News
Selain Sianida Jessica-Mirna, Ini 5 Kasus Pembunuhan Lain yang Bikin Geger
Kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin yang terjadi pada 2016 silaml, kembali mencuat ke permukaan usai dirilisnya film dokumenter Netflix berjudul Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso.
Sejak pertama kali kasus pembunuhan ini mencuat ke publik, banyak masyarakat yang turut memperhatikan perkembangannya. Bahkan persidangan kasus kopi sianida itu menjadi berita utama di berbagai media.
Selain kasus Jessica-Mirna, banyak kasus pembunuhan lain yang menjadi perhatian besar masyarakat Indonesia dan viral pada masanya. Disadur dari arsip berita Suara berikut merupakan lima kasus pembunuhan yang pernah membuat geger Indonesia!
1. Kasus Kematian Ade Sara

Pada 5 Maret 2014 Ade Sara Angelina Suroto (19) ditemukan tewas di pinggir tol Bintara, Bekasi, Jawa Barat. Tiga hari sejak ditemukannya jasad Ade Sara, polisi berhasil menangkap dua orang pelaku pembunuhan.
Dua orang tersebut bernama Ahmad Imam Al Hafitd dan Assyifa Ramadhani. Kasus ini menggemparkan masyarakat Indonesia setelah terungkap fakta bahwa Hafitd merupakan mantan kekasih Ade Sara. Sementara itu Assyifa merupakan kekasih baru Hafitd.
Sebelum meninggal dunia, Ade Sara dianiaya oleh kedua pelaku selama 26 jam. Peristiwa penganiayaan itu terjadi di dalam mobil milik Hafitd. Bahkan setelah Ade Sara meninggal dunia, jasadnya tetap diletakan di kursi belakang mobil.
Hafitd dan Assyifa kemudian membawa jasad Ade Sara berkeliling Jakarta dan sekitarnya hingga kemudian membuangnya di pinggir tol. Hafitd dan Assyifa mendapat hukuman penjara seumur hidup.
2. Kasus Kematian Akseyna

Akseyna Ahad Dori merupakan mahasiswa Universitas Indonesia yang ditemukan meninggal pada 26 Maret 2015 di Danau Kenanga, Kampus UI Depok. Pada mulanya polisi menduga kematian Akseyna sebagai kasus bunuh diri.
Dugaan tersebut tak terlepas dari ditemukannya sebuah surat di dinding kamar kos Akseyna, yang diduga sebagai pesan terakhir miliknya. Selain itu, polisi juga menemukan batu di dalam tas yang ditemukan bersama jasad Akseyna.
Setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut, polisi menyatakan Akseyna diduga meninggal karena dibunuh dan bukan bunuh diri.
BACA JUGA: Gramedia Buka Gudang, Pengunjung Serbu Diskon Buku
Kesimpulan itu muncul setelah adanya bukti-bukti baru yang ditemukan. Polisi menemukan kerusakan di bagian belakang sepatu Akseyna. Hal ini mengindikasikan Akseyna diseret oleh seseorang.
Selain itu, berdasarkan hasil visum, ditemukan luka-luka tidak wajar di tubuh Akseyna. Di wajah Akseyna terdapat luka lebam.
Hingga saat ini polisi belum menemukan siapa sebenarnya pelaku pembunuhan Akseyna.
3. Kasus Babe Baekuni

Pada Januari 2010 masyarakat Indonesia pernah digegerkan oleh penemuan potongan tubuh anak laki-laki di dua tempat berbeda, yakni di Banjir Kanal Timur dan Sungai Rawa Teratai Cakung.
Setelah melakukan identifikasi dan tes DNA diketahui potongan tubuh tersebut milik seorang anak laki-laki bernama A (9). Anak laki-laki itu merupakan seorang pengamen jalanan yang biasa beraktivitas di sekitar Terminal Pulo Gadung.
Berdasarkan informasi dari orang tua korban, diketahui bahwa A bersama pengamen lainnya dekat dengan pedagang rokok asongan di Pulo Gadung yang kerap disapa Babe. Babe memiliki nama asli Baekuni.
Informasi tersebut membuat polisi langsung bergerak mengamankan Babe. Babe pun mengakui telah membunuh A. Babe bahkan tak hanya membunuh tapi juga melakukan kekerasan seksual terhadap korban.
Di hadapan penyidik, Babe Baekuni mengaku telah membunuh dan menyodomi 10 anak jalanan sejak 1993 hingga 2010. Baekuni kemudian dijatuhi hukuman mati.
4. Kasus Ryan Jombang

Ryan Jombang merupakan pembunuh berantai yang pernah menggemparkan Indonesia pada tahun 2008 silam. Terungkapnya aksi kriminal Ryan Jombang bermula dari ditemukannya jasad korban mutilasi di sebuah lahan kosong di dekat Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan.
Jasad tersebut teridentifikasi sebagai Heri Santoso (40) seorang manajer perusahaan swasta di Jakarta.
Polisi kemudian berhasil menangkap Ryan setelah wajahnya terekam kamera CCTV saat menggunakan kartu ATM milik Heri. Polisi kemudian mengungkap, Ryan menghabisi nyawa Heri karena motif asmara.
Ryan cemburu ketika tahu Hari memiliki perasaan pada seorang pria bernama Noval yang merupakan kekasih Ryan.
Di hadapan penyidik, Ryan mengaku pernah membunuh 10 orang di Jombang. Aksi kejinya itu ia lakukan di rumahnya sendiri. Aksinya itu kemudian diganjar dengan hukuman mati.
5. Perampokan Pulomas

Pada Senin, 26 Desember 2016 silam komplotan perampok memasuki rumah milik Dodi Triono di Pulomas, Jakarta Timur. Mereka masuk sambil membawa golok dan senjata api.
Komplotan perampok yang berhasil masuk ke dalam rumah langsung mengintimidasi seluruh penghuni rumah. Sebelas orang yang ada di rumah tersebut di sekap di dalam kamar mandi berukuran 1,5x2 meter.
Sebelas orang tersebut berdesakan di dalam ruang sempit yang minim oksigen. Mereka semua terjebak selama satu malam.
Pertolongan baru datang pada Selasa, 27 Desember 2016 pukul sembilan pagi. Seorang kerabat yang berkunjung ke rumah Dodi meminta pertolongan setelah mendengar teriakan minta tolong.
Sebelas orang korban akhirnya dapat dievakuasi, tapi enam di antaranya sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Pada Rabu, 28 Desember 2016 polisi berhasil menangkap komplotan perampokan sadis itu. Ramlan, Erwin, dan Sinaga berhasil ditangkap di hari yang sama.
Ramlan tewas usai ditembak karena berusaha melarikan diri. Sementara itu satu orang lagi bernama Yus Pane sempat buron dan baru berhasil ditangkap pada 1 Januari 2017.
Itulah lima kasus pembunuhan yang pernah membuat geger Indonesia selain sianida Jessica-Mirna.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS