Ulasan
Misteri Nenek Pemuntah Darah: Kumpulan Cerpen Anak Bermuatan Reliji
Misteri Nenek Pemuntah Darah adalah kumpulan cerpen anak pertama, karya seorang guru SD di Purbalingga, Jawa Tengah. Buku setebal 176 halaman ini, diterbitkan Pro Kids, imprint Pro U Media, sebuah penerbitan karya islami, berbasis di Jogokariyan, Yogyakarta.
Buku yang disunting Irin Hidayat dan diilustratori oleh Ferdian Udiyanto ini, berisi empat belas cerpen anak plus satu pengantar penulis berupa pemaparan latar belakang penyusunan buku.
Sebagaimana disampaikan penulis dalam pengantar, buku ini disusun guna menyambut kelahiran anak pertama, bernama Nararya Anindito. Penulis berharap, kelak, anaknya berkesempatan membaca buku ini dan dapat mengambil manfaat dari dalamnya (halaman 8).
Keempat belas cerpen dalam buku yang dibandrol harga Rp 30.000,00 ini, sangat menarik dibaca.
Kisah di dalamnya dekat sekali dengan kehidupan sehari-hari anak-anak, teknik penuturannya pun asyik; kadang lucu, di sisi lain merongrong rasa penasaran, di bagian berbeda merangsang daya kritis.
Sebut saja, cerpen Misteri Nenek Pemuntah Darah, yang didapuk jadi judul sampul. Cerpen ini menceritakan pengalaman tokoh Faiz, anak SD yang tanpa sengaja bersua perempuan renta di dekat lapangan. Dalam beberapa kali persuaan, Faiz memergoki nenek tersebut memuntahkan darah.
Faiz yang peduli dan tanggap, mula-mula, merasa iba kepada nenek itu. Dia hendak menolongnya, barangkali nenek itu sakit. Namun, satu persatu keanehan muncul.
Ketika hendak ditolong, nenek itu lenyap begitu saja. Demikian juga pada hari berikut.
Faiz curiga. Jangan-jangan perempuan lanjut usia itu bukan manusia biasa. Jangan-jangan, dia adalah ... Ah! Faiz mencoba membuntuti perempuan bongkok berkebaya, lalu dia menemukan fakta tak terduga.
Cerpen ini menyajikan twist atau kejutan yang menarik dan tak disangka.
Cerpen berikut yang juga menyuguhkan plot twist adalah Ayahku Paling Jantan. Secara ringkas, cerpen ini menuturkan kisah Yafi, bocah SD, yang mendadak emoh diantar jemput ayahnya. Bunda mengira Yafi marah kepada Ayah. Jangan-jangan, Ayah berbuat salah. Jangan-jangan, Ayah membuat Yafi kecewa. Jangan-jangan ... Namun ternyata, semua perkiraan Bunda meleset.
Yafi tidak mau diantar jemput Ayah karena ... Ah! Tentu tidak seru kalau dibongkar alasannya di sini. Akan sangat menarik jika membaca sendiri buku ini.
Selain dua cerpen di atas, kedua belas cerpen lain, tidak kalah mengasyikkan untuk dibaca. Buku ini, sangat direkomendasikan untuk dibaca anak-anak SD, lantaran muatan isinya yang edukatif dan inspiratif.
Kita dapat membelikan atau menghadiahkan buku ini sebagai tanda cinta buat anak, keponakan, murid, atau anak tetangga maupun anak kenalan baik.