alexametrics

6 Cara Membentuk Rasa Percaya Diri pada Anak Sejak Dini

Mutami Matul Istiqomah
6 Cara Membentuk Rasa Percaya Diri pada Anak Sejak Dini
Ilustrasi orangtua dan anak (Pexels) / Anete Lusina

Percaya diri merupakan salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang seorang anak. Pasalnya, percaya diri akan berpengaruh pula hingga seseorang bertumbuh sampai ia dewasa.

Bahkan ketika dewasa, percaya diri tetap menjadi aspek yang penting dalam keberlangsungan hidup. Misalnya dalam pengambilan keputusan, urusan pekerjaan, bersosialisasi, dan semuanya dapat mempengaruhi citra seseorang di mata orang lain. 

Seorang anak harus percaya diri berteman dengan anak yang lain. Ketika dia bersekolah, dia harus percaya diri tampil di depan banyak teman baru dan bapak ibu guru. Jadi, sejak kapan sebaiknya percaya diri ditanamkan? Jawabannya adalah sedini mungkin alias dari sekarang. 

Namun, jangan pernah memaksa dan menekan anak berlebihan. Sebab sikap demikian tidak membuat anak semangat, malah anak menjadi tidak betah.

Nah, dibawah ini beberapa tips melatih anak tampil percaya diri yang bisa dilakukan sejak dini.

1. Selalu ucapkan 'Ayo, kamu pasti bisa!'

Kata-kata orangtua sangat berpengaruh kepada anak. Sebisa mungkin, jaga ucapan dengan kata-kata yang baik. Selain berpengaruh kepada sikap anak, kata-kata orangtua maupun orang sekitar sangat mudah untuk ditiru oleh anak.

Jika saat ini dia belum bisa menirunya, tapi dia tetap memperhatikan, merekam, dan menghafal. Suatu saat nanti ketika dia bisa berbicara, barulah ketahuan kata-kata apa saja yang orangtua biasa perdengarkan kepada anak.

Bentuk paling sederhana dalam mengajarkan anak apa itu percaya diri, bisa dimulai sejak ia bayi, lho. Ketika si kecil sedang belajar telungkup, berguling, merangkak, terutama saat sedang belajar berjalan, kita bisa memotivasinya dengan kata 'ayo sayang, kamu bisa!' sehingga mindernya bisa teratasi, dan si kecil mulai berani. 

Kata 'ayo kamu bisa!' ini jangan pernah dianggap remeh. Sebab, seiring bertumbuhnya si kecil, semakin banyak hal baru dan semakin banyak tantangan yang harus bisa ia lawan. Kata 'ayo kamu bisa!' ini sangat penting untuk membantunya melawan ketakutan dan memunculkan sikap percaya diri yang ia miliki. 

Dengan terbiasa merasa bisa dengan beberapa hal sedari kecil, si kecil akan bertumbuh menganggap segala rintangan dan apa pun yang ada di depannya, dia bisa melewatinya.

2. Berikan pujian atas keberhasilan anak

Memberikan pujian kepada anak tidak melulu ketika ia menang perlombaan atau menjadi juara kelas. Bisa juga memujinya setiap hari, dengan mengatakan 'wah, jagoan mama ganteng sekali' setelah si kecil mandi pagi, atau bisa juga dengan mengatakan 'wah, anak ibu rajin sekali' ketika anak sedang belajar sendiri atau pun membantu ibu menyapu rumah.

Hal-hal sederhana dalam keseharian juga sebenarnya memunculkan rasa percaya diri anak. Pujian-pujian tersebut bahkan bisa dilakukan sedini mungkin. 

3. Dukung kesukaan atau hobi anak

Anak akan mulai memahami apa yang ia suka. Sedari dini, mungkin kisaran anak beranjak umur dua tahun, ia akan mulai memahami bahwa ia menyukai musik, melukis, alat transportasi, atau bahkan menyukai huruf-huruf yang ditempel di dinding. 

Anak yang menyukai musik, biasanya di mana pun dia mendengar lantunan musik, dia akan menari mengikuti iramanya. Nah, dari sini sedikit gambaran perihal hobinya mulai kelihatan. Kita sebagai orangtua bisa mengarahkan anak menuju hobinya. Misalnya, dengan mendaftarkannya ke les musik. 

Kalau anak sudah besar dan sudah duduk di bangku sekolah, akan lebih mudah mengetahui hal yang dia suka. Biasanya, anak akan mulai suka sepak bola, bola volly, bola basket, tari, ballet, dan masih banyak yang lainnya.

Dengan mengetahui hobi anak, kita bisa menyalurkannya sehingga dengan hobinya tersebut, anak akan merasa dia handal dalam suatu hal, dan membuatnya lebih percaya diri. 

4. Ajarkan bahwa setiap manusia itu berbeda

Anak seringkali minder karena merasa tidak menguasai yang dikuasai anak lain. Misalnya, teman sebayanya handal bermain bulu tangkis, tapi dia lebih senang bermain piano.

Kita harus menjelaskan kepadanya bahwa Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda dengan kelebihan dan kekurangan yang berbeda pula. Lakukan dengan cara yang sederhana.

Sebagai orangtua, kita bisa mencontohkan diri sendiri. Misalnya, 'tuh, ayah aja jago main basket, tapi ibu ga bisa. ibu malah bisanya masak, ayah gabisa masak. gapapa. ayah sama ibu tetap bisa jadi temen, kok' atau kalimat lain yang bisa membuat anak memahami bahwa setiap perbedaan bukan alasan untuk berhenti berteman.

5. Mengikut sertakannya dalam perlombaan

Setelah mengetahui hobi anak, kita bisa mulai melatihnya mengikuti lomba. Misalnya, anak yang hobi menyanyi, bisa kita ikut sertakan dalam acara-acara menyanyi. Ketika anak senang bermain peran, kita bisa mengikutsertakan mereka casting.

Tidak perlu berambisi dengan juara atau pun embel-embel nominal yang diterima, kita hanya perlu wadah untuk anak berekspresi dan menunjukan kepercayaan dirinya di depan banyak orang bahkan orang-orang baru.

6. Memberi dorongan ketika anak mengalami kegagalan

Selalu ada masanya anak mengalami masa yang tidak diinginkan, yaitu gagal. Seorang anak bisa jadi sudah sangat percaya diri mengikuti pertandingan sepak bola, tapi karena kalah dalam pertandingan, kepercayaan diri anak tersebut ikut terpengaruh.

Contoh lainnya, ketika seorang anak sudah sangat percaya diri mengikuti lomba menyanyi, tapi karena belum berhasil memperoleh juara, kepercayaan dirinya ikut terpengaruh. 

Sebagai orangtua yang ingin anaknya tetap percaya diri, seyogyanya kita tidak menyalahkan anak atas kegagalannya. Kita harus memberi dukungan kepada anak dan membuatnya memahami bahwa masih banyak kesempatan yang bisa diusahakan. 

Percayalah, ketika seorang anak sedang down, lalu kita menambah buruk perasaannya dengan terus menyalahkannya atau mengatakan 'seharusnya tadi kamu begini dan begitu,' akan sangat buruk pengaruhnya bagi perasaan anak. Sebagai orangtua, kita harus menerimanya dan memberi dorongan agar anak berusaha bangkit dan tetap percaya diri. 

Nah, itulah 6 tips melatih kepercayaan diri anak sedari dini. Semoga menginspirasi kita sebagai orangtua untuk mendidik anak sebaik mungkin.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak