suara hijau

Kolom

Saatnya Pilih Refill Makeup untuk Rutinitas yang Lebih Ramah Lingkungan?

Saatnya Pilih Refill Makeup untuk Rutinitas yang Lebih Ramah Lingkungan?
Ilustrasi AI refill produk makeup untuk gaya hidup less waste (Gemini AI)

Kesadaran terhadap gaya hidup ramah lingkungan kini semakin berkembang, termasuk dalam dunia kecantikan. Banyak orang mulai memperhatikan kandungan produk yang digunakan setiap hari, tetapi masih sedikit yang memperhatikan jejak sampah yang dihasilkan dari rutinitas beauty itu sendiri.

Padahal, meja rias sering menjadi salah satu sumber sampah rumah tangga yang cukup besar. Mulai dari botol skincare kosong, kemasan makeup, kardus produk kecantikan, hingga plastik pembungkus, semuanya terus bertambah seiring penggunaan produk sehari-hari.

Kabar baiknya, menerapkan gaya hidup less waste tidak selalu berarti harus mengubah seluruh rutinitas kecantikan secara drastis. Langkah sederhana seperti menghabiskan produk sampai tuntas, memilih kemasan isi ulang, hingga memilah kemasan bekas dapat menjadi awal yang baik untuk mengurangi limbah dari aktivitas beauty sehari-hari.

Jika dilakukan secara konsisten, kebiasaan kecil tersebut dapat membantu mengurangi jumlah sampah sekaligus membuat rutinitas kecantikan menjadi lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Mengapa Rutinitas Beauty Perlu Lebih Ramah Lingkungan?

Industri kecantikan terus berkembang dengan berbagai inovasi produk baru yang menarik perhatian konsumen. Namun di balik kemudahan dan kenyamanan tersebut, ada tantangan besar berupa limbah kemasan.

Sebagian besar produk skincare dan makeup menggunakan kombinasi berbagai material seperti plastik, kaca, aluminium, karet, hingga komponen pump dan dropper. Kombinasi material ini sering kali membuat proses daur ulang menjadi lebih rumit.

Tidak sedikit kemasan yang akhirnya berakhir di tempat pembuangan akhir karena tidak dipilah dengan benar atau sulit didaur ulang. Ditambah lagi dengan kebiasaan membeli produk baru sebelum produk lama habis, jumlah limbah yang dihasilkan menjadi semakin besar.

Karena itu, mengurangi sampah dari rutinitas kecantikan sebenarnya bisa dimulai dari keputusan sederhana saat memilih dan menggunakan produk.

Pilih Produk Refill untuk Mengurangi Limbah

Salah satu langkah yang semakin populer dalam gerakan less waste adalah memilih produk refill atau isi ulang. Dibanding membeli kemasan baru setiap kali produk habis, sistem refill memungkinkan konsumen menggunakan kembali wadah utama yang sudah dimiliki.

Cara ini membantu mengurangi penggunaan material baru sekaligus menekan jumlah sampah kemasan. Saat memilih produk refill, ada beberapa hal yang dapat diperhatikan agar manfaatnya lebih optimal.

1. Perhatikan Material Kemasan

Pilih kemasan isi ulang yang menggunakan material yang lebih mudah didaur ulang atau memiliki kandungan bahan daur ulang.

Kemasan berbahan plastik daur ulang, kaca, atau material yang lebih ramah lingkungan dapat menjadi pilihan yang lebih baik dibanding kemasan sekali pakai yang sulit diproses kembali.

2. Cermati Kemasan Luarnya

Selain isi produk, kemasan luar juga penting diperhatikan. Sebisa mungkin pilih produk yang tidak menggunakan lapisan plastik berlebihan dan memanfaatkan material kertas yang lebih mudah didaur ulang.

3. Cari Brand yang Memiliki Program Daur Ulang

Saat ini beberapa merek kecantikan mulai menyediakan program pengembalian kemasan kosong untuk didaur ulang kembali. Brand seperti Kiehl's, The Body Shop, serta jaringan ritel kecantikan seperti Sephora dan Watsons telah menghadirkan berbagai inisiatif yang mendorong konsumen mengembalikan kemasan bekas agar dapat dikelola dengan lebih baik.

4. Perhatikan Isi Produknya

Konsep ramah lingkungan tidak hanya berhenti pada kemasan. Produk dengan formulasi yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan juga dapat menjadi pertimbangan.

