Komentar Negatif dan Cara Cerdas Menjaga Mental Tetap Stabil

Lintang Siltya Utami | Zahrin Nur Azizah
Komentar Negatif dan Cara Cerdas Menjaga Mental Tetap Stabil
Ilustrasi stres akibat komentar negatif (pexels/MART PRODUCTION)

Media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Aktivitasnya pun beragam, mulai dari membaca berita terkini, mencari hiburan, sampai sekadar membaca kolom komentar yang kadang justru lebih menarik dari isi kontennya. Namun, nyatanya tidak semua komentar di sana sesuai dengan harapan kita.

Di antara komentar yang diketikkan oleh jari warganet, selalu ada saja yang terselip komentar negatif. Bagi banyak anak muda, membaca komentar seperti itu bisa langsung menguras energi dan membuat mood turun seketika. Tapi, komentar semacam ini bukan lagi hal baru. Itu sudah jadi “risiko bawaan” dari dunia digital yang merupakan sesuatu yang hampir setiap hari kita temui.

Supaya ruang digital tetap nyaman, setiap netizen perlu belajar menghadapi komentar negatif dengan cara yang lebih cerdas tanpa ikut tenggelam dalam drama yang tidak perlu demi menjaga mental tetap stabil. Dengan strategi yang tepat, kamu bisa tetap tenang saat bermain media sosial, menjaga batas sehat, dan tetap merasa waras meski sesekali bertemu komentar yang menyebalkan. Di sinilah kamu mulai perlu menerapkan cara cerdas dan bijak saat menghadapi komentar-komentar semacam itu.

Pertama, ketika kamu menemukan komentar negatif di akunmu, hal terpenting adalah menyaringnya. Tidak semua komentar perlu ditanggapi. Ada komentar yang memang hanya ingin memancing emosi atau menjatuhkan, dan kamu tidak perlu menghabiskan waktu untuk meladeninya.

Sebelum memutuskan untuk mengabaikan komentar negatif, coba perhatikan dulu efeknya ke dirimu. Apakah setelah membacanya mood-mu turun atau kamu jadi lebih sensitif? Dengan mengenali perasaan ini, kamu bisa menentukan apakah komentar itu cukup penting untuk diperhatikan atau justru lebih baik diabaikan begitu saja. Cara ini membantumu merespons dengan lebih tenang dan tetap menjaga emosimu.

Kedua, kamu bisa menanggapi komentar jahat dengan komentar positif. Cara ini membantu meredam suasana agar tidak berubah menjadi lebih buruk. Ketika kolom komentar mulai dipenuhi hal negatif, justru respon positif bisa memutus rantai itu dan menghambat orang lain untuk ikut-ikutan. Kalau kamu merasa perlu membalas, coba buat respon yang memicu empati orang lain, apalagi jika komentar tersebut sudah menarik banyak perhatian.

Ketiga, jika sudah merasa kewalahan, kamu bisa memilih untuk berhenti sebentar dari media sosial. Cara sederhana ini bisa menjaga emosimu tetap stabil. Beberapa kreator bahkan meminta orang terdekat untuk menyaring komentar terlebih dahulu ketika mereka belum siap menghadapi hal-hal negatif.

Ada juga yang membatasi waktu membaca komentar hanya di jam-jam awal setelah posting, karena biasanya, komentar yang muncul masih berasal dari pengikut sendiri dan cenderung lebih positif. Cara ini bisa membantumu tetap aktif di media sosial tanpa membuat hatimu kacau oleh komentar jahat dari warganet.

Keempat, jika menemukan komentar yang sudah menyerang secara personal, lebih baik didiskusikan secara pribadi. Mengalihkan percakapan ke ruang yang lebih tenang seperti pesan langsung (DM) dapat membantu mencegah konflik melebar di ruang publik.

Di sana, kamu bisa bicara lebih jujur, meminta klarifikasi, atau menyampaikan penjelasan tanpa tekanan dari banyak orang. Pendekatan ini juga memberi peluang lebih besar untuk menemukan solusi yang baik bagi kedua pihak, karena komunikasinya lebih tertata dan tidak terpengaruh komentar tambahan dari orang lain.

Kelima, simpan semua komentar positif dan jadikan sebagai motivasi. Cara ini membantumu mengalihkan fokus dari hal-hal negatif di kolom komentar. Dengan mengumpulkan respon baik, entah itu pujian, dukungan, atau ucapan terima kasih, kamu bisa merasa lebih aman dan tidak mudah goyah ketika suatu saat komentar buruk muncul. Dengan mengingat hal-hal itu, kamu jadi sadar bahwa masih banyak orang yang menghargaimu.

Memang komentar negatif tidak bisa kita hilangkan sepenuhnya dari dunia maya, tapi kita selalu bisa memilih bagaimana menghadapinya. Selama kamu tahu mana yang perlu ditanggapi, mana yang cukup dilepas, dan mana yang harus dijauhkan dari ruang pikiranmu, media sosial bisa tetap jadi tempat yang menyenangkan.

Sumber:

https://www.psychologytoday.com/ca/blog/parenting-your-preschooler/202403/ten-strategies-to-deal-with-hate-comments-on-social-media 

https://www.humasindonesia.id/berita/5-kiat-menghadapi-komentar-negatif-di-media-sosial-perusahaan-1870 

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak