Cinta, dalam bentuk apa pun, selalu menjadi topik yang tidak pernah habis dibicarakan. Ia hadir di ruang-ruang intim hingga obrolan warung kopi, dari percakapan anak muda sampai diskusi orang tua. Semua orang berhak bicara tentang cinta, karena cinta adalah pengalaman universal manusia.
Apakah cinta cukup dipahami sebagai kata-kata? Apakah cukup dengan mengucap “aku cinta kamu” maka semua persoalan selesai? Atau justru cinta menyimpan lapisan makna yang jauh lebih kompleks daripada sekadar ekspresi verbal?
Pertanyaan inilah yang menjadi pintu masuk buku Closer to Love: How to Attract the Right Relationships and Deepen Your Connections karya Vex King.
Penulis bestseller Good Vibes, Good Life dan Healing is the New High ini tidak memulai pembahasan cinta dari romantisme, tetapi dari pemulihan diri. Bagi King, mencintai bukan soal menemukan orang yang tepat semata, melainkan tentang menjadi pribadi yang utuh terlebih dahulu.
Isi Buku
Dari pengalaman pribadinya, King menyadari bahwa cinta membutuhkan persiapan. Persiapan itu bukan tentang strategi mendekati orang lain, tetapi tentang merestorasi hati, berdamai dengan masa lalu, menyembuhkan luka, dan membangun hubungan sehat dengan diri sendiri.
Inilah intensi utama buku ini. Mengajak pembaca melakukan perjalanan mawas diri, sebelum melangkah pada hubungan dengan orang lain.
Salah satu kritik utama King adalah tentang konsep “cinta sejati” yang selama ini dibangun secara idealistis. Dalam banyak narasi budaya populer, cinta sejati digambarkan sebagai solusi atas semua masalah hidup.
Seolah-olah jika seseorang sudah menemukan “the one”, maka kecemasan, luka batin, dan kekosongan emosional akan otomatis hilang. Padahal realitas menunjukkan hal sebaliknya: hubungan tetap bisa retak, pernikahan bisa gagal, dan relasi tetap bisa penuh luka meskipun dibangun atas dasar cinta.
Masalahnya, menurut King, terletak pada beban harapan yang terlalu besar terhadap pasangan. Kita sering menaruh ekspektasi bahwa pasanganlah yang akan menyembuhkan luka, mengisi kekosongan, dan menyempurnakan hidup kita.
Padahal, fondasi utama hubungan sehat justru terletak pada hubungan dengan diri sendiri. Tanpa fondasi ini, cinta berubah menjadi ketergantungan emosional, bukan relasi yang sehat.
King menawarkan definisi cinta sejati yang lebih dewasa: cinta yang membebaskan secara emosional. Cinta bukan tentang kehilangan diri, tetapi tentang menjadi diri sendiri secara utuh.
Cinta sejati bukan membuat kita bergantung, tetapi membuat kita merdeka. Dalam kata-katanya, cinta sejati adalah “kesempatan untuk dicintai sebagaimana adanya dirimu dan mencintai orang lain sebagaimana adanya mereka.”
Mencintai dengan Cara yang Sehat
Buku ini juga mengangkat fenomena yang sering luput disadari dalam relasi: kehilangan identitas diri dalam hubungan. Banyak orang, secara perlahan, mengorbankan kebebasan, pertemanan, dan jati diri demi menjaga hubungan.
Awalnya terlihat sebagai bentuk pengorbanan cinta, tetapi dalam jangka panjang justru melahirkan rasa tertekan, marah, dan dendam emosional. Di sinilah King menekankan pentingnya batasan sehat (healthy boundaries) dalam hubungan.
Bagi King, hubungan bukan rumus matematis yang kaku, melainkan perjalanan bersama. Tidak ada formula baku, tidak ada pola universal. Yang ada hanyalah proses: hidup bersama, belajar bersama, dan bertumbuh bersama. Relasi yang sehat tidak dibangun dari kesempurnaan, tetapi dari kesadaran diri.
Secara praktis, Closer to Love membimbing pembaca untuk:
- memahami pola mencintai diri sendiri,
- menyembuhkan luka dan trauma masa lalu,
- membangun kebiasaan dan batasan emosional yang sehat,
- menciptakan hubungan yang bermakna dan berkelanjutan.
Buku ini relevan bukan hanya bagi mereka yang sedang menjalin hubungan, tetapi juga bagi yang sedang belajar mencintai diri, memulihkan luka, atau membangun kesiapan emosional sebelum mencintai orang lain.
Pada akhirnya, Closer to Love menggeser makna cinta dari “menemukan orang yang tepat” menjadi “menjadi pribadi yang siap mencintai dengan sehat”. Cinta tidak lagi diposisikan sebagai pelarian dari luka, tetapi sebagai ruang pertumbuhan bersama. Sebab cinta yang dewasa tidak menuntut penyempurnaan, melainkan penerimaan. Tidak mengikat, tetapi menguatkan. Tidak mengekang, tetapi membebaskan.
Dan mungkin, justru di situlah cinta yang paling autentik lahir: bukan dari pencarian orang yang sempurna, tetapi dari keberanian menjadi manusia yang utuh.
Identitas Buku
- Judul: Closer to Love (Cara Menarik Relasi yang Tepat dan Memperdalam Koneksi)
- Penulis: Vex King
- Penerjemah: Nadya Andwiani
- Penerbit: BACA
- ISBN: 978-623-8371-08-2.
- Tebal: 416 Halaman
- Kategori: Pengembangan Diri
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS