Waspada PMK! Mahasiswa KKN Undip Menjawab Keresahan dengan Penyuluhan

Nurul Hidayah
Waspada PMK! Mahasiswa KKN Undip Menjawab Keresahan dengan Penyuluhan
Mahasiswa KKN Undip (Dok. Pribadi/Nurul Hidayah)

Wabah PMK bukanlah kasus yang baru di Indonesia. Sejarah mencatat, pada tahun 1887 di Malang, Jawa Timur telah terjadi kasus PMK pertama kali. Kemudian hingga pada tahun 1986 Indonesia dinyatakan bersih dari kasus PMK. Namun muncul kembali pada April 2022 di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Wabah PMK menjadi bencana bagi peternak sapi di Desa Kembang, karena kebanyakan sapi yang dipelihara merupakan jenis sapi perah. Jenis sapi perah apabila terserang wabah PMK akan mengurangi daya produksi susunya. Angka kematian kasus PMK di Desa Kembang sebesar 2 kematian pada tiap 10 kasus PMK. Kematian akibat PMK lebih banyak terjadi pada anak sapi yang berusia kurang dari 2 bulan. Ketidaktahuan peternak mengenai pencegahan dan penanganan kasus PMK pada ternak menyebabkan wabah PMK di Desa Kembang cepat  menyebar, dimana peternak disetiap dukuh sudah melaporkan adanya kasus PMK di lingkungan mereka. 

Oleh karena itu untuk membantu peternak sapi di Desa Kembang Nurul Hidayah(21) mahasiswa Peternakan KKN TIM II UNDIP melakukan sosialisasi penyuluhan mengenai gejala, pencegahan, penularan dan penanganan penyakit PMK pada ternak.

Penyuluhan dilakukan dalam forum perkumpulan bapak-bapak di Dukuh Sidodadi RT 01/RW 08. Penyuluhan dilakukan pada Kamis 14 Juli, pukul 19.00 WIB yang dihadiri oleh 40 orang warga Dukuh Sidodadi. Leaflet berisi informasi mengenai gejala, cara penularan, penanganan dan pengobatan mengenai penyakit PMK dibagikan pada warga yang hadir dalam penyuluhan.

“Setelah mengikuti penyuluhan saya jadi tau ternyata peralatan kandang seperti milkcan (wadah tempat susu) juga bisa menjadi perantara penularan PMK” ujar Sukisnanto (51) salah satu peternak sapi perah yang ditanyai setelah kegiatan usai. Selain dilakukan di dalam forum perkumpulan bapak-bapak di Dukuh Sidodadi penyuluhan juga dilakukan secara door to door ke peternak sekitar. 

Mengingat cukup banyaknya kasus PMK di Desa Kembang penyuluhan dilakukan kembali dengan target sasaran yang lebih banyak. Nurul Hidayah (21) mahasiswi KKN Tim II Undip kembali melakukan  sosialisai menganai PMK bersama Tim KKN Kelompok 9 Desa Presisi UNS-IPB dengan membantu menjembatani dialog antara peternak dengan Dinas Peternakan Kabupaten Boyolali yang diwakili oleh drh. Suratna, selaku Kepala UPT Poskeswan Ampel pada tanggal 28 Juli 2022 di Balai Desa Kembang. 

Dialog antara peternak sapi dengan instansi pemerintahan diharapkan mampu memberikan pencerahan terhadap para peternak sapi. Dialog tersebut memberikan pengetahuan supaya para peternak tidak terlalu khawatir terhadap kasus PMK yang terjadi. Asalkan dengan penanganan yang tepat, seperti memisahkan antara sapi yang terindikasi kasus PMK dengan sapi sehat, membersihkan kandang secara rutin, serta menjaga mobilitas sapi agar tetap steril dan jauh dari lokasi kasus PMK.

Selain itu pada akhir acara drh. Suratna, Kepala UPT Poskeswan Ampel bersama KKN  Undip dan Tim KKN Kelompok 9 Desa Presisi UNS-IPB melakukan kunjungan ke peternak untuk pemeriksaan pada ternak dan mempraktekkan langkah-langkah pencegahan kasus PMK.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak