Sering Dilakukan, Ini 3 Kelebihan dan Kekurangan dari Kegiatan Daur Ulang!

Hikmawan Firdaus | Ahmad Irfan Ramadhan
Sering Dilakukan, Ini 3 Kelebihan dan Kekurangan dari Kegiatan Daur Ulang!
Ilustrasi Daur Ulang Sampah (Unsplash.com)

Sebagian masyarakat menganggap daur ulang merupakan salah satu solusi terbaik untuk mengurangi sampah dan dampaknya terhadap lingkungan. Meskipun fungsinya sederhana, yaitu menggunakan kembali produk lama atau limbah dan mengubahnya menjadi sesuatu yang baru, daur ulang juga memiliki kekurangan. Berikut ini adalah 3 kelebihan dan kekurangan daur ulang.

Kelebihan Daur Ulang

1. Pelestarian dan perlindungan lingkungan

Penggunaan kertas secara terus menerus menyebabkan banyaknya pohon yang digunakan untuk produksi. Tetapi, ada juga kertas yang terbuat dari pohon-pohon tertentu dan dapat digunakan secara berulang kali (didaur ulang). Hal ini dapat meminimalisir terjadinya deforestasi (penebangan).

2. Mengurangi konsumsi energi

Mengangkut bahan mentah melibatkan penggunaan energi yang sangat besar. Pengolahan bahan baku juga membutuhkan energi yang cukup besar untuk sampai dari sumber ke tujuan. Dengan mendaur ulang kertas berarti mengonsumsi lebih sedikit energi daripada memproses pohon. Hal yang sama juga berlaku saat mendaur ulang atau menggunakan kembali kayu.

3. Mengurangi polusi udara dan air

Sumber utama polusi saat ini adalah limbah industri yang berasal dari pabrik yang memproduksi plastik dan kaleng. Jika kedua produk tersebut digunakan kembali, polusi dapat berkurang secara signifikan. Daur ulang juga mendorong pengelolaan dan pembuangan limbah plastik dan kaleng dengan tepat.

Kekurangan Daur Ulang

1. Lebih banyak polusi dan konsumsi energi

Ini kontradiktif, tetapi kenyataannya mendaur ulang berton-ton sampah akan membutuhkan limbah untuk diangkut, disortir, dibersihkan, dan diproses di pabrik yang terpisah, yang semuanya membutuhkan energi dan dapat menghasilkan produk sampingan yang dapat mencemari udara, air, atau tanah. Ketika lebih banyak truk yang digunakan untuk mengambil produk yang dapat didaur ulang, polusi udara juga akan meningkat. Faktanya, knalpot dari 179.000 kendaraan pengangkut sampah pada tahun 2009 mengandung tiga lusin racun yang semuanya mengudara.

2. Mengakibatkan polutan

Ketika bahan limbah terurai, polutan, seperti rebusan kimia akan merusak lingkungan. Racun dan kotoran dari bahan asli, seperti cat timbal atau kaleng semprot, dapat melewati daur ulang dan kemudian terbawa melalui produk daur ulang. Lebih buruk lagi, bisa memakan waktu bertahun-tahun sebelum kita menyadari bahwa barang-barang yang kita gunakan telah terkontaminasi. Baja daur ulang yang digunakan pada bangunan di Taiwan misalnya, telah menyebabkan keracunan radiasi gamma selama 12 tahun terakhir.

3. Peningkatan biaya pemrosesan dan pekerjaan berkualitas rendah

Biaya daur ulang bisa tiga kali lipat dari biaya membuang sampah ke tempat pembuangan akhir. Inilah sebabnya mengapa daur ulang sering dianggap hemat biaya, meskipun ramah lingkungan. Prosesnya juga padat karya. Bahkan, ketika kebutuhan tenaga kerja tinggi, jenis pekerjaan yang terlibat dapat menyebabkan rendahnya moral dan kualitas hidup yang buruk karena upahnya yang rendah.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak