istockphoto]

Berkarakter diharapkan dapat menjadikan anak-anak penerus bangsa memiliki etika, wawasan yang luas, mampu memimpin, cerdas, dan bijaksana.

Indonesia adalah negara yang mempunyai bonus demografi yang besar pada tahun 2045 nanti dengan julukan Indonesia emas.

Hal ini tentunya harus kita persiapkan dari sekarang untuk mendidik anak-anak agar kesempatan yang datang kepada bangsa ini tidak kita sia siakan untuk menciptakan generasi emas yang sesungguhnya tidak hanya sekedar bonus demografi nya saja.

Teknologi menjadi alat bantu bagi pelajar untuk  mewujudkan tujuan tersebut di zaman sekarang perlu sebuah kombinasi antara pengajar, siswa dan teknologi dan meningkatkan karakter agar siswa bisa menyesuaikan dengan gaya belajar dan dapat menyerap lebih banyak ilmu dengan bantuan teknologi yang tidak terbatas sumbernya.

Apakah kita sudah mengenal teknologi pendidikan?

Teknologi Inovasi

Teknologi adalah alat bantu yang meningkatkan efektivitas dan membantu meringankan pekerjaan manusia teknologi baru dapat bekerja dengan tindakan  manusia. Inovasi adalah gagasan baru untuk mewujudkan atau menggabungkan suatu hal supaya dijadikan sebuah nilai yang berguna.

Teknologi Inovasi sangat dibutuhkan dalam dunia pembelajaran. Pencarian ide baru untuk membangun sebuah gagasan dalam pembelajaran itu penting karena kita harus mendidik anak sesuai dengan zaman. Siswa dapat menggunakan mesin pencari online atau media, makalah, dan berbagai sumber informasi.

Meskipun demikian, bukan berarti pembelajaran tidak memanfaatkan buku pelajaran fisik, pemanfaatan pendidikan dari Google atau media online diharapkan dapat membangun informasi dan materi dalam pembelajaran.

Tidak hanya itu pada saat ini sudah banyak investor yang menggelontorkan dana yang besar hanya untuk meneliti teknologi apa yang harus dikembangkan untuk membuat pelajar semakin cepat dan giat dalam menggali ilmu menggunakan alat bantu bernama teknologi.

Karakter

Karakter akan terbentuk ketika tindakan diulang-ulang secara konsisten hingga berubah menjadi kebiasaan, yang pada akhirnya berubah menjadi kebiasaan sekaligus berubah menjadi sifat. Pendidikan karakter dapat diterapkan pada semua aspek kehidupan.

Setiap mata pelajaran yang berhubungan  harus diciptakan dan dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari supaya pelajaran itu terus dilakukan dan menjadi sebuah pegangan. Sifat positif seperti minat, haus informasi, membaca dan ber sosialisasi harus selalu ditumbuhkan secara sungguh-sungguh dan tak henti-hentinya dalam diri setiap anak.

Kehadiran teknologi pendidikan adalah suatu lompatan besar dalam dunia pendidikan agar inovasi di sekolah, di rumah dan dimanapun berada  dapat dimanfaatkan oleh para pelajar dan masyarakat untuk meningkatkan karakter.

Kemajuan zaman memacu kita untuk melahirkan anak-anak bangsa yang dapat menempatkan diri mereka di tengah sistem perubahan cepat. Lebih dari itu, pendidik memiliki kendala etis untuk mendorong mereka menjadi individu yang dalam hidupnya dapat mandiri dan memiliki kualitas baik.

Potret diri mental yang kokoh dan aspirasi yang menguntungkan bagi mereka yang bersungguh sungguh dalam belajar. Kita harus menciptakan siswa yang mandiri dalam arti memiliki pilihan mereka sendiri untuk memilih berdasarkan kualitas, mentalitas yang kuat, dan cita-cita yang tepat.

Berikut poin-poin pengembangan karakter yang dapat diterapkan pada saat membentuk karakter anak dalam dunia pembelajaran:

1.  Pembentukan karakter asli, cerdas, penuh perhatian, dan intens adalah instruksi utama yang dijalankan.

2.  Mengubah kebiasaan yang tidak menguntungkan sedikit demi sedikit dan akhirnya menjadi baik.

3.  Karakter adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa dan dengan sifat itu seseorang bisa langsung tanpa masalah mentransmisikan mentalitas, aktivitas, dan perbuatan.

4.  Karakter adalah karakteristik yang dikemas dalam kemampuan mengemudi dari dalam diri untuk menunjukkan perilaku terpuji dan mengandung idealisme.

Era Digital

Di periode digital saat ini, jarang terlihat anak-anak muda melakukan permainan konvensional. Permainan zaman dahulu menumbuhkan rasa persaudaraan dan kedekatan, saat ini anak-anak menjadi lebih jarang memainkan permainan tersebut mereka mulai beranjak ke permainan digital yang sangat mudah di akses dan canggih.

Anak-anak muda sekarang menggabungkan inovasi belajar dan bermain, meskipun sedang bermain tetapi ada pembelajaran yang dapat diambil oleh anak baik pelajaran etika, saling menghargai, sopan santun, memecahkan masalah, dan masih banyak lagi.

Ada beberapa poin yang harus dilakukan orang dewasa ketika sang anak sudah mengenal internet dan alat elektronik:

1.  Berikan arahan kepada anak untuk menggunakan internet dengan bijak.

2.  Atur interaksi terbuka dengan anak-anak

3.  Membatasi waktu bagi anak-anak untuk menggunakan alat elektronik.

4.  Batasi secara ketat bahwa ada hal yang tidak pantas untuk ditonton.

5.  Arahkan anak anak kita untuk menggunakannya dalam hal positif.

Penggabungan pembelajaran dengan menggunakan teknologi saat ini merupakan hal yang seharusnya sudah diterapkan secara menyeluruh di negara kita. Karena kita tahu bahwa dengan memakai teknologi saat pembelajaran akan sangat mempermudah siswa dalam mencari wawasan karena tidak terbatasnya informasi sehingga kami dapat meningkatkan karakter anak anak dengan teknologi sebagai jembatan baru dalam dunia pendidikan.

Di era generasi z ini, tugas keluarga, pengajar dan daerah sekitarnya sangat penting dalam menciptakan kepribadian penerus bangsa di masa depan. Keluarga sebagai pondasi pertama dan terdepan bagi anak untuk melanjutkan hidup harus dikelola serta diarahkan dengan cinta, keteguhan, dan pengawasan.

Tugas pendidik dalam membangun kepribadian siswa sangatlah luas dan rumit serta membutuhkan kesabaran yang sangat tinggi. Tetapi bagaimana membimbing siswa agar dapat memiliki pilihan untuk dilaksanakan dalam kehidupan nya.

Pengajar juga sebagai contoh yang baik harus menerapkan sifat dan perilaku terpuji untuk diri mereka sendiri karena akan sangat fatal jika pengajar tidak memberikan sikap yang baik pada saat mendidik dan lingkungan sekitarnya juga memengaruhi proses pembentukan  karakter anak.

Kesimpulan

Setiap orang pasti memiliki karakter nya masing masing akan tetapi apabila karakter itu ditingkatkan dan dikurangi mana yang baik dan buruk akan menjadi lebih baik untuk kelangsungan hidupnya.

Keberadaan teknologi saat ini dapat dijadikan sebuah alat yang membantu anak-anak dalam mengasah karakter mereka, tetapi kehadiran inovasi ini dapat menjadi masalah apabila penggunaan nya tidak di kontrol anak anak akan asik sendiri dengan alat elektronik dan melupakan kewajibannya, oleh karena itu perlu pengawasan dan arahan supaya kehadiran teknologi ini mendapatkan hasil yang positif.  

Peran orang tua, guru, dan lingkungan pun menjadi aspek yang sangat penting dalam pembentukan karakter karena mereka adalah garda terdepan dan menjadi contoh bagi anak anak. Maka dengan bantuan pemanfaatan teknologi dalam peningkatakan karakter anak, generasi emas indonesia akan terwujud dan sesuai dengan perhitungan bahwa indonesia adalah negara yang memiliki bonus demografi yang tinggi.                                                              

Referensi:

Nur Aeni Hidayah, N. A. H. (2014). Pendidikan Karakter dan Budaya Melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi (Tik). Jurnal Teknodik, 123–132. https://doi.org/10.32550/teknodik.v0i0.95

Yuni Sugiarti, Y. S. (2013). Peranan Teknologi Internet Dalam Membangun Pendidikan Karakter Anak. Jurnal Teknodik, 145–154. https://doi.org/10.32550/teknodik.v0i0.97

Ramadhani, Niko. (2020, Januari 21). Pentingnya Memahami Fungsi dan Tujuan dari Pendidikan. Akseleran.https://www.akseleran.co.id/blog/pendidikan-adalah/#UU_No_20_Tahun_2003.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak