News

Wajah Baru Pasar Godean Usai Relokasi, Pedagang Masih Perlu Beradaptasi

Wajah Baru Pasar Godean Usai Relokasi, Pedagang Masih Perlu Beradaptasi
Potret keceriaan seorang pedagang sayur di Los Budi Makmuri (L.0465) Pasar Godean Baru, Sleman, yang memberikan acungan jempol ke arah kamera, dikelilingi aneka sayuran segar. Suasana pasar terlihat asri dan bersih dengan hiasan bendera merah putih menjelang perayaan HUT RI ke-79. (Foto: Tim Redaksi Suara.com)

Bagi sebagian pedagang Pasar Godean, berpindah ke gedung baru di samping memang memindahkan barang dagangan dari satu tempat ke tempat lain, juga ada kebiasaan lama yang ikut berubah, mulai dari posisi lapak, jalur pembeli, hingga cara mereka menemukan pelanggan.

Setelah sebelumnya menempati lokasi relokasi sementara, para pedagang kini berjualan di gedung baru Pasar Godean yang memiliki penataan lebih teratur. Pedagang ditempatkan berdasarkan kelompok komoditas dalam blok-blok tertentu di lantai satu dan lantai dua.

Perubahan tersebut membuat wajah pasar terasa berbeda. Lorong dan area perdagangan kini lebih tertata, sementara fasilitas pasar juga dinilai lebih nyaman dibandingkan sebelumnya.

Salah satu pedagang yang mengalami langsung perubahan tersebut adalah Surati. Perempuan yang telah sekitar 25 tahun berjualan plastik, gelas plastik, dan kapas itu sudah melewati masa sebelum relokasi, saat berada di tempat sementara, hingga akhirnya menempati gedung baru.

“Kalau dari segi tempat, lebih nyaman sekarang,” kata Surati kepada tim redaksi Suara.com saat diwawancarai pada Kamis (13/8/2026).

Namun, kenyamanan bangunan tidak serta-merta membuat seluruh aktivitas perdagangan berjalan seperti sebelumnya.

Menurut Surati, sistem penataan di pasar baru membuat pedagang tidak lagi sebebas dulu dalam menentukan posisi berjualan. Pedagang kini dikelompokkan berdasarkan komoditas, termasuk pedagang plastik yang ditempatkan dalam satu blok.

“Dulu di pasar lama penataan tempat lebih bebas. Kalau di pasar baru sekarang sudah disekat per blok khusus komoditas,” ujarnya.

Pelanggan Lama, Wajah Baru, dan Pola Belanja yang Berubah

Potret seorang pengunjung dengan topi kupluk hitam yang sedang duduk santai sambil asyik dengan ponselnya di lorong Pasar Godean Baru, Kamis (13/8/2026). Di sampingnya, seorang pria berbaju merah beristirahat di belakang meja layanan yang dihiasi bendera Merah Putih menjelang perayaan kemerdekaan. (Foto: Tim Redaksi Suara.com)
Potret seorang pengunjung dengan topi kupluk hitam yang sedang duduk santai sambil asyik dengan ponselnya di lorong Pasar Godean Baru, Kamis (13/8/2026). Di sampingnya, seorang pria berbaju merah beristirahat di belakang meja layanan yang dihiasi bendera Merah Putih menjelang perayaan kemerdekaan. (Foto: Tim Redaksi Suara.com)

Perubahan ruang tersebut juga membuat pedagang perlu kembali membangun ritme dengan pelanggan mereka.

Surati mengatakan jumlah pelanggan setelah berpindah ke gedung baru mengalami kondisi yang naik-turun. Sebagian pelanggan lama tidak lagi datang, tetapi di sisi lain ada pula pembeli baru yang mulai berbelanja.

“Pelanggan lama ada yang pergi, tapi ada juga pelanggan baru yang datang,” tuturnya.

Hal serupa dirasakan oleh Sri Kundari, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Godean yang sudah sekitar 30 tahun berjualan pakaian di pasar tersebut.

Menurut Sri, jumlah pengunjung setelah menempati gedung baru mulai meningkat dibandingkan ketika pedagang masih berada di tempat relokasi sementara. Namun, peningkatan tersebut belum dirasakan secara sama oleh seluruh pedagang.

“Ada pedagang yang pengunjungnya bertambah, ada yang stabil, dan ada juga pelanggan lama yang masih mencari-cari posisi lapak baru pedagangnya,” ujar Sri.

Kondisi tersebut membuat proses adaptasi berlangsung dirasakan para pedagang dan juga pembeli yang harus menemukan kembali lokasi pedagang langganan mereka.

Bagi pasar yang telah menjadi ruang perdagangan selama puluhan tahun, perubahan posisi tersebut menjadi bagian dari proses membangun kembali kebiasaan baru.

Pasar Lebih Bersih, Tradisi Guyub Tetap Bertahan

Suasana aktivitas pedagang dan pengunjung di area blok Hasil Bumi Pasar Godean Baru, Kamis (13/8/2026). Tampak deretan lapak komoditas rempah-rempah dihiasi ornamen merah putih dalam rangka menyemarakkan perayaan HUT RI. (Foto: Tim Redaksi Suara.com)
Suasana aktivitas pedagang dan pengunjung di area blok Hasil Bumi Pasar Godean Baru, Kamis (13/8/2026). Tampak deretan lapak komoditas rempah-rempah dihiasi ornamen merah putih dalam rangka menyemarakkan perayaan HUT RI. (Foto: Tim Redaksi Suara.com)

Meski menghadapi perubahan, keberadaan gedung baru membawa sejumlah pengalaman positif bagi pedagang maupun pembeli.

Sri menilai fasilitas pasar sekarang jauh lebih baik dan bersih dibandingkan kondisi sebelumnya. Penataan berdasarkan blok komoditas juga membuat aktivitas perdagangan terlihat lebih teratur.

Dari sisi pembeli, pengalaman serupa disampaikan Taufik, salah seorang konsumen yang telah berbelanja di Pasar Godean selama sekitar enam bulan.

Taufik memilih berbelanja di Pasar Godean karena pasar tersebut dinilainya sebagai salah satu pasar besar di wilayah Godean dengan ketersediaan barang yang lengkap.

“Pasarnya bersih dan ketersediaan barangnya lengkap sekali,” kata Taufik.

Ia juga menilai gedung baru tersebut nyaman. Dibandingkan pasar di kota asalnya, Tangerang, Taufik mengatakan Pasar Godean terasa lebih bersih dan barang yang dijual juga segar. Ia biasanya datang untuk membeli bahan baku usaha kuliner, seperti mi dan tulang.

Pengalaman Taufik menunjukkan bahwa perubahan fisik pasar juga dapat mempengaruhi pengalaman konsumen. Pasar yang lebih bersih dan tertata membuat aktivitas berbelanja terasa lebih nyaman, meskipun bagi sebagian pedagang proses menyesuaikan diri masih berlangsung.

Menemukan Ritme Baru di Pasar Godean

Raut ceria seorang pedagang daging ayam di Los Salgiwati (L.0434) Pasar Godean Baru yang ramah menanti kedatangan pembeli, Kamis (13/8/2026). Lapaknya terlihat rapi dan bersih dengan sentuhan hiasan bernuansa kemerdekaan. (Foto: Tim Redaksi Suara.com)
Raut ceria seorang pedagang daging ayam di Los Salgiwati (L.0434) Pasar Godean Baru yang ramah menanti kedatangan pembeli, Kamis (13/8/2026). Lapaknya terlihat rapi dan bersih dengan sentuhan hiasan bernuansa kemerdekaan. (Foto: Tim Redaksi Suara.com)

Bagi pengelola pasar, perubahan tersebut merupakan bagian dari tantangan setelah relokasi. Kepala UPTD Pelayanan Pasar Wilayah I Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman, Robertus Esthi Raharja Prasetya, mengatakan fasilitas Pasar Godean saat ini jauh lebih baik dengan penataan pedagang yang lebih teratur.

Ia menyebut saat ini terdapat sekitar 1.600 pedagang yang tercatat di Pasar Godean, dibandingkan 1.837 pedagang dalam data awal sebelum relokasi.

Dari sisi aktivitas perdagangan, Robert juga mengatakan aktivitas bongkar muat bahan baku dari pemasok telah mencapai sekitar 80 persen dibandingkan kondisi pasar lama. Ia menyebut angka tersebut sebagai salah satu indikator bahwa perputaran barang di pasar tetap berjalan.

Sementara itu, Sri berharap proses adaptasi tersebut pada akhirnya membawa Pasar Godean menjadi semakin ramai.

“Semoga Pasar Godean ini semakin ramai pengunjungnya, sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan para pedagang,” ujarnya.

Kini, Pasar Godean memang telah memiliki wajah baru. Namun, bagi para pedagang yang telah bertahun-tahun menggantungkan hidup di dalamnya, membangun kembali keramaian tidak cukup hanya dengan bangunan yang lebih bersih dan tertata.

Ada kebiasaan yang harus ditemukan kembali, pelanggan yang perlu kembali mengenali posisi lapak, serta ritme perdagangan yang perlahan dibangun di ruang baru.

Di tengah perubahan itu, satu hal tampaknya belum berubah: pasar tetap menjadi ruang tempat pedagang dan pembeli bertemu, berinteraksi, dan membangun kehidupan ekonomi bersama.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda