facebook

3 Hal yang Setidaknya Harus Kamu Ketahui Sekali dalam Seumur Hidup

Vivia Lintang
3 Hal yang Setidaknya Harus Kamu Ketahui Sekali dalam Seumur Hidup
Ilustrasi menikmati hidup. (Pexels.com/Samuel Theo Manat Silitonga)

Hidup di dunia berjalan seiring dengan banyaknya peristiwa-peristiwa yang kita lalui. Hari ini kamu dapat membuat keputusan yang bisa saja kamu sesali atau kamu syukuri di masa depan. Akan tetapi, ada banyak hal tentang pelajaran hidup yang kadang belum kita ketahui, atau justru telah kita sadari namun terlalu terlambat untuk direalisasikan. 

Kamu pernah tidak sih merasa ada hal yang terlalu terlambat kamu pelajari dalam hidup? Tenang saja, meski kamu pernah menyesal tentang satu hal di masa lalu kamu masih ada kesempatan untuk memperbaikinya di masa mendatang. 

Sebagai pengingat, di bawah ini ada beberapa hal yang setidaknya harus kamu ketahui sekali dalam seumur hidupmu.

1. Belajar Mengatur Emosi adalah Emas

Kita pasti sering menyesali perkataan atau keputusan kita beberapa detik setelah terjadi. Biasanya hal ini akan terjadi saat kamu menggunakan emosi dalam memutuskannya, kan? Belajar mengatur emosi memang terdengar biasa saja, tetapi masih banyak orang yang gagal dalam praktiknya. 

Masih banyak orang yang dikendalikan oleh emosi dan mengambil keputusan final yang disesali di kemudian hari. Belajar untuk mengatur atau mengontrol emosi dapat menjadi emas. Perlu kamu tahu, emosi sesaat dapat menjadi bumerang yang kapan saja dapat berbalik dan merugikan dirimu sendiri di kemudian hari.

2. Berbicara Ide tanpa Adanya Aksi adalah Omong Kosong Belaka

Berapa banyak ide yang saat ini bersarang di kepala kamu? 100? Atau justru 1000? Tapi kapan kalian mencoba untuk mewujudkannya?

Kita mungkin saja punya banyak rencana, ide-ide menarik yang telah kita susun sedemikian rupa dalam benak kita. Akan tetapi, kamu justru lupa untuk segera merealisasikan hal ini. Kamu boleh saja memiliki ide-ide menarik dalam bisnis, menulis novel, atau tentang tren fashion yang bisa menjadi viral, tapi apa selama ini pernah mencoba untuk mewujudkannya?

Sebanyak apapun idemu tanpa aksi adalah omong kosong belaka. Segala hal-hal brilian yang telah kamu susun dan siapkan akan jadi angan-angan yang tidak akan pernah terjadi jika kamu tidak berani untuk memulai. 

Jadi, daripada terlalu larut berimajinasi, alangkah baiknya ide-ide milikmu kembangkan saja. Mungkin tidak akan semulus seperti yang kamu harapkan, tapi hal ini jelas berkali-kali lipat lebih baik daripada kamu terlalu banyak berandai-andai tanpa usaha apapun.

"Hidup tanpa usaha adalah seperti mata yang tertutup untuk mencari kucing hitam dalam kamar yang gelap, sedang kucingnya tidak ada." - Andrea Hirata

3. Menyiapkan Kemungkinan Terburuk dari Segala Hal Sebagai Antisipasi Terbaik

Apa yang kamu harapkan dari sebuah kompetisi? Kemenangan, bukan? Tetapi apa kamu pernah menyiapkan diri saat gagal? 

Diantara banyaknya sebuah kemenangan, ada fase dimana kamu akan gagal, kalah, dan gagal lagi. Saat kamu melihat hal ini hanya tersemat rasa kecewa dalam diri kamu. 

Tetapi ada satu hal yang kamu lupakan, jika kita mendapat sebuah kemenangan ada euforia yang patut dirayakan dan hadiah yang pasti telah kita rencanakan untuk hal kedepannya. Saat gagal, apa yang kamu rencanakan? Berusaha lebih keras lagi?

Berusaha lebih keras memang wajib hukumnya, tapi ini terlalu lama untuk disadari saat sebuah tamparan baru saja kamu rasakan. Seharusnya, kamu dapat menyiapkan hal ini jauh sebelum kamu merasakannya.

Saat kamu berandai tentang kemungkinan terburuk dalam suatu hal, kamu pasti akan mencari solusi terbaik lain. Sehingga saat kamu mendapat sebuah hasil yang tidak cukup diharapkan, kamu telah siap dengan sebuah antisipasi yang matang untuk hal selanjutnya.

Ada banyak hal lain yang akan kamu jumpai dalam menjalani kehidupan. Sebelum semua terlambat, jadikan hal-hal yang telah kamu lewati sebagai pelajaran baru untuk hari esok lagi.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak