facebook

Kenali, 5 Tanda Penderita Oniomania Disolder, Kecanduan Belanja Uang Habis

Andi Nitha Nahfiah
Kenali, 5 Tanda Penderita Oniomania Disolder, Kecanduan Belanja Uang Habis
ilustrasi oniomania disorder (pexels.com/id-id/gustavo-fring)

Perempuan dan belanja tidak dapat dipisahkan. Mereka gemar sekali berbelanja ke Mal, atau pusat belanja lainnya. Selain mengunjungi pusat perbelanjaan dapat juga belanja melalui e-commerce sehingga makin mudah untuk membeli beraneka ragam barang yang diincar. Namun, dengan kemudahan ini membuat sebagian perempuan tidak dapat mengontrol kebiasaan belanjanya. 

Dikutip dari The Independent, seseorang yang selalu membeli berbagai macam barang dan tergiur dengan diskon yang ditawarkan tanpa memikirkan dari kegunaan barang tersebut, maka orang tersebut mengalami oniomaniak disolder.

Bagi penderita oniomaniak disolder belanja seperti candu yang sulit untuk dihentikan. Apakah kamu juga kecanduan belanja baik melalui  online atau jalan-jalan di berbagai Mal untuk memburu barang incaranmu?

Berikut ciri-ciri yang perlu diketahui, yaitu:

1. Belanja tidak terkendali

Ilustrasi belanja pakaian (pexels.com/id-id/ron-lach)
Ilustrasi belanja pakaian (pexels.com/id-id/ron-lach)

Seorang yang menderita oniomaniak disorder selalu sibuk belanja pakaian, atau membeli barang-barang yang tidak diperlukan. Dia tidak berpikir apakah barang yang dibelinya berguna atau tidak.

Penderita ini terobsesi untuk belanja terus menerus. Bahkan frekuensi belanjanya lebih sering dari biasanya sehingga tidak terkendali.

2. Kecanduan belanja

ilustrasi belanja daring (pexels.com/id-id/cottonbro)
ilustrasi belanja daring (pexels.com/id-id/cottonbro)

Menggunakan e-commerce bisa menjadi salah satu menyebab oniomaniak disorder. Kemudahan tersebut membuatnya kecanduan belanja.

Kecanduan ini sulit untuk dihentikan karena selalu ada perasaan tidak enak dan gelisah akibatnya penderita kembali untuk belanja baik secara online atau dengan cara lain.

3. Sangat gembira saat belanja

ilustrasi senang saat belanja(pexels.com/id-id/max-fischer)
ilustrasi senang saat belanja(pexels.com/id-id/max-fischer)

Para penderita ini sangat gembira saat belanja. Namun, setelah barang telah dibeli, rasa senang dan gembira hilang. Perubahan suasana hati membuat penderita menjadi hampa dan depresi seiring hilangnya rasa gembira tersebut.

Disadur Psych Guides, kecanduan belanja termasuk dalam kategori penyakit mental.Selain itu pengidap oniomaniak disolder juga sering mengalami kegelisahan yang sangat karena ingin membeli sesuatu. Untuk mengatasi suasana hati tersebut maka ia akan belanja sesuka hatinya.

4. Menghabiskan waktu dan uang untuk belanja

ilustrasi dompet kosong(pexels.com/id-id/ahsanjaya)
ilustrasi dompet kosong(pexels.com/id-id/ahsanjaya)

Jika sudah kecanduan belanja penderita tidak akan berpikir seberapa banyak waktu dan uang yang telah dihabiskan untuk belanja.

Prof. Astrid Muller, seorang peneliti menyebutkan bahwa mereka yang kecanduan belanja tidak hanya menghabiskan uang tetapi juga waktu.Pasalnya, yang penting ia merasa senang dan puas. Penderita juga tidak berpikir jernih saat berbelanja. 

5. Merasa malu dan bersalah setelah belanja

ilustrasi merasa bersalah (pexels.com/id-id/olly)
ilustrasi merasa bersalah (pexels.com/id-id/olly)

Setelah berbelanja penderita oniomania disolder bukannya merasa senang melainkan rasa malu dan bersalah. Hal ini karena menyesal dan membenci diri sendiri  sudah belanja banyak barang.Namun, semua itu hanya sementara dan berlangsung beberapa hari. Setelah itu kebiasaan belanja kembali, kebiasaan buruk tersebut terulang.

Oniomaniak disolder dapat terjadi pada setiap orang. Kesukaan belanjanya ini bisa bikin dompet jebol atau kehabisan uang. Jangan sampai hal ini terjadi pada kamu, ya. Bijaklah dalam berbelanja jangan sampai menjadi candu.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak