5 Strategi Sukses Mewawancarai Seseorang, Hindari Pertanyaan yang Mengarah

Ayu Nabila | Haura Nasywa Azzahra
5 Strategi Sukses Mewawancarai Seseorang, Hindari Pertanyaan yang Mengarah
Ilustrasi Wawancara (pinterest.com)

Wawancara adalah tanya jawab dengan seseorang yang diperlukan untuk dimintai keterangan atau pendapatnya mengenai suatu hal. Umumnya, seseorang yang mewawancarai disebut interviewer dan yang diwawancarai disebut Interviewee. Berikut strategi mewawancarai seseorang agar kegiatan wawancara kamu bisa sukses:

1. Menghindari Pertanyaan yang Mengarah

Wawancara kerja merupakan tahapan seleksi yang membutuhkan banyak persiapan. Kadang kali interviewee sering merasa gugup dan melakukan berbagai persiapan untuk menjawab pertanyaan dari interviewer. Interviewer pun juga harus menyusun pertanyaannya dengan baik dan benar sehingga dapat menghindari pertanyaan wawancara yang sering dianggap kasar dan mengintimidasi.

Sebagai interviewer yang beretika dan profesional, memberikan pertanyaan wawancara yang tepat dan tidak melanggar kesusilaan merupakan suatu keharusan. Bahkan hanya sekedar untuk memulai obrolan ringan atau beramah tamah, banyak pertanyaan yang secara tidak sengaja mengarah pada masalah pribadi yang dapat membuat interviewee merasa tidak nyaman atau tidak mau menjawab.

Pertanyaan seperti itu tidak hanya dianggap kasar dan diskriminatif, tetapi juga dapat melukai perasaan dan tidak menghormati batasan privasi interviewee.

2. Menunjukkan Minat

Di suatu interview pastinya interviewer ada menyelipkan pertanyaan kurang lebih seperti ini, “Mengapa Anda Berminat dengan Posisi dan Perusahaan ini?”. Kira-kira kenapa sih interviewer menanyakan hal tersebut? Ternyata interviewer ingin menggali 2 hal, yaitu hal yang ingin diketahui dan hal yang ingin dinilai. Mari kita bahas dari hal yang ingin diketahui terlebih dahulu.

Hal-hal yang interviewer ingin ketahui dari interviewee biasanya ada 3, pertama interviewer ingin memperdalam informasi latar belakang, selanjutnya setelah ingin memperdalam informasi latar belakang dari interviewee, interviewer ingin mengetahui passion dan pemahaman posisi yang telah diajukan ke perusahaan, dan yang terakhir interviewer ingin mengetahui kemampuan riset interviewee tentang perusahaan yang dilamar.

Selanjutnya hal-hal yang ingin dinilai dari pertanyaan yang diajukan tersebut ada 3 hal, pertama interviewer menilai skill komunikasi dan kepercayaan dari seorang interviwee, selanjutnya menilai pada aspek relevansi kandidat dengan posisi yang diminati terhadap perusahaan, dan yang terakhir pastinya interviwer menilai suatu kemampuan dalam memahami informasi serta riset.

BACA JUGA: 5 Kesalahan yang Sering Dilakukan di Usia 20-30 Tahun, Ini Cara Menghindarinya

Tips menjawab pertanyaan yang bisa dibilang tricky tersebut, sangat disarankan menunjukkan passion terhadap posisi yang dilamar ke perusahaan yang dituju. Untuk menjawab pertanyaan yang telah ditujukan tadi, mulailah dari mempresentasikan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang relevan, sertakan juga bagaimana hal-hal yang telah disebutkan guna mempersiapkan kandidat untuk dapat diterima dan bergabung dengan perusahaan.

Pastikan interviewee menyampaikan tujuan, harapan, serta bagaimana posisi yang diminati telah sesuai dengan visi dari perusahaan yang dituju. Hal terpenting dalam menjawab pertanyaan yang ditujukan interviewer yaitu sampaikanlah pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang dimiliki serta bagaimana hal-hal yang telah disebutkan akan sangat berguna dalam posisi yang diminati ke perusahaan.

3. Memberi Kemudahan Komunikasi

Komunikasi yang baik tentunya dapat terjadi bila kedua belah pihak saling mendengarkan. Begitupun dalam proses interview, guna memberi kemudahan komunikasi, interviewee diharuskan memiliki kemampuan mendengar. Tujukan semua perhatian kepada apa yang disampaikan oleh interviewer. Jika masih ada hal yang kurang jelas, beranikan untuk bertanya di waktu yang paling tepat.

Interviewee tidak perlu terlalu banyak menyampaikan sesuatu secara berlebihan, karena pernyataan yang bertele-tele akan membuat interviewer memiliki pandangan bahwa orang yang sedang diwawancarainya adalah orang yang banyak bicara. Berpendapatlah dengan kalimat yang singkat saja namun jelas sehingga dapat dimengerti oleh interviewee. Gunakanlah kata-kata yang tepat dan tetap berada dalam ranah yang formal supaya tetap bersikap professional.

Guna makin memberi kemudahan komunikasi, interviewee harus terbiasa dalam memberikan feedback. Hal ini pun tak harus dalam bentuk yang formal atau kaku, karena hal tersebut bisa memberi kesan dibuat-buat. Feedback yang bersifat positif dapat memberikan dampak yang lebih membangun, interviewee bisa menyampaikan hal ini dalam bentuk pujian bahkan ucapan terima kasih kepada interviewer karena telah diberikan kesempatan untuk mengikuti tahapan interview yang sudah diberikan oleh perusahaan.

4. Mengatasi Kecemasan

Cara untuk menghilangkan rasa cemas sebelum melakukan Interview yaitu dengan mengubah perasaan cemas tersebut menjadi pikiran positif. Adanya rasa cemas sebenarnya bisa menandakan kepedulian kamu terhadap proses interview.

Menyingkirkan pikiran-pikiran buruk yang ada di dalam kepala dapat membantu kamu dalam beradaptasi dan meredakan rasa cemas. Dengan melakukan latihan dan persiapan terlebih dahulu, Persiapkan hal yang bisa kamu lakukan.

Mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan kepada interviewee, dan mempelajarinya ketika kamu sedang sendiri, akan dapat lebih mudah jika kamu melatihnya didepan kaca.

5. Melakukan Inquiry Emosi Interviewee

Inquiry memiliki beberapa jenis yang disesuaikan dengan peran interview dan interviewee dalam hal ini interview mengambil peran dalam proses wawancara. Adapun jenis-jenis inquiry yang perlu diperhatikan oleh interview 

  • Open inquiry (inkuiri terbuka): Jenis ini kita sebagai interview menempatkan diri sebagai fasilitator selama proses wawancara.kita sebagai interview bisa memberikan masukan dan ikut terlibat membantu interviewee dalam proses wawancara harus terdapat inisiatifnya sendiri dari interviewee dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.
  • Guided inquiry (inkuiri terbimbing): Dalam guided inquiry kita sebagai interview harus mengembangkan pertanyaan-pertanyaan yang akan diberikan kepada interviewee dalam hal ini kita sebagai interview ikut membimbing dari awal proses hingga akhir.

Nah itu dia beberapa strategi yang bisa kamu terapkan ketika mewawancarai seseorang agar kegiatan kamu bisa berjalan dengan lancar. Jangan lupa diterapkan, ya!

Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak