Kolom
Tampil Cantik Tanpa Merusak Lingkungan, Ini 5 Brand Skincare Sustainable yang Patut Dilirik
Keinginan tampil cantik membuat banyak wanita mengikuti berbagai tren kecantikan yang sedang viral. Skincare dan kosmetik pun menjadi bagian dari rutinitas untuk menjaga kulit tetap sehat dan terawat.
Di tengah meningkatnya minat terhadap produk kecantikan, produsen juga berlomba memenuhi kebutuhan pasar.
Fenomena ini melahirkan istilah fast beauty yang semakin sering dibicarakan.
Fast beauty merujuk pada produk kecantikan yang diproduksi secara cepat untuk merespons tren pasar yang terus berubah.
Tak sedikit brand kecantikan ikut memanfaatkan momentum tersebut dengan menggandeng influencer maupun beauty vlogger agar produknya cepat dikenal.
Konsumen pun kerap tergoda membeli banyak produk kecantikan. Bahkan, tidak sedikit yang membeli tanpa mengetahui apakah produk tersebut benar-benar cocok atau dibutuhkan.
Di balik tren itu, ada persoalan yang sering luput dari perhatian. Fast beauty ternyata ikut menyumbang limbah plastik yang berdampak pada lingkungan.
Berdasarkan laporan Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) hingga Maret 2025, Indonesia memproduksi 57,9 juta ton sampah sepanjang 2024.
Hampir 20 persen di antaranya merupakan sampah plastik yang banyak berasal dari produk kosmetik dan personal care.
Data tersebut memperlihatkan bahwa limbah dari industri kecantikan bukan masalah kecil.
Oleh sebab itu, memilih produk yang mendukung sustainability menjadi salah satu langkah untuk tetap merawat diri tanpa mengabaikan bumi.
Berikut 5 brand skincare dan kecantikan yang mengusung konsep lebih ramah lingkungan.
1. The Body Shop
![5 brand skincare sustainable yang patut dilirik [Instagram/thebodyshop]](https://media.arkadia.me/v2/articles/rizkautami/Wy8kSOMRUa3OMhii6bcqXgTfCYbCojtX.png)
Berdasarkan informasi melalui situs resminya, The Body Shop memiliki komitmen keberlanjutan melalui program Commitment to Life yang berkembang sejak 2020.
Program ini dibangun lewat tiga pilar utama yang menyatukan langkah perusahaan dalam menjawab tantangan global.
Salah satu fokusnya adalah menghadapi krisis iklim dan melindungi lingkungan.
The Body Shop melaporkan emisi karbon sejak 2021 dan menyiapkan rencana untuk mencapai net zero.
The Body Shop juga terus meningkatkan penggunaan kemasan daur ulang dan isi ulang serta memperbesar kandungan bahan biodegradable dalam formulanya.
Perusahaan menerapkan pendekatan B Corp dalam praktik bisnis sehari-hari.
Langkah tersebut melahirkan sejumlah pencapaian seperti peningkatan daur ulang kemasan, penguatan ketertelusuran rantai pasok, hingga sistem manajemen lingkungan untuk mengurangi energi, air, dan limbah.
Pada 2022, The Body Shop juga menjadi anggota pendiri B Beauty Coalition yang berfokus pada keberlanjutan sosial dan lingkungan.
2. The Bath Box
![5 brand skincare sustainable yang patut dilirik [Instagram/thebathbox]](https://media.arkadia.me/v2/articles/rizkautami/sVOR6OHlEG6TLWu7vvKYtIGkohswGwq7.png)
The Bath Box mengajak pelanggan ikut mengambil bagian dalam gerakan kecantikan berkelanjutan.
Brand ini percaya bahwa kecantikan sejati tidak hanya terlihat dari luar, tetapi juga dari pilihan untuk merawat bumi.
Komitmen itu diwujudkan melalui program pengembalian botol kosong.
The Bath Box mengajak konsumen mengurangi sampah plastik dengan memastikan botol bekas didaur ulang secara benar.
Gerakan tersebut bukan sekadar program pembuangan limbah. Brand ini menilai rutinitas kecantikan juga bisa memberi dampak positif bagi lingkungan.
Sebagai bentuk apresiasi, pelanggan akan memperoleh 5.000 poin TBB untuk setiap botol kosong yang dikembalikan. Poin tersebut dapat ditukarkan melalui platform resmi mereka.
3. Sensatia Botanicals
![5 brand skincare sustainable yang patut dilirik [Instagram/sensatiabotanicals]](https://media.arkadia.me/v2/articles/rizkautami/WiJ546UwvPUrKjRtXydFIDA8HtivNufg.png)
Sensatia menjalankan berbagai program untuk menjaga komitmen terhadap komunitas lokal dan lingkungan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah kegiatan membersihkan pura dan pantai di sekitar Desa Jasri.
Brand ini juga menggunakan tas belanja yang mudah terurai untuk pembelian di toko ritel. Selain itu, Sensatia menerima botol kosong dari pelanggan agar dapat didaur ulang.
Tak berhenti di situ, perusahaan turut mendukung masyarakat sekitar melalui donasi rutin bagi komunitas lokal di Desa Jasri.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa sustainability tidak hanya berkaitan dengan produk, tetapi juga hubungan dengan lingkungan sosial.
4. Avoskin
![5 brand skincare sustainable yang patut dilirik [Instagram/avoskinbeauty]](https://media.arkadia.me/v2/articles/rizkautami/XrC88b5ZvEVeGmx9KVyYvHiVbOqxamf0.png)
Avoskin merespons persoalan sampah melalui konsep sustainable beauty lewat program Love Avoskin Love Earth.
Program ini menjadi bagian dari langkah perusahaan menghadapi darurat sampah.
Mayoritas produk Avoskin kini menggunakan kemasan kaca yang lebih mudah didaur ulang. Bahkan, brand ini memanfaatkan plastik hasil pengolahan tebu yang dinilai lebih eco-friendly.
Avoskin juga mengajak konsumen ikut berperan aktif melalui program Send Your Waste.
Lewat program tersebut, pelanggan dapat mengembalikan kemasan produk agar dikelola dengan lebih bertanggung jawab.
5. Skin Game
![5 brand skincare sustainable yang patut dilirik [Instagram/skingameofficial]](https://media.arkadia.me/v2/articles/rizkautami/POf0BarPGsKJ2utwbfVNWzNulXRZhc13.png)
Skin Game memilih pendekatan sederhana dalam isu sustainability.
Brand ini tidak mengklaim diri sebagai merek sustainable, namun percaya bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menghadirkan pelembap berukuran besar yang bisa bertahan hingga satu tahun pemakaian.
Langkah ini bertujuan meminimalkan sampah kemasan.
Skin Game juga memiliki program recycle bagi pelanggan. Selain itu, mereka menggunakan kemasan airless untuk memaksimalkan penggunaan produk sehingga dapat membantu mengurangi waste.
Tampil cantik tidak harus mengorbankan lingkungan. Dengan memilih brand yang memiliki kepedulian terhadap sustainability, kita sebagai konsumen bisa mulai mengambil peran kecil dalam kampanye less waste atau mengurangi limbah sekaligus mendukung industri kecantikan yang lebih bertanggung jawab.