Hoppers: Film tentang Pesan Lingkungan dalam Balutan Animasi yang Memukau!

Hayuning Ratri Hapsari | Ryan Farizzal
Hoppers: Film tentang Pesan Lingkungan dalam Balutan Animasi yang Memukau!
Poster film Hoppers (IMDb)

Film Hoppers merupakan karya terbaru dari Pixar Animation Studios yang dirilis di bawah bendera Walt Disney Pictures. Disutradarai oleh Daniel Chong, yang sebelumnya dikenal sebagai pencipta serial We Bare Bears, film ini menandai debutnya sebagai sutradara fitur animasi panjang.

Hoppers adalah film animasi sci-fi petualangan komedi yang menggabungkan elemen humor, aksi, dan pesan lingkungan dengan cerdas. Dengan durasi 104 menit, film ini rated PG, cocok untuk keluarga meski menyentuh tema dewasa seperti konservasi alam dan konflik manusia-hewan.

Sinopsis: Petualangan Konservasi yang Gila

Salah satu adegan di film Hoppers (IMDb)
Salah satu adegan di film Hoppers (IMDb)

Cerita berpusat pada Mabel Tanaka, seorang remaja pencinta alam yang diperankan oleh Piper Curda (sebagai versi dewasa) dan Lila Liu (sebagai anak kecil). Mabel tumbuh dengan pengaruh neneknya yang mengajarinya menghargai keindahan alam, khususnya sebuah lahan hutan dan danau yang menjadi habitat berbagai hewan.

Ketika walikota ambisius, Jerry Generazzo (disuarakan oleh Jon Hamm), berencana membangun jalan tol melalui area tersebut untuk proyek pembangunan, Mabel memutuskan bertindak.

Dengan bantuan teknologi robotik canggih, ia mentransfer kesadarannya ke dalam tubuh robot berbentuk berang-berang (beaver) yang realistis. Ini memungkinkannya menyusup ke dunia hewan, berteman dengan para penduduk hutan, dan memimpin perlawanan terhadap ancaman manusia.

Plotnya mengingatkan pada film seperti Avatar—bahkan film ini sendiri menyindirnya—di mana seorang manusia menjadi bagian dari masyarakat asing untuk melindunginya.

Namun, Hoppers menambahkan sentuhan unik dengan fokus pada hewan-hewan antropomorfik yang lucu dan relatable.

Karakter pendukung seperti beaver pemimpin (Bobby Moynihan), burung-burung cerewet, dan bahkan kupu-kupu yang disuarakan oleh Meryl Streep, menambah kedalaman dan humor.

Jon Hamm sebagai walikota Jerry tampil brilian, membawa karisma licik yang membuatku benci tapi juga tertawa. Piper Curda menyampaikan emosi Mabel dengan hangat, menjadikannya heroine yang relatable dan inspiratif.

Review Film Hoppers

Salah satu adegan di film Hoppers (IMDb)
Salah satu adegan di film Hoppers (IMDb)

Untuk visualnya sendiri, animasi Pixar sekali lagi memukau. Desain hewan-hewan, terutama beaver dengan gigi menonjol, kaki pendek, dan ekor lebar, dibuat sangat ekspresif dan menggemaskan.

Latar belakang hutan dan danau digambarkan dengan detail realistis, menggunakan teknologi rendering terbaru untuk menangkap cahaya alami dan gerakan air yang hidup.

Adegan aksi, seperti pengejaran di antara pepohonan atau pertarungan melawan mesin konstruksi, penuh energi dan kreatif, mengingatkan pada kehebatan Pixar di Incredibles atau Toy Story.

Skor musik oleh Mark Mothersbaugh menambah ritme ceria, dengan lagu-lagu upbeat yang mendukung momen emosional tanpa terlalu mendominasi.

Tema utama film ini adalah keseimbangan alam dan pentingnya menghormati lingkungan. Mabel belajar bahwa hewan bukan sekadar makhluk liar, tapi komunitas dengan aturan, emosi, dan hirarki sendiri—mirip masyarakat manusia.

Ada pesan kuat tentang unity versus division, di mana Mabel harus mengatasi konflik internalnya antara dunia manusia dan hewan.

Film ini juga menyentuh isu lingkungan seperti deforestasi dan pembangunan berlebihan, tapi disampaikan dengan ringan, tanpa terasa preachy. Ini membuat Hoppers relevan di era perubahan iklim, mengajak anak-anak memikirkan dampak tindakan manusia terhadap alam.

Dari segi humor, Hoppers adalah salah satu film Pixar terlucu dalam beberapa tahun terakhir. Dialognya tajam, penuh lelucon visual tentang perilaku hewan—seperti beaver yang membangun bendungan secara instingtual atau burung yang gossip seperti manusia.

Ada juga referensi pop culture, termasuk parodi Inception dan The Lion King, yang akan menghibur penonton dewasa. Meski demikian, film ini tak luput dari kekurangan kecil. Seperti akhir cerita agak predictable, dan antagonis Jerry kadang terasa kurang villainous, seolah film ragu membuatnya terlalu jahat. Akan tetapi, ini tak mengurangi keseluruhan pengalaman menontonku yang menyenangkan kok. Secara keseluruhan, Hoppers adalah comeback gemilang bagi Pixar setelah beberapa rilisannya yang kurang memuaskan.

Ini salah satu animasi Pixar terbaik yang. Mirip Bambi versi ekstrem: gila, hangat, penuh riff antropomorfik ala Disney. Pesan “friends not food” lebih luas, energik, dan pro-konservasi. Terasa segar, karena ada perpaduan Avatar dan beaver.

Di Indonesia, Hoppers tayang di bioskop mulai 4 Maret 2026, seperti di Cinépolis Cinemas . Ini lebih awal dari rilis AS pada 6 Maret 2026 , memberikan kesempatan bagi penonton lokal untuk menikmatinya lebih dulu. Premier dunia di El Capitan Theatre pada 23 Februari 2026, diikuti screening festival anak di New York pada 28 Februari.

Bagi penggemar Pixar, Hoppers adalah must-watch: lucu, mengharukan, dan penuh pesan positif. Ini membuktikan studio masih bisa inovatif sambil tetap setia pada akarnya—menceritakan kisah manusiawi melalui lensa imajinatif. Kalau kamu mencari hiburan keluarga yang menyentuh hati dan pikiran, jangan lewatkan di bioskop kesayangan yang ada di kotamu ya Sobat Yoursay!

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak