Lifestyle

Mati Listrik saat Bikin Roti? Ini 5 Cara Selamatkan Adonan!

Mati Listrik saat Bikin Roti? Ini 5 Cara Selamatkan Adonan!
Ilustrasi Memanggang Roti (unsplash/Taylor Grote)

Akhir-akhir ini sering sekali mati listrik secara tiba-tiba. Bukan hanya pengguna barang elektronik, seperti komputer, yang merasakan dampaknya. Para bakers yang mengharuskan mereka mengandalkan oven, mixer, atau alat produksi lainnya juga merasa dirugikan.

Mungkin jika roti dibuat dalam partai kecil atau untuk konsumsi pribadi hal ini masih bisa diakali. Ulen dengan tangan atau adonan gagal dibuat olahan lain, seperti roti goreng. Mati listrik di tengah proses produksi bisa menghambat pekerjaan, mengubah hasil akhir roti, bahkan berisiko menimbulkan kerugian.

Kalau kamu pemilik bisnis roti dan mengalami mati listrik saat proses pembuatannya, jangan buru-buru menganggap gagal dan buang adonannya, ya! Terapkan 5 tips ini untuk menyelamatkan adonanmu dari kegagalan!

1. Cek Tahap Adonan Sebelum Melakukan Penanganan

Ilustrasi Membentuk Adonan (pexels/Mikhail Nilov)
Ilustrasi Membentuk Adonan (pexels/Mikhail Nilov)

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah melihat adonan sedang berada di tahap apa. Apakah baru selesai diuleni, sedang fermentasi pertama, atau sudah masuk fermentasi akhir atau proofing. Penanganannya akan berbeda di setiap tahap. Jadi, penting banget untuk tahu sedang ada di tahap mana dan sudah berapa lama proses pembuatan adoanan roti berjalan. Semakin cepat mengetahui kondisi adonan, semakin besar peluang untuk menyelamatkannya.

2. Jika Mati Listrik Saat Menguleni, Lanjutkan dengan Tangan

Ilustrasi Membuat Adonan (pixabay/kravaivan11)
Ilustrasi Membuat Adonan (pixabay/kravaivan11)

Kalau mixer berhenti di tengah proses, jangan langsung menyerah. Adonan masih bisa dilanjutkan dengan teknik hand kneading sampai gluten terbentuk dengan baik.

Tidak secepat mixer memang, tetapi jauh lebih baik daripada menghentikan proses begitu saja. Memang proses lebih lama dan effort lebih besar, terutama untuk adonan porsi besar. Tapi, akan jauh lebih baik apalagi jika listrik mati dalam durasi yang lama.

3. Gunakan Oven Non-Listrik, seperti Oven Kompor

Ilustrasi Oven Tradisional (unsplash/zero take)
Ilustrasi Oven Tradisional (unsplash/zero take)

Oven kompor atau oven tangkring bisa jadi alternatif cepat saat adonanmu sudah berada di tahap akhir proofing untuk menghindari overproofing. Oven ini tidak menggunakan listrik seperti oven pada umumnya, melainkan dipanggang langsung di atas kompor sehingga kapasitasnya tidak sebesar oven listrik.

Selain itu, oven kompor tidak dilengkapi dengan informasi suhu. Jika kamu memutuskan untuk menggunakan oven kompor ini, kamu perlu selalu mengawasi suhu dan besarnya api yang menyala untuk menghindari adonan gosong.

4. Simpan Adonan di Tempat Sejuk untuk Hindari Overproof

Ilustrasi Adonan (unsplash/Claudia Stucki)
Ilustrasi Adonan (unsplash/Claudia Stucki)

Jika tidak ada oven kompor, ada tips lain untuk hindari adonan yang overproof, yaitu dengan menyimpan adonan di tempat yang sejuk dan kering. Jika listrik padam dalam waktu yang lama, kamu bisa letakkan adonan di tempat yang jauh dari sinar matahari lalu tutupi dengan kain atau plastic wrap agar permukaan tidak kering.

Penyimpanan adonan roti juga bergantung dengan suhu sekitar dan cuaca. Jika cuaca sedang panas dan udara sekitar lembap, kemungkinan adonan untuk overproof lebih besar dibanding saat cuaca hujan dan dingin. Penting untuk tahu kondisi sekitar terlebih dahulu untuk menyelamatkan adonanmu.

5. Jika Listrik Mati saat Pemanggangan, Jangan Buka Pintu Ovennya

Ilustrasi Oven (unsplash/Tyson)
Ilustrasi Oven (unsplash/Tyson)

Listrik padam bisa kapan saja dan tanpa pemberitahuan, termasuk saat adonan roti sudah mulai masuk oven. Ada dua hal yang harus kamu lakukan. Pertama, jangan panik. Kedua, jangan buka pintu ovennya. Di dalam oven masih ada sisa panas dari proses pemanggangan dan preheat. Nasib adonanmu juga bergantung dengan berapa lama durasi pemadaman listrik dan pemanggangannya.

Jika listrik padam di bawah 15 menit, lakukan tips di atas. Rotimu akan selamat dan mungkin akan membutuhkan beberapa menit lebih lagi untuk matang sempurna. Jika listrik padam lebih lama dan struktur roti mulai terbentuk, tips tadi juga akan membantu. Namun, kulit roti akan terlihat tidak secantik biasanya dan teksturnya lebih padat.

Mati listrik saat bikin roti memang menjadi tantangan bagi para bakers. Namun, bukan berarti seluruh adonan harus berakhir di tempat sampah. Dengan penanganan yang tepat di setiap tahap produksi, kerugian masih bisa diminimalkan dan kualitas roti tetap terjaga.

Perbedaan paling kentara biasanya ada di warna kulit, kerenyahan, dan waktu panggang. Jadi, bukan berarti rotimu gagal total, ya. Jangan buru-buru dibuang!

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda