Banda Neira 'Tak Apa Akui Lelah': Enak Didengarkan, Lirik Relate Dirasakan

M. Reza Sulaiman | Tika Maya Sari
Banda Neira 'Tak Apa Akui Lelah': Enak Didengarkan, Lirik Relate Dirasakan
Banda Neira 'Tak Apa Akui Lelah' (Youtube/Banda Neira)

Akhir-akhir ini, di media sosial mulai bertebaran beragam informasi yang asli membuat tertekan (down). Entah kasus hutan Papua yang berubah menjadi kebun sawit, kasus korupsi gila-gilaan, laju inflasi yang menggila, atau bahkan situasi geopolitik global yang memanas. Desas-desus dunia terasa sangat sibuk. Ditambah lagi, kehidupan pribadi yang kerap diusik oleh pertanyaan: "Kapan nikah?"

Sejujurnya, lelah. Hingga akhirnya, aku menemukan satu lagu dari Banda Neira yang sukses membuat terhenyak. Tercenung, tiba-tiba hampa sejenak, sebelum mata berusaha menahan airnya. Barangkali kelilipan.

Tak apa
Akui lelah
Mundur sejenak beri waktu tuk diri sendiri
Tak apa, ambil jeda

Dirilis Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda

Mengutip dari kanal YouTube Banda Neira, "Tak Apa Akui Lelah" adalah salah satu singel yang tergabung dalam album Tumbuh dan Menjadi, dan dirilis pada tanggal 28 Oktober 2024. Ya, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, dan liriknya sangat relate dengan para pemuda.

Liriknya ditulis oleh tangan-tangan piawai Ananda Badudu dan Sasha, yang sekaligus mengisi vokal. Tidak hanya menulis lagu dan vokal, Ananda Badudu ternyata juga turut menciptakan notasi dan akor, serta menjadi gitaris di lagu ini, lho!

Kemudian untuk barisan pemegang dawai, Banda Neira kembali menggaet Ruang String Quartet. Di mana terdapat Saptadi Kristiawan di biola 1, Oscar Artunes di biola 2, Wasita Adi pada viola, dan Jeremia Kimosabe pada selo. Tidak tanggung-tanggung, Indra Perkasa sang produser album Tumbuh dan Menjadi juga turut memegang aransemen dan bas. Lalu, ada Putu Deny Surga yang menangani (handle) drum.

Uniknya, "Tak Apa Akui Lelah" juga menyisipkan suara-suara penyanyi latar yang diisi oleh empat pasukan dawai yakni Saptadi Kristiawan, Oscar Artunes, Wasita Adi, dan Jeremia Kimosabe. Ditambah dengan Ranya Badudu, Ariana Hayyulia, Rizzardi Badudu, Layur, serta Lintang Setianti.

Lagunya Enak Didengarkan, Liriknya Relevan Dirasakan

"Tak Apa Akui Lelah" sejatinya memiliki lirik yang sedikit, tetapi sangat menyentuh hati. Sekilas, mungkin condong pada situasi anak-anak muda yang mencari nafkah hingga harus merantau. Intinya, perjuangan mencari uang.

Namun, semakin lama didengarkan, makna sesungguhnya justru keluar. Lagu ini kemudian merefleksikan perjuangan mencari nafkah yang tidak seasyik kedengarannya. Tidak hanya menghadapi aneka macam karakter manusia, entah sebagai klien, pelanggan, rekan kerja, atau malah bos sendiri.

"Tak Apa Akui Lelah" juga menafsirkan mimpi-mimpi keadilan dan kejujuran yang kerap dikucilkan. Padahal, nilai-nilai ini sudah dimantapkan sedari kita SD atau bahkan TK. Namun, ya, inilah realita dunia kerja. Entah sikut-sikutan, adu-aduan, atau beragam drama yang pasti kalian semua mengalaminya.

Belum lagi di kehidupan di luar pekerjaan. Tidak jarang akan ada drama adu nasib yang berujung pada pamer (flexing) dan skenario "pinjam dulu seratus". Atau pada kenyataan menyakitkan di setiap momentum kebersamaan seperti hari raya, yang diisi oleh pertanyaan: "Kapan nikah? Kapan punya anak? Kapan tambah anak? Kapan beli rumah?"

Kalau sudah begini, sebaiknya memang tak apa akui lelah. Mundur sejenak beri waktu untuk diri sendiri. Tak apa ambil jeda. Pun ini bukan perkara menang dan kalah….

Sempat Membuat Mata Basah karena Kelilipan ‘Komodo’

Aku percaya, kita semua memiliki rintangan dan kerikil-kerikil dalam kehidupan. Belum lagi situasi geopolitik global dan berita-berita nasional yang sukses membuat semangat turun. Jujur saja, kenapa sih manusia tidak pernah bisa damai? Ada saja gebrakannya yang membuat manusia-manusia lain ngeri.

Aku sendiri mengalami betapa susahnya mencari uang. Sudah begitu, ada yang berutang dan menghilang (ghosting) bertahun-tahun sebelum akhirnya dikembalikan sesudah kutagih malam-malam. Atau ketika si penghutang justru tampil hedonis liburan ke sana kemari. Tidak apa-apa (it's okay), tetapi tolonglah privasi akunmu dariku!

Barangkali, Banda Neira memang sengaja merangkum keluh kesah manusia yang lelah akan drama di hidupnya. Makanya, lirik "Tak Apa Akui Lelah" disusun sedemikian rupa, disandingkan dengan petikan-petikan dawai dan melodi yang sanggup menghipnotis sejenak. Rasanya seperti membeku (nge-freeze) seketika, dan dibuntuti oleh emosi yang tidak bisa dideskripsikan.

Menangis, tetapi juga tersenyum lega. Ibarat bertemu kawan yang bisa mengerti situasimu tanpa harus bercerita. Ya, begitulah Banda Neira. Apalagi ketika penyanyi latar ikutan bersuara, sensasinya betul-betul menyentuh di dada. Lagu ini serasa mencapai puncak emosi, sebelum akhirnya lenyap dihempas waktu, menyisakan diri yang tercenung dalam ruang hampa.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak