News

Avec le Temps: Harmoni Puitis Prancis dan Arab di Jantung Yogyakarta

Avec le Temps: Harmoni Puitis Prancis dan Arab di Jantung Yogyakarta
Puncak perayaan Pekan Frankofoni 2026, Institut Français Indonesia (IFI) Yogyakarta mempersembahkan Avec le Temps, di Hotel Tentrem Yogyakarta. (Dokumentasi/Rosdiana)

Di bawah temaram lampu Eboni Bar & Lounge, Hotel Tentrem Yogyakarta, sebuah dialog budaya yang langka tersaji. Bukan melalui kata-kata yang diterjemahkan, melainkan melalui getaran suara dan gesekan dawai yang melampaui batas linguistik. Sebagai puncak perayaan Pekan Frankofoni 2026, Institut Français Indonesia (IFI) Yogyakarta mempersembahkan "Avec le Temps", sebuah pertunjukan musik yang mengawinkan puitisme Prancis dengan kedalaman jiwa musik Arab.

Konser ini bukan sekadar panggung hiburan biasa. Mengambil tajuk dari lagu legendaris karya Léo Ferré, "Avec le Temps" (Seiring Berjalannya Waktu), pertunjukan ini adalah sebuah refleksi tentang memori, cinta, dan bagaimana waktu memahat identitas kita. Di atas panggung, dua bahasa, Prancis dan Arab, tidak lagi saling asing, melainkan saling melengkapi dalam harmoni yang puitis.

Sosok di Balik Melodi: Dorsaf Hamdani dan Zied Zouari

Sorotan utama malam ini tertuju pada dua musisi kebanggaan Tunisia yang telah melanglang buana di panggung internasional:

Dorsaf Hamdani (Vokal): Ia bukan sekadar penyanyi, melainkan seorang musikolog yang mendedikasikan hidupnya untuk menggali akar tradisi. Dengan suara yang memiliki karakter reflektif, Dorsaf dikenal mampu menghidupkan kembali tradisi Malouf Arab-Andalusia dan spiritualitas Sufi. Kehadirannya di Yogyakarta membawa beban sejarah dan keanggunan budaya yang mampu menyentuh sisi emosional terdalam pendengarnya.

Zied Zouari (Biola & Piano): Sebagai seorang virtuoso biola, Zied adalah penutur cerita melalui nada. Ia memiliki kemampuan langka untuk menjembatani musik Oriental yang klasik dengan improvisasi modern yang imajinatif. Setiap gesekan biolanya seolah membentuk narasi tentang perjalanan, kerinduan, dan harapan.
Agenda Budaya: Lebih dari Sekadar Pertunjukan

Malam ini dirancang secara intimate, di mana penonton diajak menikmati musik sambil menyesap kehangatan dalam sesi wine & cheese tasting. Suasana ini diciptakan agar setiap nada yang dilantunkan dapat meresap perlahan, menciptakan ruang bagi setiap individu untuk berefleksi sejenak dari hiruk pikuk dunia luar.

Semangat Frankofoni, yang merayakan keberagaman lebih dari 300 juta penutur bahasa Prancis di dunia, tercermin nyata dalam kolaborasi ini. Tidak berhenti di panggung konser, agenda budaya ini berlanjut pada 23 April 2026, di mana Dorsaf dan Zied akan berkunjung dan berdialog dengan maestro seni kebanggaan Indonesia, Didik Nini Thowok. Pertemuan ini adalah simbol dari diplomasi budaya yang hidup; sebuah ruang di mana suara dari Tunisia, puisi dari Prancis, dan gerak tari dari Jawa bertemu dalam satu napas kemanusiaan yang universal.

Tentang Pekan Frankofoni

Pekan Frankofoni adalah undangan tahunan untuk merayakan perbedaan sebagai sebuah kekuatan. Melalui program seni, musik, dan diskusi, jaringan Kedutaan Besar negara anggota Frankofoni bersama IFI ingin menunjukkan bahwa budaya adalah jembatan yang paling kokoh untuk saling memahami. Di Yogyakarta, "Avec le Temps" hadir sebagai bukti bahwa dalam seni, tidak ada jarak yang terlalu jauh untuk ditempuh, dan tidak ada perbedaan yang terlalu besar untuk disatukan. 

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Komentar

Rekomendasi

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda