News
Dari Aspal Kampung Ke Panggung Asia: 3 Bintang Muda Futsal AXIS 2026
Peta kekuatan futsal Indonesia hari ini telah bertransformasi dengan luar biasa. Olahraga yang dulunya sekadar hobi pengisi waktu luang di gang-gang sempit atau lapangan parkir, kini menjelma menjadi jalan hidup dan panggung pembuktian bagi generasi muda.
Perjalanan inspiratif dari akar rumput hingga menembus level profesional ini dibahas secara mendalam dalam siniar Offside Duo #371 yang dipandu oleh Panji Suryono bersama pengamat sepak bola senior, coach Justin, dengan menghadirkan tiga talenta muda yang menjadi Player Ambassador AXIS Nation Cup 2026:Haikal Ayasi, Syarif Kansa, dan Muhammad Akram.
Kisah Perjuangan Tiga Talenta Muda Menembus Batas
Kehadiran ketiga anak muda ini di studio bukan sekadar untuk bernostalgia, melainkan membagikan kisah perjuangan nyata di balik gemerlapnya dunia futsal. Haikal Ayasi, pemuda asal Cilincing, Jakarta Utara, menceritakan bagaimana ia merangkak dari lapangan seadanya hingga sukses menyabet gelar Best Player AXIS Nation Cup 2025 dan kini memperkuat Timnas Futsal U-19.
Merekonsiliasi awal mulanya di dunia futsal, Ayasi mengenang, "Futsal olahraga yang bisa dibilang murah ya, kita pakai bola plastik lapangan seadanya juga bisa buat dimainin." kata Ayasi dalam siniar Offside Duo #371.
Perjuangan serupa juga dirasakan oleh Syarif Kansa, srikandi futsal putri yang harus berdamai dengan stigma dan keraguan banyak pihak di awal kariernya. Berawal dari bermain bersama anak-anak laki-laki di lapangan aspal samping masjid, Kansa gigih membuktikan diri hingga kini sukses berkarier di liga profesional dan menembus seleksi Timnas Putri U-19.
"Main sama anak kampung sebelah di samping lapangan masjid. Kalau misal ada motor lewat ya berhenti dulu, ga pakai sandal kadang pakai batu kapur buat garisnya." kenang Kansa.
Sementara itu, Muhammad Akram, pemuda asal Samarinda, menempuh rute panjang mulai dari turnamen antar-sekolah, PON Kalimantan Timur, merantau ke Liga Futsal Timor Leste, hingga akhirnya berseragam Timnas U-19 di bawah asuhan pelatih kelas dunia, Coach Hector Souto. Ketika ditanya mengenai kunci kesuksesannya dari bawah, Akram dengan mantap menyampaikan, "Saya mulai dari bawah gitu, latihan, latihan, latihan, akhirnya pede. Kerja keras tidak mengkhianati hasil."
Pandangan Tajam Coach Justin tentang Mentalitas dan Ekosistem Futsal
Dalam perbincangan tersebut, Coach Justin memberikan banyak pandangan tajam serta evaluasi mendalam mengenai mentalitas dan ekosistem futsal tanah air.
Menurutnya, kemajuan pesat futsal Indonesia saat ini tidak lepas dari adanya kompetisi berjenjang yang konsisten di usia muda, seperti AXIS Nation Cup. Ajang ini dinilai sangat krusial karena tidak hanya menjadi tempat unjuk gigi para pelajar, tetapi juga menjadi wadah pencari bakat yang efektif bagi tim nasional.
"Hadirnya AXIS Nation Cup ini menunjukkan bahwa ini bukan sekadar turnamen, ini serius. Sampai menghasilkan kalian, kalian kan produk akhir dari AXIS Nation Cup sampai bisa dipantau ke timnas."
Coach Justin juga menyoroti betapa pentingnya mentalitas baja bagi seorang atlet. Ia sering melihat bahwa pemain-pemain yang datang dari luar Jakarta memiliki semangat juang atau fighting spirit yang jauh lebih tinggi karena dorongan kuat untuk mengubah nasib keluarga.
Bagi Coach Justin, rasa percaya diri yang tinggi adalah modal wajib, selama hal itu tidak berubah menjadi kesombongan. Terlebih lagi, di bawah arahan Coach Hector Souto saat ini, standar permainan tim nasional menuntut tempo yang sangat cepat dan kedisiplinan tingkat tinggi.
Coach Justin menekankan prinsip keadilan yang dibawa oleh pelatih asal Spanyol tersebut: "Gua kasih tahu lah, Hector itu enggak peduli dengan umur. Umur, status sosial enggak ada. Lu bagus, lu main. Titik!"
Pengorbanan di Luar Lapangan: Disiplin Gizi dan Fisik Atlet
Tidak hanya berbicara soal teknik dan taktik di lapangan, Coach Justin juga mengingatkan para atlet muda mengenai harga yang harus dibayar di luar lapangan, yakni disiplin gizi dan fisik.
Menjadi atlet profesional menuntut pengorbanan gaya hidup, termasuk mengurangi makanan cepat saji, gorengan, hingga jajanan seperti seblak yang sangat digemari anak muda, demi investasi jangka panjang pada kebugaran tubuh.
Menyeimbangkan Prestasi Olahraga dan Pendidikan Akademis
Yang membuat kisah mereka semakin luar biasa adalah bagaimana ketiganya mampu menyeimbangkan karier profesional dengan pendidikan. Di tengah jadwal latihan yang padat dan kompetisi yang melelahkan, Haikal, Kansa, dan Akram membuktikan bahwa sekolah dan kuliah tetap menjadi prioritas utama berkat dukungan sistem belajar fleksibel serta beasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Perjalanan mereka membuktikan bahwa mimpi besar anak muda Indonesia selalu bisa digapai melalui kerja keras, kedisiplinan, dan tekad yang tidak pernah padam.
Untuk kamu yang ingin menyaksikan langsung bagaimana talenta-talenta hebat ini lahir dan beraksi di lapangan, jangan sampai ketinggalan kemeriahan puncak acara Grand Final AXIS Nation Cup 2026 yang akan diselenggarakan di Istora Senayan, Jakarta, pada tanggal 31 Oktober 2026.
Datang dan saksikan langsung keseruan pertandingannya, dengarkan analisis khas dari Coach Justin dan Panji Suryono, serta nikmati penampilan spesial dari musisi papan atas tanah air. Segera daftarkan dirimu dan amankan tiket kehadirannya dengan mengunjungi laman resmi di https://anc.axis.co.id/.