Seni Memahami Luka Tersembunyi di Novel Joyvika karya Oktyas

Bimo Aria Fundrika | Oktavia Ningrum
Seni Memahami Luka Tersembunyi di Novel Joyvika karya Oktyas
Joyvika (Dok.Pribadi/Oktavia)

Joyvika adalah potret perempuan modern yang tampak sempurna di luar, namun rapuh di dalam. Kita seringkali melihat sosok perempuan-perempuan kuat, tapi tak tahu apa yang ada di baliknya.

Di novel Joyvika: Serpihan Masa Lalu karya Oktyas ini, mungkin kamu bisa menemukan jawabannya. 

Tokoh utamanya, Joyvika Ameera Syahid, adalah gambaran perfeksionisme. Tapi sayangnya kesempurnaan itu dibangun karena luka-luka dan takdir menyakitkan, bukan ambisi semata. Sebagai desainer muda dengan karier cemerlang, Joyvika dikenal dingin, cuek, dan selalu rapi.

Gambaran gadis yang terlalu sempurna seolah tak memberi celah bagi siapa pun untuk mendekat. Namun, novel ini justru bergerak dengan pertanyaan sederhana: apa yang membuat seseorang memilih menjadi sekeras itu pada dunia?

Sinopsis Novel

Joyvika adalah pemilik butik sekaligus desainer A&J Collection, brand yang lahir dari penggabungan mimpinya dengan warisan sang ibu yang telah meninggal dunia. Sejak kepergian ibunya yang juga seorang desainer, hidup Joy terasa runtuh secara perlahan.

Sang ayah, yang seharusnya menjadi tempat pulang, justru terlihat lebih memilih keluarga barunya: seorang ibu tiri dan adik tiri bernama Rachel. Di titik inilah Joy mulai membangun tembok pertahanannya. Ia memilih hidup mandiri, bekerja tanpa henti, dan menjadikan kesuksesan sebagai satu-satunya bentuk validasi.

Penampilan Joyvika memperkuat karakternya: lipstick marun yang selalu ia pakai bukan sekadar gaya, melainkan simbol ketegasan dan kontrol diri. Ia ingin dunia tahu bahwa ia kuat, bahkan ketika sebenarnya ia kesepian.

Sikap dingin dan ketusnya menjadi topeng yang ia pakai setiap hari. Bukan untuk menakuti orang lain, tetapi untuk melindungi dirinya sendiri dari rasa kehilangan yang belum sembuh.

Konflik cerita mulai bergerak ketika Ilyas hadir. Seorang fotografer yang ditunjuk untuk memotret koleksi Joy, Ilyas datang dengan kepribadian yang kontras: usil, sok tahu, dan terlalu peduli. Ia tidak menghormati batas emosional Joy dengan cara yang halus.

Dan justru di situlah letak perannya. Ilyas perlahan menembus dinding yang Joy bangun bertahun-tahun, bukan dengan romantisme berlebihan, tetapi dengan kehadiran yang konsisten.

Kelebihan dan Kekurangan Novel

Hubungan Joy dan Ilyas menjadi poros utama cerita. Ilyas digambarkan sebagai sosok yang berani melihat Joy apa adanya, bukan hanya citra “wanita kuat” yang ia tampilkan.

Kehadirannya memengaruhi Joy, tidak hanya secara emosional, tetapi juga dalam cara Joy memandang masa lalunya. Pertanyaannya bukan lagi apakah Joy bisa jatuh cinta, melainkan apakah ia berani membuka diri dan menerima luka yang selama ini ia tolak.

Sisi emosional cerita semakin kuat lewat konflik keluarga. Ayah Joy, ibu tiri, dan Rachel digambarkan sebagai tokoh-tokoh yang memancing emosi pembaca. Ketidakpekaan mereka, terutama sang ayah yang lebih sering membela Rachel, mempertegas rasa keterasingan Joy dalam keluarganya sendiri. Mereka merasa tidak bersalah, bahkan kerap memojokkan Joy—sebuah realitas pahit yang terasa dekat dengan kehidupan nyata.

Meski demikian, novel ini tidak lepas dari catatan. Alur cerita terasa cukup cepat, sehingga beberapa momen emosional berlalu tanpa sempat diresapi sepenuhnya. Pengembangan karakter Ilyas pun terkadang terasa instan, seolah kedekatannya dengan Joy terjadi tanpa proses yang cukup dalam. Hal ini membuat hubungan mereka di beberapa bagian terasa datar.

Namun, secara keseluruhan, Joyvika: Serpihan Masa Lalu tetap menawarkan kisah yang relevan dan menyentuh. Novel ini menyampaikan pesan penting: di balik sosok yang terlihat kuat dan mandiri, sering kali tersembunyi luka yang tak pernah benar-benar sembuh. Bagi pembaca yang menyukai cerita tentang pemulihan diri, relasi keluarga yang rumit, dan cinta yang tumbuh dari empati, novel ini layak untuk dibaca dan direnungkan.

Identitas Buku

  • Judul: Joyvika (Serpihan Masa Lalu) 
  • Penulis: Oktyas
  • Penerbit: Grasindo
  • Tahun: 2024
  • ISBN: 978-6020-53068-0
  • Tebal: 266 halaman
  • Kategori: Fiksi Indonesia / Novel Remaja

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak