Imlek adalah momen merayakan kebersamaan keluarga sekaligus menyambut tahun baru dengan harapan dan keberuntungan. Setiap hidangan di meja pun memiliki makna simbolis yang dipercaya membawa berkah.
Meski begitu, ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari karena dianggap membawa kesialan atau energi negatif. Berikut lima makanan yang tidak dianjurkan disajikan saat Imlek beserta maknanya.
1. Bubur

Bubur dilarang saat Imlek karena dianggap sebagai simbol kemiskinan dan nasib buruk. Teksturnya yang encer melambangkan kondisi ekonomi sulit, sehingga menyantapnya di awal tahun dipercaya dapat menghambat rezeki sepanjang tahun ke depan.
Sebagai gantinya, hidangan padat seperti nasi atau kue keranjang lebih diutamakan karena melambangkan kemakmuran dan keberlimpahan. Intinya, menghindari bubur adalah upaya menjaga harapan agar lumbung rezeki tetap penuh di tahun yang baru.
2. Kepiting

Meskipun mewah, kepiting dihindari saat Imlek karena cara jalannya yang menyamping melambangkan nasib yang tidak lurus atau sulit maju dalam karier dan bisnis. Menyajikan kepiting dianggap bisa membawa hambatan yang membuat urusan di tahun baru menjadi berliku dan penuh ketidakpastian.
Selain itu, capitnya yang tajam disimbolkan sebagai pemicu pertengkaran yang dapat merusak keharmonisan keluarga. Sebagai gantinya, hidangan seperti ikan atau udang lebih dipilih karena dipercaya membawa keberuntungan dan kegembiraan yang jauh lebih mulus.
3. Buah Berduri

Buah berduri seperti durian atau sirsak menjadi pantangan saat Imlek karena tekstur tajamnya dianggap melambangkan hubungan yang penuh konflik dan nasib yang sulit. Secara filosofis, duri dipercaya dapat "menusuk" keberuntungan, sehingga kehadirannya dihindari agar rezeki di tahun baru tidak terhambat oleh masalah yang tajam.
Sebagai gantinya, buah berbentuk bulat dan mulus lebih diutamakan karena melambangkan kesempurnaan dan harmoni yang tanpa hambatan. Memilih buah tanpa duri adalah simbol harapan agar kehidupan sepanjang tahun berjalan lancar, damai, dan penuh dengan keberuntungan yang utuh.
4. Tahu Putih

Dalam perayaan Imlek, tahu putih menjadi pantangan utama karena warna putih melambangkan duka dan kematian dalam tradisi Tionghoa. Kehadirannya di meja makan dipercaya dapat memutus aliran keberuntungan dan mengundang energi negatif di awal tahun yang baru.
Pilihlah hidangan dengan warna cerah seperti emas atau merah untuk menjamin simbol kemakmuran tetap terjaga. Memahami detail kecil dalam tradisi ini membantu Anda menyajikan perjamuan yang tidak hanya lezat, tetapi juga penuh dengan doa baik bagi keluarga.
5. Labu

Meskipun labu kaya nutrisi dan lezat, sayangnya makanan ini sebaiknya dihindari saat perayaan Imlek. Dalam tradisi Tionghoa, bunyi nama labu dalam beberapa dialek terdengar mirip kata “sial” atau “kesulitan”, sehingga dianggap membawa energi kurang baik untuk tahun baru.
Selain itu, tekstur lembek dan rasa manis labu dipercaya bisa memengaruhi keberuntungan keluarga secara negatif. Banyak keluarga memilih mengganti labu dengan buah atau sayuran yang bermakna positif, seperti jeruk atau wortel, agar perayaan Imlek tetap membawa kemakmuran dan keharmonisan.
Hindari pantangannya, nikmati keberuntungannya. Dengan pemilihan menu yang tepat, perayaan Imlek kamu tidak hanya akan terasa lezat, tapi juga penuh makna. Selamat mempersiapkan jamuan terbaik untuk orang-orang tersayang!