News

Tegang Maksimal! Potret Kelam Remaja Kaya Los Angeles Era 80-an dalam Serial The Shards

Tegang Maksimal! Potret Kelam Remaja Kaya Los Angeles Era 80-an dalam Serial The Shards
Poster serial The Shards (IMDb)

The Shards adalah serial thriller coming-of-age yang memadukan glamour Los Angeles era 1980-an dengan ketegangan psikologis dan kekerasan yang mengerikan. Diproduksi oleh Ryan Murphy bersama Bret Easton Ellis (berdasarkan novel semi-otobiografinya), serial ini menghadirkan potret remaja elit di Buckley Prep School tahun 1981. Tokoh utamanya adalah Bret (Igby Rigney), seorang penulis muda observatif yang hidup di tengah lingkaran teman kaya, cantik, dan hedonis—Susan Reynolds (Kaia Gerber), Debbie Schaffer (Hayes Warner), Thom Wright (Graham Campbell), dan lainnya.

Dunia mereka yang penuh pesta, obat-obatan, seks, dan status sosial mulai retak saat Robert Mallory (Homer Gere), siswa transfer misterius dan karismatik, tiba. Kehadirannya bertepatan dengan aksi serial killer yang dijuluki The Trawler, yang menargetkan remaja dengan ritual mengerikan melibatkan hewan peliharaan (terutama ikan) dan penampilan mayat yang dibungkus jaring ikan.

Teka-Teki Pembunuh Berantai yang Sangat Misterius

Salah satu adegan di serial The Shards (IMDb)
Salah satu adegan di serial The Shards (IMDb)

Premis ini langsung menarik karena menggabungkan elemen metafiksi Ellis dengan gaya visual Murphy yang khas: sinematografi mewah, soundtrack New Wave yang dingin, kostum Ralph Lauren dan Gucci yang detail, serta narasi Bret yang penuh rasa paranoia dan obsesi.

Serial ini mengeksplorasi identitas seksual, kecemburuan, isolasi emosional di balik kekayaan, serta bayang-bayang bahaya nyata di kota yang sedang dilanda ketakutan. Kupuji karena gaya visual dan atmosfernya, tapi kekurangannya beberapa bagian yang terasa berlebihan atau kurang substansi. Meski begitu, bagi penggemar thriller psikologis dan period drama gelap, The Shards menawarkan pengalaman hipnotis yang sulit dilupakan kok.

Review Serial The Shards

Salah satu adegan di serial The Shards (IMDb)
Salah satu adegan di serial The Shards (IMDb)

Di wilayah Indonesia, The Shards sudah bisa di-streaming di Disney+ sejak 6 Agustus 2026 (satu hari setelah premiere AS di FX/Hulu pada 5 Agustus). Episode dirilis secara bertahap—biasanya dua episode sekaligus di awal, lalu mingguan—dengan total sembilan episode di musim pertama. Hingga pertengahan Agustus 2026, beberapa episode sudah tersedia, dan rilis dilanjutkan hingga finale sekitar awal September. Cukup buka aplikasi Disney+ Indonesia, cari judulnya, dan tonton sesuai jadwal rilis yang mengikuti pola internasional (dengan sedikit penyesuaian zona waktu).

Salah satu adegan paling dramatis terjadi di sekitar episode awal hingga pertengahan, ketika ketegangan The Trawler mencapai puncak personal bagi Bret. Setelah teman sekelas Matt menghilang, Bret menemukan kaset di kotak suratnya. Saat diputar, suara merekam sesi penyiksaan: The Trawler memaksa korban yang terikat dan diinjeksi LSD untuk memakan ikan hidup dari akuariumnya sambil berteriak ketakutan. Adegan ini digambarkan dengan detail yang mengganggu—suara napas berat, teriakan, dan efek psikedelik—membuat Bret muntah karena syok. Kombinasi antara kekerasan grafis, motif ikan yang berulang, dan rasa ketidakberdayaan membuat momen ini sangat menekan. Penonton merasakan paranoia yang sama: bahaya tidak lagi jauh, tapi sudah mengetuk pintu rumah. Adegan serupa di rumah kosong atau basement dengan jejak darah dan barang bukti (seperti jaket sekolah berlumuran darah) memperkuat rasa teror yang personal dan tak terhindarkan.

Adegan yang paling kuingat ketika menonton adalah pesta sambutan Robert di rumah Susan (episode dengan judul Robert’s Party). Suasana awal penuh energi 80-an—musik Funkytown dan We Got the Beat, tarian, minuman, dan ketegangan seksual—tiba-tiba berubah kacau. Robert mengalami meltdown: memecahkan botol, bergulat, mencium Thom di bibir, lalu berjalan di atas pecahan kaca menuju kolam dan menyelam tanpa muncul.

Sementara itu, di dalam kamar, Debbie dan Ryan diganggu oleh penyusup berambut panjang bersenjata pisau yang keluar dari lemari. Schock, teriakan, dan konfrontasi terjadi bersamaan. Momen ini mencampur drama remaja, kekerasan mendadak, dan unsur cult (Riders of the Afterlife), menciptakan klimaks yang liar dan tak terduga. Visualnya kuat—air kolam, pecahan kaca, ekspresi panik—serta kontras antara kemewahan pesta dan invasi ancaman luar membuat adegan ini melekat lama di kepala.

Intinya, The Shards berhasil menangkap esensi novel Ellis sambil menambahkan sentuhan Murphy yang lebih visual dan terkadang campy. Kekuatannya terletak pada casting yang pas (terutama Rigney sebagai Bret yang dingin tapi rawan, dan Gere sebagai Robert yang magnetis tapi menakutkan), desain produksi yang memanjakan mata, serta kemampuan membangun atmosfer paranoia di balik kehidupan privileged. Kelemahannya adalah pacing yang kadang tidak merata dan kekerasan yang bisa terasa eksploitatif bagiku. Namun, serial ini tetap menarik sebagai potret remaja yang hidup di surga tapi dikepung neraka, dengan metafora tentang AIDS yang akan datang, isolasi, dan obsesi.

Bagi yang suka American Psycho, Less Than Zero, atau karya Murphy seperti American Horror Story, ini wajib ditonton sih. Streaming di Disney+ Indonesia sudah tersedia sejak 6 Agustus 2026—segera tonton sebelum spoiler merajalela, karena ketegangan The Trawler dan dinamika grup Bret makin intens seiring episode berjalan. Serial ini meninggalkan rasa tidak nyaman yang pas: indah di permukaan, tapi penuh retakan di bawahnya.

Rating pribadi: 7.7/10.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda