Transformasi Peran Humas Menuju Era New Normal

Tri Apriyani | Dewangga Putra Mikola
Transformasi Peran Humas Menuju Era New Normal
Ilustrasi humas (deposite photos)

Pada masa pandemi,  humas (hubungan masyarakat) memiliki peran strategis dalam menyampaikan segala informasinya tentang Covid-19. Peran humas pada saat itu salah satunya berupa merumuskan dan menjalankan program komunikasi publik.

Program komunikasi ini bisa berupa sosialisasi Covid-19 secara kreatif dan inovatif dengan memanfaatkan kecanggihan media dan teknologi. Para praktisi humas juga melakukan edukasi dan promosi kesehatan untuk masyarakat setempat.

Pesan dan informasi yang disampaikan oleh praktisi humas ini membuat masyarakat menjadi lebih tahu apa yang perlu dilakukan dan bagaimana cara menyikapi pada masa pandemi Covid-19. Melalui humas ini, masyarakat jadi terbiasa hidup bersih dan sehat.

Masyarakat juga jadi lebih rajin mencuci tangan, mengurangi kontak fisik, menggunakan masker saat berpegian, hingga melakukan aktivitas secara online dari rumah.

Pandemi Covid-19 mengharuskan masyarakat untuk dapat beradaptasi. Banyak kebiasaan baru yang muncul. Bahkan, kebiasaan ini telah mengubah gaya hidup semasa pandemi. Hingga pada akhirnya, kebiasaan ini menjadi sesuatu yang normal (New Normal).

New Normal adalah suatu kondisi atau situasi yang akan kembali normal. Situasi ini harus dijalankan publik (semua orang) dalam menghadapi pandemi Covid-19 sampai ditemukan obat atau vaksin baru.

Terciptanya New Normal, baik saat pandemi maupun setelah pandemi, merupakan perubahan bentuk perilaku lama ke perilaku baru masyarakat. Kegiatan seperti belajar, bekerja, berjualan, dan lain sebagainya akan kembali seperti sedia kala (sebelum pandemi), begitu juga dengan profesi humas. Namun, semua kegiatan ini tetap harus memperhatikan protokol kesehatan.

Sebagaimana kita ketahui, selama pandemi Covid-19 banyak aktivitas dilakukan di rumah. Masyarakat jadi lebih aktif menggunakan media digital (daring) untuk mendukung segala kegiatannya, seperti bekerja dan belajar.

Hal ini dibuktikan dengan adanya penelitian oleh Kantar bahwa terjadi 70% peningkatan penggunaan web browser dan 61% akes media sosial sejak pandemi Covid-19.

Melihat data diatas, praktisi humas harus mampu bertransformasi dan mengubah pola kerja. Humas dituntut untuk bisa beradaptasi menghadapi kehidupan baru (New Normal) ini. Perubahan perilaku dan komunikasi masyarakat harus bisa dipahami betul oleh praktisi humas dalam menjalankan tugasnya.

Sebagai gambaran, peran humas sangat krusial dan kritikal. Para praktisi humas menjadih harapan satu-satunya dalam mengkomunikasikan kepada publik melalui informasi-informasinya.

Di samping itu, humas juga harus mampu membangun kepercayaan (public trust) dan reputasi secara instan. Humas memiliki peran untuk menginformasikan berita yang positif di tengah maraknya berita negatif atau hoax pada situasi pandemi Covid-19.

Melihat kondisi yang ada, humas harus membiasakan diri agar tetap produtif dan dapat menyesuaikan diri. Humas tidak boleh terjebak dalam aktivitas pribadinya, seperti mencari follower dan menjadi pecinta like.

Humas harus terus aktif dalam menjalankan komunikasinya. Humas juga dituntut untuk membuat narasi atau teks berita yang positif, konstruktif, dan inspiratif.

Memasuki bulan juni, beberapa kota besar, seperti Jakarta, Semarang, dan Surabaya sedang bersiap menerapkan New Normal.

Semua aktivitas sudah bisa kembali seperti semula. Disinilah peran humas diperlukan. Menghadapi berbagai informasi yang meluber luas, humas harus terlibat aktif dan mengedukasi masyarakat agar informasi yang benar dan layak patut untuk disebarluaskan.

Tantangan lain adalah Humas harus mampu bekolaborasi dan bersinergi dengan instansi lain dalam menghadapi era New Normal. Humas dituntut lebih kreatif dan inovatif dalam menyediakan konten bagi audiensnya. Humas juga harus dapat memetetakan dan memaksimalkan platform yang digunakan masyarakat.

Menghadapi era keterbukaan ini, humas harus mampu mengkonversi segala bentuk komunikasi menjadi going digital. Misalnya, kegiatan live streaming, rapat lewat video conference, dan berbagai program virtual lainnya. Untuk itu, para praktisi humas harus siap dengan sistem kerja yang lebih fleksibel.

Walau nantinya, beberapa kegiatan sudah bisa kembali normal, humas harus dapat menyiapkan segala sarana dan prasarana sesuai dengan standar protokol kesehatan agar dapat memberikan kenyamanan bagi publik.

Oleh: Dewangga Putra Mikola / Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak