Ulasan Buku "Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia" Karya Ajip Rosidi

Candra Kartiko | Fachry Fadillah
Ulasan Buku "Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia" Karya Ajip Rosidi
Buku Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia. (Dok. Pribadi/fachryfadillah0)

Kalau kita membahas tentang sejarah sastra Indonesia, pasti banyak sekali pengaruh perkembangannya serta polemik di dalamnya. Banyak sekali hal-hal yang menjadi faktor perkembangan kesusastraan Indonesia, baik berupa faktor internal maupun eksternal. Akan tetapi, meskipun yang namanya "sejarah" tidak bisa dipetakan secara pasti, janganlah sampai kita menjadi buta terhadap sejarah yang ada. Dan kali ini, saya akan membahas tentang sejarah kesusastraan Indonesia. 

Sebelum saya membahas mengenai sejarah kesusastraan Indonesia, saya ingin bertanya sekaligus menyampaikan apakah yang dimaksud dengan kesusastraan Indonesia. Kesusastraan Indonesia merupakan segala sesuatu yang berkaitan dengan sastra Indonesia, baik itu awal terbentuknya, perkembangannya, para tokohnya, karakteristik karyanya, hingga pembagian periodenya. Adapun sejarah kesusastraan Indonesia ialah ilmu sejarah mengenai segala sesuatu yang menyangkut kesusastraan Indonesia. 

Pada pembahasan kali ini, saya akan mengulas sebuah buku mengenai sejarah kesusastraan Indonesia karya Ajip Rosidi yang berjudul "Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia." Adapun buku yang akan saya bahas merupakan sebuah buku ikhtisar, yang berarti "pandangan" pribadi terhadap sesuatu. 

Dalam buku "Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia" ini, Ajip Rosidi pertama-tama menyikapi awal mula terbentuknya sastra Indonesia. Menurutnya, sastra Indonesia lahir ketika ada berbagai tokoh yang menciptakan karya sastra di dalam wilayah Indonesia. Dalam hal ini, Ajip Rosidi cenderung melihat sejarah sastra Indonesia dari masalah geografisnya. Adapun masa terbentuknya sastra Indonesia menurutnya ialah pada rentang tahun 1900 hingga 1945, yang mana setelah tahun 1945 itu menurutnya merupakan masa perkembangan sastra Indonesia. Berbeda dengan pandangan para sastrawan lainnya yang cenderung menganggap bahwasanya sastra Indonesia lahir setelah digaungkannya teks Sumpah Pemuda dalam Kongres Sumpah Pemuda II, Ajip Rosidi cenderung menilai bahwa karya-karya sastra Melayu juga merupakan bagian dari kesusastraan IndonesiaIndonesia meskipun tidak menggunakan bahasa Indonesia secara utuh. 

Mengenai awal terbentuknya sastra Indonesia, tentu ada banyak sekali pendapat yang berlainan. Akan tetapi dan seperti yang kita tahu, yang namanya sejarah tidaklah selalu 'pasti'. 

Setelah menguraikan pandangannya terkait awal mula terbentuknya sastra Indonesia, Ajip Rosidi dalam bukunya ini kemudian menguraikan perkembangan, karakteristik karya, tokoh-tokoh yang mempengaruhi sastra Indonesia berdasarkan pada periodesasi sastra Indonesia. Dalam pandangannAjip Rosidi, periodesasi sastra Indonesia terbagi enam atas enam periode, yakni perode 1990-133 yang melahirkan Angkatan Pujangga Lama dan Balai Pustaka; periode 1933-1942 yang melahirkan Angkatan Pujangga Baru; periode 1942-1945 yang melahirkan dan mengeksiskan dua angkatan yakni Pujangga Baru dengan Angkatan '45; periode 1945-1953 yang masih mengeksiskan Angkatan '45 beserta sastrawan tanpa angkatan; periode 1953-1961 yang melahirkan Angkatan 60-an; serta periode 1961-sekarang yang telah melahirkan kelompok sastra Indonesia mulai dari Lekra hingga Manifes Kebudayaan. 

Selain membahas mengenai periodesasi sastra Indonesia beserta karakteristik,tokoh, hingga perkembangannya, dalam buku ini juga dijelaskan mengenai polemik-polemik yang terjadi pada setiap periode sastra Indonesia serta dampaknya pada masa kesusastraan Indonesia selanjutnya.

Menurut saya pribadi, buku ini sangat cocok bagi kalian yang ingin mempelajari sejarah kesusastraan Indonesia secara objektif dengan sudut pandang yang luas, dan sangat cocok bagian kalian yang terutama sedang menempuh pendidikan di jurusan sastra Indonesia. 

Itu saja ulasan yang ingin saya sampaikan, semoga apa yang sampaikan dapat menginspirasi dan bermanfaat untuk kalian semua. Adapun segala kekurangan dalam ulasan ini merupakan kesalahan saya pribadi, dan atas kesalahan yang ada saya haturkan permohonan maaf. Itu saja, pada akhirnya saya ucapkan terima kasih. 

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak