facebook

KKM-DR Arjani Berinovasi, Bantu Tingkatkan Pemasaran Produk UMKM di Kemiren

KKM-DR Arjani
KKM-DR Arjani Berinovasi, Bantu Tingkatkan Pemasaran Produk UMKM di Kemiren
KKM-DR Arjani Bersama Kepala Desa, Staff, Ustadz/ah TPQ, dan Pokdarwis (Doc/KKM-DR Arjani)

KKM-DR Pokja Arjani telah melakukan program KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) UIN Malang di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Program tersebut dilaksanakan selama satu bulan, yaitu 28 Desember 2021 hingga 28 Januari 2022. Setelah pandemi di Indonesia mereda, diharapkan mahasiswa UIN Malang semester V (lima) dapat memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat untuk memperbaiki beberapa aspek yang kondisinya tidak stabil selama pandemi.

KKM dengan tema “Moderasi Beragama dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat Pasca Pandemi” ini menjadi acuan Pokja Arjani membuat program kegiatan. Salah satunya inovasi pemasaran produk UMKM untuk meningkatkan ekonomi masyarakat desa Kemiren. UMKM yang menjadi perhatian adalah usaha Bolu Llemben milik Bu Baiyah atau sering dipanggil Mbok Iyah.

Kemasan Bolu Klemben Mbok Iyah Sebelum Diperbarui

Kemasan sebelumnya
Kemasan sebelumnya (KKM-DR Arjani)

Mbok Iyah adalah salah satu pelaku UMKM di Kemiren yang menjadi produsen Bolu Klemben, tetapi belum memiliki brand sendiri. Berangkat dari masalah tersebut, Pokja Arjani berinisiatif membuat brand “Bolu Klemben Mbok Iyah” dan memperbaiki kemasannya. Brand tersebut terinspirasi dari nama produsen yakni Bu Baiyah.

Harapan dibuatnya brand itu agar memiliki keunikan tersendiri, di samping juga memudahkan konsumen dalam mengenali produk tersebut. Sehingga, ketika konsumen membeli dan puas dengan produknya, mereka akan membeli klemben milik Mbok Iyah. Dari segi kemasan, produk ini sebelumnya hanya dengan plastik klip satu persatu dan dikemas dalam kardus atau kantong plastik besar. Kemasan ini menjadi perhatian Pokja Arjani untuk membuat yang lebih praktis dan ekonomis, yaitu dengan standing pouch.

Mereka menilai dengan kemasan lebih praktis dibawa untuk dijadikan oleh-oleh khas Banyuwangi, khususnya Desa Kemiren. Selain itu, kemasan seperti itu akan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan dengan kemasan sebelumnya. Dengan kemasan yang terlihat lebih menarik, nilai jual produk pun akan meningkat, tetapi untuk produk ini masih dalam harga wajar.

Untuk Bolu Klemben Mbok Iyah sendiri, per pouch dijual dengan harga Rp 35.000. Harga ini sepadan dengan kualitas klemben yang dihasilkan, manis, lembut, dan tanpa bahan pengawet maupun perasa tambahan. Pokja Arjani melihat harga itu tidak mahal dibandingkan dengan kualitasnya, sehingga worth it to buy.

Kemasan Bolu Klemben Mbok Iyah Setelah Diperbarui

Kemasan Setelah Diperbarui
Kemasan Setelah Diperbarui (Doc/KKM-DR Arjani

Selain membuat brand dan memperbaiki kemasan, Pokja Arjani membantu pemasaran melalui media sosial. Hal ini dilakukan karena sistem produksi di UMKM tersebut dengan pesanan, sehingga dirasa tidak bisa jika memasarkan produk secara offline dengan menitipkan di toko-toko.  Ketika ditanyakan kepada produser alasan menggunakan sistem pesanan saja, karena ketika ada pesanan dengan jumlah yang sangat banyak tidak ada waktu dan SDM yang memadai untuk membuat produk non pesanan.

Salah satu hal penting yang perlu dipertimbangkan saat pemasaran melalui media sosial yaitu admin atau pengelola. Inovasi pemasaran produk Bolu Klemben Mbok Iyah juga dilakukan Pokja Arjani bekerjasama dengan salah satu anggota Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata). Sehingga, ketika program KKM berakhir akun media sosial produk tersebut akan dikelola olehnya.

Untuk sementara, selama KKM, Pokja Arjani menjadi pengelola media sosial produk Bolu Klemben Mbok Iyah melalui Instagram @klemben_kemiren. Sedangkan admin untuk akun Shopee @food enthusiast dan WhatsApp mereka meminta bantuan salah satu keponakan Mbok Iyah sekaligus salah satu anggota Pokdarwis. Bukan hanya itu, mereka juga menjadwalkan pemasaran melalui WhatsApp pribadi agar konsumen dari berbagai daerah yang kontaknya tersimpan tahu produk tersebut dan tertarik membeli tanpa harus datang ke Kemiren. 

Walaupun hanya dilakukan selama satu bulan, Pokja Arjani berharap kontribusi mereka dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Kemiren, khususnya melalui UMKM. Harapan Pokja KKM-DR UIN Malang tersebut bagi usaha Bolu Klemben Mbok Iyah mudah-mudahan dapat lebih berkembang lagi dalam aspek manajemennya, khususnya pemasaran agar menjadi produk yang dituju konsumen dan wisatawan yang datang ke Kemiren sebagai oleh-oleh.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak