News
Bukan Sekadar Bola, Konflik Mbappe vs Senator Paraguay Berpotensi Jadi Masalah Diplomatik!
Ajang Piala Dunia 2026 ternyata tak hanya sekadar drama di atas lapangan hijau, melainkan juga memunculkan drama di luar lapangan. Kali ini, penyerang timnas Prancis, Kylian Mbappe, mendapatkan ujaran rasialisme usai dirinya membawa negaranya lolos ke babak perempat final setelah mengalahkan Paraguay dengan skor 0-1.
Melansir dari laman Instagram @faktabola, salah seorang senator Paraguay, yakni Celeste Amarilla, justru melontarkan ujaran rasial kepada penyerang Real Madrid tersebut. Bahkan, dirinya tak segan-segan secara terang-terangan menyebut bahwa Kylian Mbappe bukanlah seorang warga negara Prancis murni, melainkan hanya seorang pendatang.
“Seorang Kamerun yang terjajah, berpura-pura menjadi orang Prancis, penuh kebencian, baru kaya, sombong, dan jelek. Dia gugup dan ketakutan sepanjang pertandingan, sama seperti seluruh timnya. Mereka bahkan tidak bisa mencetak satu gol pun, menang karena penalti. Alih-alih dibesarkan dengan ASI, dia tumbuh dengan mengisap kelapa dan makhluk paling terpelajar yang pernah didengarnya hanyalah simpanse. Satu-satunya hal yang kami sesalkan adalah tim Paraguay tidak menamparnya setelah pertandingan berakhir,” ujar Celeste Amarilla di laman Instagram pribadinya.
Namun, ujaran rasialisme yang disarangkan kepada Kylian Mbappe tersebut ternyata tak membuat pencetak gol terbanyak bagi Prancis di ajang Piala Dunia itu hanya terdiam. Kylian Mbappe langsung membalas komentar rasial yang ditujukan kepada dirinya dengan menyayangkan sikap yang dilakukan oleh seorang tokoh publik.
“Nyonya Celeste Amarilla, Anda adalah sosok yang menjijikkan dan tidak pantas menduduki jabatan Anda. Anda tidak mewakili Paraguay, negara yang telah menunjukkan semangat dan kehormatan sepanjang turnamen ini. Karena tindakan sembrono dan rasisme yang Anda tunjukkan tanpa penyesalan, dunia kini melupakan perjuangan serta pencapaian bersejarah para pemain Paraguay di Piala Dunia, dan justru mengingat seorang wanita yang tidak kompeten yang memberikan citra terburuk bagi negaranya,” balas Kylian Mbappe di laman Instagram pribadinya.
Sontak, peristiwa ini langsung memantik perhatian dunia internasional. Terlebih lagi, ujaran rasial tersebut justru datang dari seorang tokoh politik di Paraguay. Melansir dari laman berita Suara.com, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, bahkan turut mengecam keras tindakan yang diterima oleh Kylian Mbappe tersebut.
Konflik Kylian Mbappe dan Celeste Amarilla Bisa Berdampak Luas kepada Dunia?
Alih-alih menyelesaikan permasalahan dengan saling meminta maaf, Celeste Amarilla justru menantang akan membawa masalah ini ke jalur hukum. Saat ini, masalah tersebut telah mendapatkan perhatian internasional, termasuk dari pemerintah Prancis sendiri. Pihak Prancis sedang mendalami permasalahan ini karena terdapat kaitan hukum yang bisa saja membawa kasus ini ke meja pengadilan.
Sejatinya, masalah ini bermula saat pertandingan Prancis melawan Paraguay berkesudahan dengan skor 0-1 bagi keunggulan skuad berjuluk Les Bleus tersebut. Kylian Mbappe, yang sepanjang laga selalu menjadi incaran pelanggaran para pemain Paraguay, langsung melakukan selebrasi yang dianggap berlebihan di depan barisan pemain lawan. Hal inilah yang disinyalir menjadi pemantik sang senator melakukan ujaran rasial kepada Kylian Mbappe.
Namun, seorang tokoh politik di sebuah negara tentu tak seharusnya melakukan ujaran kebencian semacam itu. Belum lagi, ia mengutarakan ujaran rasial yang secara universal ikut menyeret negara lain, seperti Kamerun, yang sebenarnya tak ada hubungannya dengan masalah ini. Dikhawatirkan, hal semacam ini bisa berdampak lebih luas. Tidak hanya melibatkan hubungan antara Prancis dan Paraguay, insiden ini juga berpotensi menyeret beberapa negara lain jika tidak segera ditangani dengan serius.
Semoga saja ada jalan damai antara kedua belah pihak yang berseteru dan peristiwa semacam ini tak terulang lagi. Dalam dunia sepak bola, ujaran rasial memang sangat tak dapat dibenarkan dan dipastikan akan selalu mendapatkan kecaman keras dari berbagai pihak.