News
Merenungkan Kembali 1 Juni: Sudahkah Kita Menjadi Pancasilais yang Sebenarnya?
Hari Lahir Pancasila yang kita peringati setiap tanggal 1 Juni mengajak segenap anak bangsa untuk merenungkan dan meneguhkan kembali makna dari Pancasila. Tema yang diambil adalah "Pancasila Pemersatu Bangsa Fondasi Perdamaian Dunia". Dari tema tersebut sangat jelas bahwa Pancasila jangan hanya diucapkan dan diketahui memiliki 5 (lima) sila, akan tetapi, sila-sila tersebut mampu untuk meneguhkan kita dalam persatuan dan mampu menciptakan sebuah perdamaian dunia.
Sejujurnya, Pancasila belum sepenuhnya teraplikasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan banyaknya kejadian yang belum mencerminkan semangat Pancasila. Salah satu contoh dapat kita lihat bagaimana aksi intoleransi yang masih terjadi seperti di daerah Yogyakarta di mana oknum-oknum membubarkan ibadah gereja GMS dengan paksa dan aksi kekerasan. Sebelum-sebelumnya viral pembubaran dan perusakan rumah ibadah di daerah Jawa Barat dan masih banyak lagi.
Dari kejadian tersebut, dapat kita katakan bahwa makna yang terkandung dalam Pancasila belum benar-benar merasuki hati dan pikiran kita sehingga tindakan kekerasan masih sering terjadi. Padahal Pancasila mengajarkan kita untuk bebas menganut agama dan kepercayaan. Kita segenap anak bangsa belum mampu menjaga persatuan dalam negeri sendiri karena masih ada aksi kejahatan menyinggung suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA).
Bagaimana Menciptakan Sebuah Persatuan sebagai Anak Bangsa?
Pancasila yang mengajak kita untuk bersatu dapat diciptakan dengan adanya sikap saling menghormati dan menyayangi sebagai anak bangsa. Kesadaran bahwa kita lahir dan hidup di tanah yang sama harusnya terus disebarkan. Buang segala ego yang ada di hati dan pikiran serta berupaya untuk dapat melihat orang lain sebagai saudara.
Selama ini, kita sulit mengendalikan diri dan ego sehingga perbedaan selalu dirasakan sebuah ancaman. Padahal perbedaan haruslah meneguhkan kita bersama membangun bangsa. Masih ada ego merasa paling benar dan paling hebat. Kondisi itulah yang membuat kita terus berkomentar dengan membawa-bawa agama padahal tantangan terberat kita adalah mengendalikan ego masing-masing. Bukan itu, harusnya kita mampu bersatu bagaimana untuk membangun negara kepada situasi yang aman dan nyaman serta mensejahterakan.
Lihatlah saat ini kita sedang dalam situasi yang tidak baik-baik saja. Lihatlah nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar sehingga daya beli masyarakat turun. Semua bahan makanan mahal sehingga kita sulit untuk makan. Seharusnya kita bersatu dan bersuara agar kondisi ekonomi yang tidak baik-baik saja tersebut dapat dikendalikan menjadi baik-baik saja.
Di sinilah kita dituntut untuk bersatu agar tidak tertekan dengan keuangan kesulitan ekonomi. Persatuan yang kita bangun bersama membuktikan bahwa kita punya tujuan dan visi misi yang sama yakni mencapai sebuah kesejahteraan. Jika dalam kondisi yang tidak baik-baik saja kita masih bertengkar, kapan lagi kita sejahtera? Karena itulah, ayo kita jadikan semangat Pancasila untuk bersatu dalam sebuah perbedaan demi tujuan yang sama.
Menciptakan Perdamaian Dunia
Pancasila memiliki makna yang mendalam dan luas, tidak sekadar persatuan tetapi juga perdamaian. Sebuah negara dikatakan damai ketika semua orang dapat merasakan kenyamanan, keamanan, dan ketenteraman hidup. Tidak ada kejahatan, kekerasan, dan keangkuhan. Setiap orang dengan tenang dalam menganut kepercayaan dan keyakinan tanpa ada intimidasi.
Jadi, menciptakan perdamaian itu adalah tugas kita bersama. Saatnya kita menciptakan dan memelihara perdamaian itu dalam kehidupan sehari-hari dan di lingkungan sekitar. Setelah itu dapat kita ciptakan maka kita melanjutkan untuk menciptakan perdamaian dunia. Apalagi saat ini situasi di Timur Tengah sedang tidak baik-baik saja. Perang antara AS–Iran telah mengguncang dunia dan memakan korban.
Tugas kita adalah mengajak dan menyerukan penghentian perang atau gencatan senjata dan menciptakan perdamaian dan keamanan. Hari Lahir Pancasila mengajak kita untuk berdialog dan menyerukan perdamaian bagi dunia. Dengan dialog kita dapat menghentikan perang di Timur Tengah.
Sebab itulah, amanat Lahir Pancasila tahun ini adalah bersatu untuk mencapai cita-cita bangsa dan negara, menciptakan perdamaian di lingkungan kita dan menyerukan perdamaian dunia.