Lifestyle
Bukan Emas atau Berlian: 10 Buku 'Tua' Ini Justru Punya Harga Ratusan Miliar Rupiah!
Ketika berbicara tentang barang koleksi bernilai fantastis, banyak orang mungkin langsung membayangkan lukisan karya maestro dunia, berlian langka, atau mobil klasik. Namun, siapa sangka, beberapa buku tua justru memiliki harga yang mampu menyaingi bahkan melampaui aset-aset mewah tersebut.
Bagi sebagian orang, buku hanyalah kumpulan halaman berisi tulisan. Namun, di dunia kolektor dan sejarah, buku tertentu dapat menjadi artefak berharga yang nilainya terus meningkat dari waktu ke waktu. Kelangkaan, usia, kondisi fisik, hingga pengaruhnya terhadap peradaban manusia membuat sejumlah buku diburu dengan harga yang sulit dipercaya.
Tidak sedikit di antaranya yang terjual dalam lelang internasional dengan nilai mencapai ratusan miliar rupiah.
Ketika Buku Menjadi Harta Karun
Buku kuno memiliki daya tarik yang berbeda dibandingkan dengan barang koleksi lainnya. Selain menyimpan pengetahuan, buku juga menjadi saksi perjalanan sejarah manusia.
Semakin sedikit jumlah salinan yang tersisa, semakin tinggi pula nilainya. Apalagi jika buku tersebut pernah dimiliki tokoh penting atau menjadi bagian dari peristiwa bersejarah dunia.
Salah satu contoh paling terkenal adalah Codex Leicester, kumpulan catatan ilmiah karya Leonardo da Vinci. Manuskrip ini berisi berbagai pemikiran sang jenius tentang astronomi, air, fosil, hingga fenomena alam lainnya.
Pada tahun 1994, buku tersebut terjual dalam lelang internasional dan dibeli oleh Bill Gates dengan harga sekitar 53,2 juta dolar AS atau setara lebih dari Rp750 miliar berdasarkan kurs saat ini. Hingga kini, Codex Leicester masih dikenal sebagai salah satu buku termahal yang pernah diperjualbelikan.
Daftar Buku Langka dengan Harga Fantastis
Selain Codex Leicester, sejumlah buku lain juga mencatatkan sejarah dalam dunia lelang internasional:
- Codex Leicester: Karya Leonardo da Vinci ini menduduki posisi puncak sebagai buku dengan nilai jual tertinggi. Isinya berupa catatan tangan asli yang menunjukkan cara berpikir salah satu manusia paling berpengaruh dalam sejarah.
- Kitab Mormon (Book of Mormon): Manuskrip asli yang digunakan sebagai dasar penyusunan Book of Mormon berhasil terjual sekitar 37 juta dolar AS pada tahun 2015. Nilai sejarah dan religiusnya menjadi alasan utama tingginya harga tersebut.
- Sherborne Missal: Naskah liturgi abad pertengahan yang dihiasi ilustrasi artistik luar biasa ini dibeli oleh British Library dengan nilai sekitar 31 juta dolar AS.
- Injil Heinrich der Löwe: Manuskrip keagamaan yang berasal dari abad ke-12 ini pernah terjual sekitar 30 juta dolar AS dalam lelang bergengsi di London.
- Injil St. Cuthbert: Buku mungil berusia lebih dari 1.300 tahun ini dianggap sebagai salah satu buku Eropa tertua yang masih utuh. Nilainya mencapai lebih dari 16 juta dolar AS.
- Magna Carta: Dokumen hukum bersejarah yang menjadi fondasi perkembangan demokrasi modern ini juga masuk daftar buku paling bernilai dengan harga lelang lebih dari 20 juta dolar AS.
- Bay Psalm Book: Sebagai buku pertama yang dicetak di wilayah Amerika Utara, nilainya melonjak hingga sekitar 13 juta dolar AS saat dilelang.
- Rothschild Prayer Book: Buku doa beriluminasi yang terkenal karena keindahan ilustrasinya ini menjadi salah satu manuskrip paling diburu oleh kolektor dunia.
- Birds of America: Karya monumental John James Audubon ini berisi ilustrasi burung berukuran besar yang sangat detail. Buku tersebut pernah memecahkan rekor sebagai buku cetak termahal di dunia.
- The Canterbury Tales: Karya sastra klasik milik Geoffrey Chaucer ini juga masuk jajaran buku dengan nilai lelang fantastis karena kelangkaan salinan aslinya.
Mengapa Harganya Bisa Setinggi Itu?
Harga buku-buku tersebut bukan semata karena usianya yang tua. Ada beberapa faktor yang membuat nilainya melonjak drastis.
Pertama adalah kelangkaan. Beberapa buku hanya memiliki satu atau beberapa salinan yang masih bertahan hingga sekarang. Kedua adalah nilai sejarah. Buku yang memiliki hubungan dengan peristiwa penting dunia tentu memiliki daya tarik tersendiri bagi museum, perpustakaan, maupun kolektor.
Ketiga adalah kondisi fisik. Semakin baik kondisi sebuah buku kuno, semakin tinggi pula harga yang ditawarkan. Terakhir adalah pengaruh budaya dan intelektual yang ditinggalkannya. Banyak buku dalam daftar ini dianggap telah mengubah arah pemikiran manusia atau menjadi tonggak perkembangan ilmu pengetahuan.
Buku Termahal Bukan Buku Tertebal
Menariknya, buku termahal ternyata bukan buku paling tebal di dunia.
Rekor buku tertebal saat ini dipegang oleh Shree Haricharitramrut Sagar, karya Gyanjivandasji Swami yang memiliki lebih dari 12.400 halaman. Beratnya mencapai lebih dari 33 kilogram dengan ketebalan hampir 50 sentimeter.
Selain itu, Indonesia juga pernah mencuri perhatian dunia melalui karya penulis asal Surabaya, M. Mukhlis Bin Arifin, yang menghasilkan buku sangat tebal berjudul Muhammad: The Messenger of God. Karya tersebut sempat masuk catatan rekor dunia karena memiliki lebih dari 5.000 halaman.
Fakta ini menunjukkan bahwa dunia buku menyimpan banyak keunikan. Ada yang menjadi terkenal karena ketebalannya, ada pula yang menjadi legenda karena nilainya yang fantastis.
Lebih dari Sekadar Tumpukan Kertas
Di era digital ketika informasi bisa diakses hanya melalui layar ponsel, keberadaan buku-buku langka ini menjadi pengingat bahwa pengetahuan memiliki nilai yang jauh melampaui harga fisiknya.
Lembaran-lembaran tua yang mungkin tampak biasa bagi sebagian orang ternyata mampu menjadi saksi sejarah peradaban, menyimpan pemikiran para tokoh besar, sekaligus menjadi investasi bernilai ratusan miliar rupiah.
Tak heran jika hingga hari ini, buku-buku tersebut terus diburu dan dijaga layaknya harta karun dunia.