Jepang Negara Paling Siap Gempa?

Faris Fandana Revinata
Jepang Negara Paling Siap Gempa?
Seorang warga melintas di depan sebuah bangunan rumah yang rusak akibat gempa Jepang terjadi pada Rabu (16/3/2022). (Foto: AFP)

Indonesia adalah negara yang rawan dengan aktivitas gempa bumi. Ini karena letak Indonesia yang berada di pertemuan 3 lempeng bumi. Tidak terkecuali juga dengan negara Jepang. Jepang juga adalah negara yang sangat rawan terjadi gempa bumi. Bisa kalian ketahui bahwa jepang adalah negara nomor 1 di dunia dengan aktivitas gempa terbanyak. 

Japan Meteorological Agency mencatat, ada sekitar 5.000 gempa bumi yang terjadi di Jepang tidak terdeteksi. Japan Meteorological juga menyebutkan, ada sekitar 3.800 gempa dengan 3,0 hingga 3,9 magnitudo terjadi per tahunnya, serta gempa dengan kekuatan 4,0 hingga 4,9 magnitudo terjadi sebanyak 900 kasus dalam setahun.

Dikutip dari United States Geological Survey menyebutkan bahwa Jepang berada di wilayah seismik terpadat dan sangat aktif di dunia. Artinya, Jepang terletak di sepanjang wilayah cincin dengan gempa paling aktif di dunia. Cincin tersebut sebenarnya masuk dalam zona imajiner sepanjang 40 ribu km yang berbentuk tapal kuda dan didiami sekitar 450 gunung berapi. Di dalamnya, ada beberapa lempeng tektonik yang bertumbukan seperti, Lempeng Laut Filipina dan Lempeng Pasifik di bawah Samudra Pasifik.

Salah satu gempa bumi terburuk yang dialami Jepang pada abad ke-20 terjadi pada 17 Januari 1995. Sekitar pukul 5.45 pagi, gempa bumi berkekuatan 6,9 skala richter mengguncang bagian selatan Prefektur Hygo selama 20 detik. Kota Kobe adalah kota yang besar dengan berpenduduk padat yang paling dekat dengan pusat gempa. Akibatnya, sekitar 4.600 dari 6.434 korban jiwa berasal dari Kota Kobe. 

Sadar akan dampak destruktif dari gempa bumi, Pemerintah Jepang pada waktu itu segera melakukan evaluasi besar-besaran. Dikutip dari The Telegraph generasi anak-anak Jepang pasca-gempa Kobe 1995 akrab dengan latihan mitigasi bencana gempa bumi. Ketika alarm peringatan berbunyi, anak-anak di sekolah mulai mencari tempat berlindung di bawah meja guna melindungi diri dari reruntuhan barang dan material bangunan.

Pemadam Kebakaran di Jepang juga punya alat simulasi gempa. Tujuannya untuk membiasakan anak-anak sekolah merasakan sensasi gempa sehingga lebih peka mengambil langkah-langkah penyelamatan diri. Pemerintah Jepang juga memberikan aturan yang mewajibkan sekolah dengan dua lantai atau lebih dilengkapi jalur evakuasi yang dapat dipakai anak-anak untuk menuju ke tempat aman.

Dengan sejarah gempa seperti ini, Jepang memberikan banyak usaha untuk mempersiapkan sistem respons, prasarana dan warganya untuk menghadapi potensi bencana Pemerintah Jepang juga melakukan investasi besar-besaran untuk mengembangkan sistem pemantau.

Didirikan tahun 1952, Layanan Peringatan Tsunami dioperasikan oleh Badan Meterorologi Jepang (JMA). Lembaga itu memantau kegiatan kegempaan dari enam kantor regional dengan memperhitungkan informasi yang dikirim oleh stasiun seismik di daratan dan lepas pantai. Jaringan kantor seismik itu membentuk Sistem Observasi Gempa Bumi dan Tsunami. Ketika gempa datang, data tetang besaran dan lokasi gempa segera disiarkan di stasiun televisi nasional, NHK.

Selain itu pemerintah jepang memberikan aturan bahwa di Jepang semua bangunan harus mengikuti dua persyaratan ketat dari pemerintah, yaitu bangunan dijamin tidak akan runtuh karena gempa dalam 100 tahun ke depan dan bangunan dipastikan tidak akan rusak dalam 10 tahun pembangunan.

Jepang juga memiliki jaringan kereta peluru atau shinkansen. Untuk memastikan keselamatan penumpang, kereta di jepang dilengkapi dengan sensor gempa yang akan menghentikan laju kereta yang bergerak saat gempa terjadi.

Selain itu Pemerintah Jepang memberikan panduan tentang cara bertahan terhadap bencana alam. Setiap rumah di Jepang wajib memiliki Emergency Kit. Emergency Kit adalah barang-barang yang berguna saat bencana alam dan bantuan tim evakuasi belum datang atau diri kita yang jauh dari jangkauan tim evakuasi bencana yang berisi berisi dokumen penting, jas hujan, senter, baju, obat, air mineral, makanan kaleng, sleepingbag, saluran radio, peluit, dan lonceng.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak