facebook

3 Momen Perpindahan Karyawan yang Membuat Sedih

Dream Praire
3 Momen Perpindahan Karyawan yang Membuat Sedih
ilustrasi orang bekerja (Pexels.com/Christina Morillo)

Bekerja  di perusahaan, membuat kamu harus bekerja sama dengan banyak orang. Mulai dari rekan kerja satu level, juga atasan. Dalam perjalanannya, tentu kamu pernah mengalami momen-momen perpisahan akibat proses mutasi atau perpindahan karyawan.

Situasi perpisahan itu bisa ditanggapi dengan berbagai reaksi. Kamu pasti pernah melihat ada karyawan yang merasa sangat senang atas kepindahan bos yang galak atau rekan kerja yang menyebalkan. Namun momen perpisahan yang membuat sedih juga ada. Berikut tiga kejadianp erpisahan yang bisa membuat sedih akibat proses perpindahan karyawan.

1. Ketika atasan yang baik hati dimutasi

ilustrasi kantor (Pixabay.com)/Photoshootings
ilustrasi kantor (Pixabay.com/Photoshootings)

Mempunyai atasan yang baik itu adalah sebuah berkah besar. Kamu pasti sering mendengar curahan hati dan keluhan para karyawan yang disebabkan oleh perilaku atasan yang kurang baik. Misalnya yang sering bersikap diktator, tidak mau mendengarkan bawahan sampai yang pilih kasih.

Jadi, ketika  atasan kamu  orangnya baik, pengertian dan sabar, kamu pasti ingin terus berada di bawah kepemimpinannya dan tak ingin berganti atasan. Tetapi dalam dunia kerja yang dinamis, perpindahan pegawai termasuk atasan adalah hal lumrah dan hampir selalu akan terjadi.

Wajar jika kamu sedih saat atasanmu yang baik itu harus  pindah. Namun kamu tak boleh lama-lama bersedih, ya. Kamu harus belajar mengikhlaskan dengan berpikir bahwa kepindahan  atasan  kamu itu untuk peningkatan karir yang sudah sewajarnya diperoleh. Doakan saja bahwa kebaikannya akan selalu membawa kebaikan di mana pun atasan kamu itu ditempatkan. Jangan lupa untuk berterima kasih kepadanya secara langsung dan selipkan permintaan maaf kalau-kalau kamu pernah berbuat salah selama menjadi bawahannya.

2. Rekan kerja yang cocok denganmu dipindah

ilustrasi orang bekerja (Pexels.com/ Jopwell)
ilustrasi orang bekerja (Pexels.com/Jopwell)

Ini pasti terasa berat, karena kamu kehilangan orang yang selama ini telah mengerti cara kerja kamu dan saling melengkapi sehingga beban pekerjaan menjadi lebih ringan. Kamu juga sudah merasa nyaman saat menyelesaikan pekerjaan bersamanya  karena komunikasi kamu lancar. Apa yang kamu bahas dengannya selalu nyambung.

Berusahalah untuk ikut berbahagia apabila kepindahannya itu berupa promosi dan jika bukan, katakan kepadanya bahwa kamu akan selalu mendoakannya agar memperoleh kebaikan di tempat yang baru. Serta ucapkan terima kasih atas semua kerja sama dan dukungannya selama ini, tak lupa untuk meminta maaf kepadanya atas semua  perilaku kamu yang mungkin saja ada yang kurang disukainya selama ini,

3. Kamu  yang harus pindah

ilustrasi suasana kantor (Pexels.com)/ Mikhail
ilustrasi suasana kantor (Pexels.com)/ Mikhail

Sebaliknya jika kamu yang harus  pindah kerja, kamu pasti akan merasakan kesedihan juga. Bagaimana pun kamu sudah hampir setiap hari berada bersama orang-orang di kantor kamu dan sudah terbiasa.

Momen-momen seru, senang bahkan sedih dan kecewa pun pernah kamu alami bersama mereka. Tegakkan kepalamu, ucapkan terima kasih yang tulus atas segala dukungan mereka selama ini dan jangan lupa untuk meminta maaf atas semua kekurangan kamu selama ini.

Itulah tiga macam perpindahan karyawan di  perusahaan yang bisa membawa kesedihan. Tak salah untuk sedih sejenak, namun jangan berlarut-larut. Mereka yang baik denganmu pasti ingin kamu segera move on dan kembali ceria dan bekerja dengan lebih baik lagi.

Kalau mau jujur, kadang-kadang rasa sedih berkepanjangan itu bisa juga disebabkan karena rasa bersalah akibat seringnya kamu berlaku kurang baik kepada atasan atau rekan kerja kamu. Tak perlu lama-lama merasa menyesal. Cukup ambil hikmahnya bahwa ke depannya kamu akan selalu berusaha berbuat baik kepada siapa saja.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak