Belajar Memaafkan Diri Sendiri dalam Buku A Handbook For Forgiveness

Hernawan | Moch Gamal Triawan
Belajar Memaafkan Diri Sendiri dalam Buku A Handbook For Forgiveness
Buku A Handbook For Forgiveness (Solusibuku)

Saat ada yang menyakiti, tidak mudah untuk kita let go and move on. Namun, meskipun memaafkan orang lain itu sulit dan menakutkan, sering kali lebih mudah memaafkan orang lain daripada memaafkan diri sendiri.

Terpaku pada emosi-emosi sulit, seperti rasa bersalah, marah, dan kecil hati, bisa berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik. Nah, buku yang berjudul A Handbook For Forgiveness ini membahas tentang cara untuk memaafkan diri sendiri agar hidup kita menjadi lebih baik.

Di awal buku, kita akan belajar untuk memahami terlebih dahulu apa itu self forgiveness (memaafkan diri sendiri). Penulis menjelaskan bahwa self forgiveness tidaklah mudah, sebab kita harus berupaya mengenali pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan yang tidak nyaman. Beberapa orang melihat self forgiveness sebagai cara untuk menjadi tidak sempurna, sementara beberapa lainnya melihat sebagai cara mencintai diri sendiri sambil menerima ketidaksempurnaan.

Memaafkan diri sendiri membutuhkan pengertian, empati, dan perhatian. Barangkali, kita tidak menyadari bahwa kita memiliki kemampuan untuk memaafkan diri sendiri karena itu adalah sesuatu yang harus kita praktikkan agar bisa mengenalinya sebagai pilihan. Cara kita memaafkan diri bisa memengaruhi banyak aspek dalam kehidupan kita.

Selain itu, buku ini juga menjelaskan alasan mengapa kita menjadi cenderung menyalahkan diri. Ketika menyalahkan diri, kita tidak perlu lagi merasakan kecemasan dan emosi-emosi sulit lainnya. Karena secara internal, kita membenci diri maka menyalahkan diri rasanya seperti hiburan, memperkuat keyakinan bahwa kita tidak layak, dan bahwa menyakiti diri sendiri itu tindakan yang benar.

Penulis ingin mengajak pembaca untuk mulai berhenti menyalahkan dan mulai memaafkan. Salah satu hal yang harus disadari ketika mulai menyalahkan diri adalah memahami bahwa kita bukan orang pertama-juga bukan satu-satunya-yang pernah melakukan kesalahan.

Di dalam buku ini, penulis juga menjelaskan bahwa kesalahan yang pernah kita lakukan barangkali sudah pernah dilakukan juga oleh ribuan, bahkan jutaan orang lain. Namun, bukan berarti hal tersebut dapat dijadikan sebagai pemakluman, melainkan hanya mencoba menegaskan bahwa kita tidak sendirian dan wajar sebagai manusia melakukan kesalahan.

Jadi, maafkanlah diri akan hal yang sudah terjadi di masa lalu. Pelajari mengapa dan bagaimana kita sampai bisa melakukan kesalahan itu, lalu tanyakan pada diri, "Apa yang bisa aku ubah agar lain kali tidak melakukan kesalahan yang sama?". Setelah itu, ajak diri untuk memulai kembali dengan pemikiran yang baru dan lebih baik mengenai diri sendiri. 

Sebagai penutup dari ulasan ini, buku A Handbook For Forgiveness akan saya rekomendasikan untuk kamu yang merasa sulit memaafkan diri dan seringkali menyalahkan diri atas apa yang sudah terjadi di masa lalu. Dengan gaya penulisan yang tergolong ringan serta isinya yang kaya akan insight, membuat buku ini bisa dibaca oleh siapapun yang ingin belajar untuk memaafkan diri sendiri.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak