alexametrics

Gereja Ganjuran, Wujud Inkulturasi yang Sarat Nilai Toleransi

Hayuning Ratri
Gereja Ganjuran, Wujud Inkulturasi yang Sarat Nilai Toleransi
Misa 1 Suro di Gereja Ganjuran 2017. (Instagram.com/@gerejaganjuran)

Gereja dan Candi Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran atau biasa dikenal orang sebagai Gereja Ganjuran ini sering digunakan untuk tempat peziarahan. Jika biasanya gereja Katolik Roma dibangun megah menjulang tinggi bernuansa Eropa, lain halnya dengan gereja di sisi selatan Yogyakarta ini. Bukan pemandangan yang biasa melihat gereja seperti rumah adat Jawa beserta sebuah candi yang berdiri di dekatnya.

Gereja Ganjuran terbuka bukan hanya untuk umat Katolik saja, namun bagi siapapun yang ingin berdoa dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Gereja ini juga memiliki tradisi kenduri lintas agama yang rutin diselenggarakan setiap tahun. Tradisi tersebut memperlihatkan keharmonisan dan toleransi antar umat beragama di daerah ini.

Kenduri bersama lintas agama dalam rangka Prosesi Agung 2018. (Instagram.com/@gerejaganjuran)
Kenduri bersama lintas agama dalam rangka Prosesi Agung 2018. (Instagram.com/@gerejaganjuran)

Keistimewaan bangunan

Bangunan Gereja dan Candi HKTY Ganjuran memiliki keunikan tersendiri yang menunjukkan bentuk inkulturasi. Kalian akan melihat perpaduan gaya antara Eropa, Hindu, dan Jawa dalam kawasan wisata rohani ini. Gaya Eropa dapat tampak pada bangunan yang memiliki bentuk salib apabila dilihat dari udara. Lebih lanjut, atap gereja mempunyai bentuk tajug (piramida) yang dilengkapi dengan salib besar.

Sementara itu, gaya Jawa mudah terlihat dari bangunan yang berupa joglo dengan ukiran khas Jawa. Selain itu, tiang penyangga atap yang berbentuk tajug berjumlah empat, melambangkan keempat penulis Injil yaitu Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes.

Bangunan Gereja Ganjuran. (Instagram.com/@gerejaganjuran)
Bangunan Gereja Ganjuran. (Instagram.com/@gerejaganjuran)

Tak hanya itu, nuansa Jawa juga ditunjukkan dari relief Hati Kudus Yesus yang diwujudkan sebagai raja dalam balutan budaya Jawa sedang bertahta di singgasana. Tulisan di bagian bawah relief berbunyi “Sang Maha Prabu Jesus Kristus Pangeraning Para Bangsa”.

Selain itu, terdapat pula relief Ibu Maria yang digambarkan dengan paras Jawa dan menggunakan kostum adat Jawa. Kedua relief yang kental dengan nuansa Jawa ini ingin menunjukkan bahwa Tuhan itu sungguh dekat dengan umat-Nya.

Tak jauh dari bangunan gereja, terdapat bangunan candi yang erat dengan nuansa Hindu. Dilansir situs Gereja Ganjuran, candi ini dibangun sebagai ungkapan syukur dan ungkapan iman dari Schmutzer bersaudara pada tahun 1927. Candi tersebut menjadi monumen atas keberhasilan pabrik gula keluarga Schmutzer yang lolos dari krisis keuangan kala itu.

Sumber mata air

Di samping Candi Ganjuran, terdapat sumber mata air yang bernama Tirta Perwitasari. Tirta artinya air, sedangkan Perwitasari merujuk pada nama orang yang pertama kali merasakan khasiat air di sini. Tirta Perwitasari diyakini bermanfaat untuk kesehatan dan pengobatan. Banyak peziarah yang mengambil air ini seraya memanjatkan doa dan permohonan.

Jam operasional

Biasanya kawasan Gereja dan Candi HKTY Ganjuran terbuka selama 24 jam, namun karena pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, maka jam operasional mengalami perubahan. Selama pemberlakuan PPKM Mikro, kawasan ini dibuka mulai pukul 06.00-22.00 WIB untuk doa pribadi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Untuk memasuki wisata rohani ini tidak dipungut biaya alias gratis. Jika kalian datang dengan kendaraan pribadi, kalian cukup membayar biaya parkir.

Akses menuju lokasi

Gereja dan Candi HKTY Ganjuran tepatnya berada di Jl. Ganjuran, Jogodayoh, Sumbermulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kondisi jalan dapat diakses baik dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Estimasi waktu yang dibutuhkan untuk mencapai lokasi ini dari pusat kota Yogyakarta adalah sekitar 40 menit.

Jika kalian datang dari arah barat, sesampainya di Puskesmas Bambanglipuro yang berada di Jalan Samas, lurus sekitar 450 m, lalu belok kiri menuju Jalan Ganjuran sejauh 850 m. Sementara itu, apabila kalian berangkat dari arah timur, sesampainya di pertigaan Jalan Parangtritis Km 16,5 dan Jalan Ganjuran, arahkan kendaraan ke arah barat sejauh 3 km. Gereja dan Candi HKTY Ganjuran akan berada di sisi utara jalan.

Sejumlah tempat penginapan yang dekat dengan wisata rohani Gereja Ganjuran ini diantaranya Rumah Singgah Peziarah Ganjuran, Puri Ganjuran, dan Ganjuran Indah Inn. Selain itu, di kanan kiri destinasi wisata juga banyak tempat makan yang tersedia seperti Olive Fried Chicken Ganjuran, Pondok Dahar Joglo Ganjuran, dan Warung Makan Pak Irin.

Jadi, kalian tidak perlu risau akan kesulitan menemukan tempat untuk beristirahat atau mengisi perut yang keroncongan setelah berwisata di sini. Selamat berkunjung!

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak