Bule Ngeyel Bangun Tenda saat Nyepi sampai Ditegur Pecalang di Bali, Netizen Geram: Deportasi Aja

Rizky Melinda Sari
Bule Ngeyel Bangun Tenda saat Nyepi sampai Ditegur Pecalang di Bali, Netizen Geram: Deportasi Aja
Bule nekat kemah di pantai saat Nyepi adu mulut dengan Pecalang (Instagram)

Aksi para turis terkhusus bule yang berkunjung ke Bali kembali menarik perhatian publik. Pasalnya, akhir-akhir ini banyak beredar video yang memperlihatkan para turis bule melakukan hal-hal yang dianggap tidak menghormati budaya Bali.

Terbaru, ada sebuah video yang memperlihatkan sepasang bule mendirikan sebuah tenda di sebuah bale di pinggir pantai, bertepatan dengan momen Hari Raya Nyepi di Bali. Para pecalang atau polisi tradisional rakyat Bali pun terlihat mendatangi dan menegur sepasang bule tersebut. 

"Viral di medsos sepasang WNA memasang tenda di sebuah bale bengong di pinggir pantai Purnama. Sepasang WNA camping di pantai Purnama Sukawati pada saat umat Hindu merayakan Nyepi pada 22/3/2023," tulis caption yang diunggah oleh akun Instagram @infobandung.

BACA JUGA: Heboh Patung Bunda Maria di Kulon Progo Ditutup Terpal, Ini Penyebabnya

"Karena berada di daerah umum kemudian kedua WNA tersebut diperingati petugas (pecalang), terjadi adu argumen antara WNA tersebut dengan petugas karena merasa dirinya benar. WNA tersebut digiring ke Polsek Sukawati," tambahnya

Beberapa pecalang terlihat mengerumuni dan berusaha menjelaskan peraturan yang ada di Bali terkait Adat dan Budaya pada Hari Raya Nyepi, tetapi bule laki-laki tersebut terlihat tidak mau kalah begitu saja. 

Aksi sepasang bule yang adu mulut dan tidak mau mengalah ini pun dinilai netizen tidak bisa menghargai masyarakat Bali. Mereka mengaku geram dengan kelakuan para turis ini.

"Kok jadi banyak bule bule ngeselin sih, ngotor-ngotorin Bali aja! Kudu deportasi aja langsung yang rese dan yang kere, penuh penuhin Bali aja," ujar pemilik akun @melin***.

BACA JUGA: Kapolres Kulon Progo Klarifikasi Buntut Penutupan Patung Bunda Maria, Sebut Ada Kesalahan Narasi dari Anggota

"Pemerintah Bali dan pemerintah pusat jangan hanya mengejar atau hanya welcome dengan uang yang datang masuk ke negara kita saja, tapi juga memikirkan sampah sampah yang timbul dari uang datang tersebut," tulis seorang warganet dengan nama akun @dekna***.

"Agar tempat yang kalian jual sebagai pariwisata itu tetap terjaga kelestarian, keindahan, dan nilai sakralnya. Karena itu yang selalu menjadi pemikat uang luar negeri itu datang kembali," lanjutnya.

"Yang kayak gini emang harus ditindak tegas biar gak menjadi contoh buat bule bule lain," ujar seorang netizen dengan nama akun @khasn***.

Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak