News

Jembatan Bisa Terlewat, Krueng Meureudu pun Menggeliat

Jembatan Bisa Terlewat, Krueng Meureudu pun Menggeliat
Jembatan Krueng Tingkeum kembali berfungsi. [Dok. Istimewa]

Aceh berduka. Banjir bandang meluluhlantakkan tanah yang dikenal dengan sebutan serambi Mekah itu. 

Terjangan air menghantam rumah penduduk, merusak fasilitas umum, mencabik jalan dan mengobrak-abrik jembatan penghubung. 

Banjir usai, kepedihan langsung menyeruak. Banyak yang kehilangan keluarga dan orang terdekat. 

Belum lagi tempat tinggal dan harta benda yang lenyap tak bersisa. Lumpur di mana-mana seolah menelan kehidupan. 

Warga Aceh harus melewati dinginnya malam tanpa kasur empuk dan selimut hangat. 

Akses Jalan jembatan Kr Meureudu kembali bisa digunakan. Dok. Istimewa)
Akses Jalan jembatan Kr Meureudu kembali bisa digunakan. Dok. Istimewa)

Untuk beberapa hari mereka juga harus berjuang melawan kelaparan dan kehausan,juga rasa kehilangan suasana rumah.

Akses jalan yang terputus membuat warga aceh sulit untuk mencari makanan. Begitupun dengan bantuan yang sulit menjangkau jalur darat karena parahnya kerusakan. 

Ada yang memilih bertahan di tenda seadanya, ada juga yang bergerak puluhan kilometer untuk mencari makanan, pakaian bahkan mungkin obat-obatan. 

Jalanan rusak memang menyulitkan langkah mereka. Meskipun begitu asalkan bisa dilewati mereka akan tetap berusaha. 

Jembatan penghubung menjadi akses krusial yang harus segera diperbaiki agar segera bisa digunakan. Hal ini tentu menjadi point penting bagi pemerintah. 

Penanganan *sat set" dilakukan agar daerah terisolir bisa segera tersentuh bantuan. 

Jembatan Krueng Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya menjadi salah satu jembatan yang yang rusak akibat diterjang .

Krueng Meureudu terletak di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Indonesia. Daerah ini memiliki jembatan penting yang bernama Jembatan Krueng Meureudu. 

Jembatan ini yang merupakan bagian dari jalur Lintas Timur Aceh dan penghubung antara Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Bireuen. 

Jembatan yang sempat rusak parah akibat banjir bandang, kini telah diperbaiki dan dibuka kembali pada 12 Desember 2025. Krueng Meureudu juga memiliki Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Krueng Meureudu yang mengelola air bersih di daerah tersebut 

Dengan demikian seluruh akses lalu lintas di seluruh Aceh Timur sudah terhubung, hingga hidup mereka menggeliat.

Sebelum dibuka fungsional Kementerian PU telah melakukan uji kelayakan dengan melakukan uji beban sehingga dinyatakan aman untuk dibuka untuk umum.

Kementerian PU bersama Bina Marga saat ini fokus untuk membuka akses jalan menuju Aceh Tengah dan ditargetkan akhir Desember 2025 sudah bisa tembus.

Kini warga Aceh Timur bisa sedikit bernafas lega karena Oprit Jembatan Krueng Meureudu, Kabupaten Pidie banjir kini telah selesai diperbaiki. 

Jembatan Krueng Meureudu yang selama ini menjadi penghubung, sudah kembali dibuka. Sehingga lalu lintas bisa lebih mudah. 

Dibukanya jembatan ini jelas membuka akses jalan di jalur timur. 

Lalu lintas pun berangsur pulih kehidupan menggeliat setelah jembatan Krueng Meureudu dibuka. 

Rini Marleni, dari PPK 1.2 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh,mengkonfirmasi hal ini. 

Rini menyatakan bahwa mulai Jumat (12/12/2025) warga sudah bisa melintasi jembatan dilintasi kembali.

“Penanganan sementara terhadap kerusakan oprit Jembatan Krueng Meureudu sudah dilakukan," ujarnya. 

Hal ini tentu membuat masyarakat bersyukur karena diberi kemudahan dalam berlalu lintas.

Perlu diketahui bahwa oprit menjadi jalan pendekat atau timbunan tanah di bagian pangkal jembatan yang berfungsi menghubungkan jalan dan lantai jembatan.

Masih menurut Rita, Jembatan Krueng Meureudu berada pada ruas Jalan Meureudu–Pidie Jaya.

Jalur ini merupakan jalur penting penghubung menuju Kabupaten Bireuen.

Sebelumnya lumpur tebal sisa banjir membuat perjalanan terhambat karena menyulitkan gerak.

Karenanya ,PJN Aceh juga bergerak cepat menyelesaikan pembersihan jalan pendekat Jembatan Krueng Meureudu dari lumpur tebal sisa banjir bandang tersebut.. 

Sebagai tambahan BPJN Aceh telah melakukan sejumlah penanganan . Penangan yang dilakukan diantaranya penimbunan oprit jembatan serta pemasangan batu boulder.

"Ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan akses jalur nasional Lintas Timur Aceh," tambahnya.

Lalu sudah sejauh mana proses penanganan dampak banjir di Aceh ini.

Pengerjaan masih dilakukan dan terus berjalan, sejak Kamis (04/12/2025) progres penanganan dilaporkan telah mencapai 25 persen dimana estimasi waktu pengerjaan sekitar 10 hari.

Pengerjaan terus dikebut agar bisa selesai hingga masyarakat segera bisa memulihkan kehidupan dengan akses yang normal.

Bencana alam seyogyanya menjadi pengingat kepada manusia bahwa agar hati-hati dan serakah dalam memanfaatkan alam. 

Jika memang sudah terjadi maka alam memberi peringatan pada kita untuk bijak dalam memperlakukan alam. 

Harta benda bisa saja hilang, sanak saudara mungkin menjadi korban, tapi kita jangan hilang harapan. Saatnya Aceh bangkit dan melanjutkan hidup , hel yang sama untuk warga Sumatra Utara dan selatan yang juga terdampak bencana.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda