Menjelang perayaan Imlek, berbagai tradisi dan pantangan masih dijaga oleh banyak keluarga Tionghoa hingga hari ini. Meskipun sebagian terdengar sederhana, bahkan terkesan sepele, setiap kebiasaan memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan harapan, keberuntungan, dan keseimbangan hidup.
Tradisi-tradisi ini bukan sekadar ritual turun-temurun, melainkan cara untuk mempersiapkan diri menyambut tahun baru dengan niat dan energi yang lebih baik. Berikut adalah tujuh tradisi dan pantangan menjelang Imlek:
1. Mengenakan Pakaian Baru dan Berwarna Merah
Mengenakan pakaian baru saat Imlek melambangkan awal yang segar dan semangat menyambut tahun yang baru. Warna merah dipercaya membawa keberuntungan, kebahagiaan, serta perlindungan dari energi negatif. Karena itu, banyak keluarga sengaja menyiapkan baju khusus Imlek sebagai simbol meninggalkan masa lalu dan membuka lembaran hidup yang lebih baik.
2. Membersihkan Rumah Sebelum Imlek
Membersihkan rumah sebelum Imlek dimaknai sebagai upaya membuang kesialan dan energi buruk yang tertinggal sepanjang tahun. Kegiatan bersih-bersih ini dilakukan sebelum hari perayaan agar rumah siap menyambut keberuntungan baru. Tradisi ini juga menekankan pentingnya persiapan dan keteraturan sebelum memasuki fase hidup yang baru.
3. Tidak Menyapu pada Hari Imlek
Menyapu rumah pada hari pertama Imlek dipercaya dapat menyapu pergi rezeki dan keberuntungan yang baru datang. Jika rumah perlu dirapikan, sebagian orang memilih membersihkannya secara ringan menggunakan tisu atau lap basah. Pantangan ini menjadi pengingat simbolis agar rezeki yang datang dijaga, bukan justru dihilangkan.
4. Tidak Membuang Sampah pada Hari Pertama
Membuang sampah saat Imlek dianggap sama dengan membuang hoki dan kelimpahan. Oleh karena itu, banyak keluarga menahan sampah hingga hari berikutnya. Tradisi ini mengajarkan makna tentang menghargai dan menyimpan rezeki yang telah diperoleh.
5. Menjaga Ucapan dan Menghindari Pertengkaran
Imlek adalah momen penting untuk menjaga perkataan dan emosi. Ucapan negatif, keluhan, atau pertengkaran diyakini dapat memengaruhi suasana hati dan keberuntungan sepanjang tahun. Karena itu, suasana damai dan kata-kata baik diutamakan sebagai bentuk doa.
6. Tidak Memotong Rambut
Memotong rambut saat Imlek sering dihindari karena dipercaya dapat memotong rezeki atau umur panjang. Banyak orang memilih merapikan diri sebelum Imlek agar tetap tampil rapi tanpa melanggar pantangan ini. Maknanya adalah mempertahankan hal-hal baik yang telah dimiliki.
7. Menghindari Memecahkan Barang
Memecahkan barang seperti piring atau gelas saat Imlek dipercaya membawa pertanda kurang baik. Jika hal ini terjadi secara tidak sengaja, biasanya orang akan segera mengucapkan kata-kata penangkal sebagai simbol menolak kesialan. Tradisi ini menekankan pentingnya keharmonisan dan kehati-hatian di awal tahun.
Di tengah perubahan zaman, tradisi Imlek mungkin mengalami penyesuaian, tetapi makna dasarnya tetap relevan. Menjaga kebiasaan ini bukan sekadar soal kepercayaan, melainkan bentuk penghormatan pada nilai-nilai leluhur. Imlek menjadi momen untuk berhenti sejenak, merefleksikan diri, dan menyambut tahun baru dengan sikap yang lebih bijak dan penuh harapan.