Banyak konsumen kini mulai mencari produk cruelty-free dan menghindari bahan yang berpotensi mencemari lingkungan setelah digunakan.

Habiskan Produk Sebelum Membeli yang Baru

Selain memilih refill, langkah paling sederhana yang sering terlupakan adalah menghabiskan produk yang sudah dimiliki. Tidak sedikit orang membeli skincare atau makeup baru karena tertarik promo atau tren terbaru, padahal produk lama masih tersimpan di meja rias.

Kebiasaan ini membuat jumlah kemasan kosong bertambah lebih cepat dan meningkatkan risiko produk kedaluwarsa sebelum sempat digunakan sampai habis.

Menghabiskan produk hingga tuntas bukan hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga membuat pengeluaran menjadi lebih terkontrol.

Bersihkan Wadah Sebelum Digunakan Kembali

Banyak kemasan beauty sebenarnya masih memiliki fungsi setelah produk di dalamnya habis. Namun sebelum digunakan kembali, wadah perlu dibersihkan dengan benar agar tetap higienis.

1. Bersihkan Sisa Produk

Gunakan spatula kecil atau cotton bud untuk mengangkat sisa produk yang masih menempel pada wadah.

2. Gunakan Pembersih Berbasis Minyak

Untuk produk seperti foundation, concealer, atau lip product yang sulit dibersihkan dengan air biasa, gunakan cleansing oil atau minyak alami terlebih dahulu.

3. Cuci dengan Air Hangat dan Sabun

Setelah bersih dari residu produk, cuci wadah menggunakan sabun dan air hangat hingga tidak ada sisa bahan yang tertinggal.

4. Lakukan Desinfeksi

Semprotkan alkohol 70 persen pada wadah yang sudah dicuci lalu biarkan mengering secara alami sebelum digunakan kembali.

Ide Kreatif Menggunakan Ulang Wadah Makeup

Daripada langsung membuang kemasan kosong, ada banyak cara untuk memperpanjang masa pakainya.

1. Wadah Bedak atau Eyeshadow

Kemasan bekas dapat dimanfaatkan sebagai tempat menyimpan anting kecil, cincin, atau aksesori mungil saat bepergian.

2. Botol Serum dan Foundation

Botol dengan pump atau dropper bisa digunakan untuk menyimpan produk cair lain dalam ukuran lebih kecil saat traveling.

3. Tube Bekas Produk Kecantikan

Kemasan tube yang sudah dibersihkan dapat dimanfaatkan untuk membawa sabun wajah atau pelembap saat bepergian tanpa harus membawa kemasan besar.

4. Pot Mini Bekas Lip Balm

Wadah kecil ini cocok digunakan untuk menyimpan pelembap bibir, obat-obatan harian, atau aksesori kecil yang mudah hilang.

5. Sikat Maskara Bekas

Setelah dibersihkan secara menyeluruh, sikat maskara dapat digunakan untuk merapikan alis atau memisahkan bulu mata.

Jangan Lupa Memilah Kemasan yang Sudah Tidak Terpakai

Tidak semua kemasan dapat digunakan kembali. Jika wadah sudah rusak atau tidak lagi layak pakai, langkah berikutnya adalah memilahnya dengan benar.

Pisahkan kemasan berdasarkan jenis materialnya, seperti kaca, logam, dan plastik. Pastikan kemasan dalam kondisi bersih agar tidak mengganggu proses daur ulang.

Kemasan yang sudah dipilah kemudian dapat disetorkan ke bank sampah atau program daur ulang yang tersedia di berbagai gerai kecantikan.

Banyak orang mengira gaya hidup ramah lingkungan membutuhkan usaha besar dan perubahan total dalam keseharian. Padahal, langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten sering kali memberikan dampak yang jauh lebih nyata.

Menghabiskan produk sebelum membeli yang baru, memilih refill, menggunakan kembali kemasan kosong, hingga memilah sampah dengan benar adalah contoh kebiasaan kecil yang dapat dimulai dari meja rias sendiri.

Semakin banyak orang yang menerapkan kebiasaan tersebut, semakin besar pula kontribusi yang dapat diberikan untuk mengurangi limbah dari industri kecantikan.

Rutinitas kecantikan tidak hanya membuat kita merasa lebih percaya diri, tetapi juga bisa menjadi bagian dari gaya hidup yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda