Lifestyle

Mau ke Garut? Ini 4 Tips Naik Kereta Lokal yang Jarang Diketahui Penumpang

Mau ke Garut? Ini 4 Tips Naik Kereta Lokal yang Jarang Diketahui Penumpang
Bangunan Lama Stasiun Garut (Dok. Pribadi/Rizky Pratama Riyanto)

Liburan murah meriah yang terjangkau bisa dirasakan ketika bepergian ke Garut menggunakan kereta api. Salah satu tiket kereta api yang kerap habis setiap mendekati hari libur adalah Commuter Line Garut.

Kereta lokal yang menempuh jarak 120 km ini diburu penumpang karena dengan membayar tarif Rp14.000 saja sudah bisa sampai di Stasiun Garut. Terlebih lagi, penumpang yang berasal dari kota kecil bisa menaiki kereta ini karena berhenti di 30 stasiun.

Meskipun tergolong kereta subsidi yang dikenal kereta adu dengkul dengan formasi saling berhadapan, tarif murah ini justru sangat bersahabat bagi pelancong yang hemat dalam melakukan perjalanan.

Jika melihat kereta lainnya, seperti Cikuray (Pasar Senen – Garut) dengan tarif Rp45.000 dan Papandayan (Gambir – Garut) bertarif Rp240.000, tentu saja kereta lokal masih menjadi pemenangnya dari segi harga.

Kereta ini memiliki dua jam keberangkatan, yaitu pada pukul 04.25 WIB dan 16.25 WIB dari stasiun asal. Sementara itu, untuk waktu kedatangan, yakni pada pukul 10.21 WIB dan 22.12 WIB di Stasiun Garut.

Biasanya penumpang diimbau untuk datang ke stasiun sebelum 30 hingga 60 menit sebelum waktu keberangkatan. Kemudian, pembelian tiket kereta cukup melalui aplikasi Access by KAI yang nantinya tiket akan dipindai oleh petugas.

Perjalanan menggunakan Commuter Line Garut bisa menghabiskan waktu 6 jam lamanya jika berangkat dari Stasiun Purwakarta atau sebaliknya.

Walaupun selama perjalanan terlihat akan membosankan, mari lakukan empat tips berikut ini untuk mengetahui cara menaiki Commuter Line Garut yang efektif hingga membuat perjalananmu jauh lebih menyenangkan: 

1. Datang Lebih Awal ke Stasiun

Banyak penumpang yang meremehkan waktu keberangkatan kereta api. Padahal, pemeriksaan tiket sudah bisa dilakukan 30 menit atau 1 jam sebelum jadwal keberangkatan.

Selain itu, penumpang kereta lokal sering kali membludak karena tarif yang murah meriah sehingga banyak penumpang datang lebih awal. Sebaliknya, penumpang yang datang kesiangan justru berisiko tidak mendapatkan tempat duduk.

Bahkan, penumpang yang berada di stasiun pemberhentian meski datang lebih pagi pun berisiko, sebab sering kali banyak penumpang yang telah memenuhi kursi sejak stasiun awal.

Setiap penumpang berhak duduk di gerbong mana pun yang berarti siapa cepat, dia dapat. Hindari duduk di kursi prioritas untuk lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas walau tersedia. Kursi tersebut berada di setiap ujung gerbong dilabeli stiker biru.

2. Menyiapkan Makanan dan Minuman

Perjalanan dengan waktu tempuh berjam-jam ini membuat tubuh mudah lapar dan haus. Oleh karenanya, sebelum melakukan perjalanan disarankan untuk membeli camilan, buah-buahan, ataupun air mineral yang cukup. Pastikan tubuhmu tidak mengalami dehidrasi selama di perjalanan.

Makanan dan minuman yang dibawa diharapkan tidak dikonsumsi terlalu banyak karena khawatir sering beranjak ke toilet atau bahkan muncul keinginan untuk buang hajat. Walaupun toilet terdapat di setiap ujung gerbong, berjalan mondar-mandir tentu saja tidak begitu nyaman.

3. Membawa Bank Daya dan Casan

Mengingat durasi perjalanan yang panjang, menjaga gawai tetap menyala adalah hal yang krusial. Bawalah bank daya (powerbank) dari rumah untuk mengisi daya baterai gawai.

Jika tidak memilikinya, kamu tetap bisa membawa pengisi daya (casan) biasa sebagai alternatif saat baterai habis karena stopkontak terdapat di setiap dinding samping di bawah jendela kereta api.

Membawa keduanya akan memastikan dirimu tidak akan mati gaya karena kehabisan baterai selama kurang lebih 6 jam perjalanan. Dengan begitu, kamu bisa terus mendengarkan musik, menonton film, atau mengabari orang rumah tanpa perlu khawatir gawai mati di tengah jalan.

4. Memanfaatkan Waktu Kereta Berhenti

Duduk diam dalam posisi tegak selama berjam-jam pasti akan membuat tubuhmu terasa kaku, pegal, dan lelah. Mengingat Commuter Line Garut ini berhenti di banyak stasiun, manfaatkan momen ketika kereta sedang berhenti cukup lama di stasiun-stasiun besar untuk melakukan peregangan ringan.

Kamu bisa berdiri sejenak di dekat area pintu atau sekadar menggerakkan kaki dan pergelangan tangan di area tempat dudukmu. Hal ini sangat penting untuk melancarkan sirkulasi darah dan menjaga tubuh tetap bugar hingga tiba di stasiun tujuan dengan selamat.

Melalui persiapan yang tepat, perjalanan hematmu menuju Kota Garut justru akan menjadi petualangan yang seru, efektif, dan penuh cerita menyenangkan. Selamat berlibur!

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda