facebook

Serba-serbi Sento, Pemandian Air Panas Umum Jepang untuk Bersosialisasi

aozora dee
Serba-serbi Sento, Pemandian Air Panas Umum Jepang untuk Bersosialisasi
Ilustrasi sento (Pixabay.com/sayama)

Penampakan alam dan letak geografis Jepang menyebabkan negara ini mempunyai banyak sumber air panas yang selanjutnya melahirkan budaya mandi air panas. Selain itu, kecintaan orang Jepang terhadap kegiatan komunal juga turut membentuk budaya ini.

Kegiatan yang sudah menjadi kebudayaan ini perlahan bergeser maknanya menjadi sebuah kegiatan ritual. Ada dua jenis pemandian air panas yang biasa dikunjungi oleh orang Jepang, yakni onsen dan sento.

Lalu, apa perbedaannya dan apa saja yang harus diperhatikan jika mandi di tempat seperti ini? Dilansir dari laman Japanology dan Matcha-jpn, begini informasinya.

Perbedaan Sento dan Onsen 

Sento merupakan pemandian umum yang mirip dengan hammam di Timur Tengah, yakni siapa saja dapat menikmati air panas bersama-sama. Sementara itu, onsen adalah pemandian air panas yang airnya berasal dari mata air alam. Karena berasal dari sumber mata air alam, air panas onsen banyak mengandung mineral yang baik untuk tubuh.

Sento terbentuk karena zaman dulu orang Jepang tidak mempunyai bathtub pribadi di rumah-rumah seperti di zaman sekarang. Maka dari itu, pergi ke sento adalah pilihan yang tepat. Kendati banyak bathup di rumah tangga Jepang modern, di beberapa wilayah Tokyo masih banyak terdapat sento.

Sento Pusat Budaya Masyarakat Pada Umumnya

Orang Jepang dikenal dengan kecintaannya terhadap kegiatan komunal. Ada banyak kegiatan yang biasa dilakukan bersama-sama di Jepang. Kegiatan komunal menjadi salah satu cara untuk mengenal budaya masyarakat langsung.

Di sento kita bisa berbaur dengan masyarakat dan mengenal budaya mereka langsung. Para pengunjung di sento biasanya mengobrol sambil berendam di bak mandi atau saat bersantai di ruang ganti.

Orang-Orang yang Tidak Diizinkan Masuk ke Sento

Meskipun merupakan pemandian umum, tapi sento mempunyai aturan yang ketat siapa saja yang diperbolehkan masuk ke sento. Orang-orang yang tidak boleh masuk ke sento di antaranya adalah orang yang bertato.

Hal ini disebabkan karena Jepang masing menganggap bahwa orang bertato adalah kriminal. Orang dengan tato-tato kecil bergambar imut atau tato besar, tidak diperkenankan masuk ke sento.

Selain itu, orang sakit dan wanita yang tengah datang bulan juga dilarang. Hal ini dikarenakan takut mengganggu kenyamanan pengunjung lainnya.

Tidak hanya itu, orang mabuk juga dilarang masuk ke sento. Ditakutkan dia akan jatuh tenggelam atau terjadi kecelakaan yang mengakibatkan dirinya celaka.

Bagi kamu yang tertarik untuk menikmati nyamannya mandi air panas, kamu perlu perhatikan beberapa aturan di sento, yakni tidak boleh memakai alas kaki jika masuk ke ruangan mandi, tidak boleh juga membawa barang-barang. Tas dan barang bawaan sebaiknya disimpan di loker di ruang ganti.

Di sento, pengunjung dilarang mengenakan pakaian renang. Pengunjung yang masuk ke bak mandi harus mandi dengan telanjang. Pastikan tubuh bersih terlebih dahulu sebelum masuk ke bak mandi.

Pengunjung hanya diperbolehkan membawa handuk kecil untuk mengeringkan tubuh apabila selesai berendam. Jika sudah selesai membersihkan tubuh, tempatkan kembali peralatan mandi ke tempat semula.

Nah, itulah seputar sento dan aturan yang wajib diperhatikan oleh setiap pengunjung. Di masa ini, sento memang sudah berkurang jumlahnya, akan tetapi tempat ini tidak pernah sepi pengunjung, lho. Tertarik mandi air panas ala Jepang? Di daerahmu adakah pemandian umum seperti sento?

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak