3 Bentuk Kompetisi Toksik di Tempat Kerja, Jangan Ikut-ikutan!

Hernawan | Riva Khodijah
3 Bentuk Kompetisi Toksik di Tempat Kerja, Jangan Ikut-ikutan!
Ilustrasi murung (freepik.com/pressfoto)

Sangat bisa dimengerti ketika kamu ingin memiliki karier yang terus meningkat. Mau gak mau, kamu mesti menunjukkan performa sangat bagus agar bisa bersaing dengan rekan kerja yang lain. Karena bagaimanapun, rekan kerja lain juga pasti punya impian yang sama juga, ingin memiliki peningkatan jenjang karier.

Meski begitu, sebaiknya hindari persaingan yang tidak sehat. Kalaupun berhasil meraihnya, tapi karena cara-caranya merugikan orang lain, pasti cepat atau lambat akan bermasalah. Yang paling jadi bencana apabila hati nuranimu jadi mati akibat sering sikat orang sana-sini.

Lalu, apa saja yang menjadi bentuk kompetisi toksik di tempat kerja dan perlu kamu hindari? Ikut penjelasannya lebih lanjut, yuk!

1. Menjatuhkan orang lain dengan fitnah

Hal pertama yang sering dilakukan orang yang terlalu ambisius dan tak peduli dengan cara halal atau haram, yaitu menyebar fitnah. Demi mendongkrak reputasinya, orang ini akan berusaha menjatuhkan saingan lewat berita buruk atau istilahnya black campaign. Yang menjadi barbar, ketika gosip miring yang disebar itu sebenarnya gak benar atau fitnah, jadi bukan aib yang dibongkar.

Sepenting itukah posisi dalam pekerjaan sampai-sampai harus menggadaikan nurani? Padahal, dengan cara jujur dan lurus-lurus aja sebenarnya orang bisa, kok, meraih kesuksesan. Jadi, kamu gak perlu menggunakan cara kotor seperti ini, ya.

2. Playing victim

Bentuk lain dari persaingan tidak sehat di tempat kerja, yaitu melakukan playing victim. Ketika diberi tugas tertentu, dan ternyata hasilnya tidak sesuai atau malah menimbulkan kerugian malah menyalahkan orang lain dan bersikap seolah-seolah jadi korban.

Perilaku seperti ini gak hanya bentuk kepicikan, tapi juga bukti ketidakdewasaan, lho. Orang yang sudah dewasa atau matang secara pikiran gak akan begitu. Malah dengan berani mengakui kesalahannya.

3. Memainkan kartu senior

Di mana pun memang mestinya menghormati orang yang lebih tua atau lebih dulu ada di tempat tersebut. Tak terkecuali di dunia kerja.

Kendati demikian, banyak yang menyalahkan aturan tertulis ini untuk mengeksploitasi senioritas. Karena merasa lebih senior, seenaknya menyuruh-nyuruh karyawan yang baru masuk untuk mengerjakan pekerjaannya. Giliran bagus, diakui sendiri. Tapi, giliran jelek karyawan baru yang disalahkan. Perilaku seperti ini racun banget dan gak ada integritas sama sekali, sehingga jangan ditiru, ya!

Kalau menemukan kondisi-kondisi tadi, jangan ikut-ikutan, ya. Yakinlah dengan cara jujur pasti bisa memiliki karier yang baik.

Video yang mungkin Anda suka:

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak