News

Lebaran Jalur Bugis: Lupakan Nastar, Mari Berenang di Lautan Gula Merah Bolu Peca

Lebaran Jalur Bugis: Lupakan Nastar, Mari Berenang di Lautan Gula Merah Bolu Peca
ilustrasi kue kering saat lebaran (pinterest)

Saat momen Idulfitri, setiap daerah punya ciri khas hidangannya masing-masing. Jika di banyak tempat meja tamu identik dengan toples nastar dan kastengel, berbeda halnya dengan tradisi Bugis yang justru lebih sering menyajikan kue-kue basah.

Bukan tanpa alasan, kue basah dianggap lebih kaya rasa karena menggunakan santan, gula merah, pisang, dan bahan alami lainnya yang menghasilkan tekstur lembut serta cita rasa legit. Selain itu, kue basah juga mencerminkan budaya menjamu tamu dengan suguhan yang terasa “hangat” dan dibuat dengan ketelatenan.

Saya sendiri pernah Lebaran ke rumah orang Bugis—bukan tahun lalu, tetapi sudah lama sekali. Meski begitu, saya masih mengingat rasanya dengan jelas karena memang seenak itu. Salah satu yang paling membekas adalah Barongko yang dimakan dengan sendok kecil, lengkap dengan hidangan tape di meja.

Manisnya pas, teksturnya lembut, dan aromanya harum karena dibungkus daun pisang. Sejak saat itu, saya jadi paham bahwa Lebaran ala Bugis punya daya tarik tersendiri melalui aneka kuenya. Berikut beberapa varian kue khas Bugis yang sering hadir saat Lebaran.

1. Kue Bugis

ilustrasi kue bugis (pinterest)
ilustrasi kue bugis (pinterest)

Kue Bugis identik dengan warna hijau dari daun pandan sebagai pewarna alami. Lapisan luarnya terbuat dari tepung ketan yang lembut dan kenyal, sementara bagian dalamnya berisi campuran kelapa parut dan gula merah yang manis legit. Kue ini dibungkus daun pisang sehingga aromanya semakin harum ketika disantap. Rasanya manis berpadu gurih, cocok menjadi teman berbincang saat menjamu tamu.

2. Bolu Peca

ilustrasi bolu peca (pinterest)
ilustrasi bolu peca (pinterest)

Bolu Peca merupakan kue tradisional Bugis berwarna cokelat tua dengan tekstur padat namun tetap lembut saat digigit. Kue ini biasanya dipotong berbentuk kotak, lalu disiram kuah gula merah cair hingga tampak “berenang” di piring. Rasa manisnya lebih kuat karena perpaduan bolu dan siraman gula merah yang meresap ke dalam. Karena berkuah, Bolu Peca umumnya disantap menggunakan sendok kecil agar lebih nikmat.

3. Barongko

ilustrasi barongko (pinterest)
ilustrasi barongko (pinterest)

Barongko dibuat dari pisang matang yang dihaluskan, lalu dicampur telur, santan, dan gula. Adonan tersebut dibungkus daun pisang sebelum dikukus hingga matang sempurna. Teksturnya sangat lembut, hampir menyerupai puding tradisional dengan rasa manis alami dari pisang. Biasanya, Barongko disajikan dalam keadaan dingin agar sensasi legitnya semakin terasa.

Jadi, kalau suatu hari kamu berkesempatan Lebaran ke rumah orang Bugis, jangan lupa mencoba kue-kue ini, ya. Selain manis dan lezat, setiap sajian juga menghadirkan kehangatan tradisi yang membuat suasana Lebaran terasa lebih berkesan.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda