Kudasai adalah novel karya Brian Khrisna yang mengangkat tema feminisme anti-patriarki dengan balutan romansa komedi. Novel ini menuai beragam respons pembaca. Di kalangan teman-teman saya sendiri, ada yang menyebutnya sebagai karya terbaik, ada yang menganggapnya biasa saja, bahkan ada yang tidak menyelesaikannya karena merasa tidak nyaman dengan ceritanya.
Sinopsis
Kisah ini berpusat pada Chaka, seorang laki-laki yang hidup sederhana dan bekerja di sebuah kafe. Karena kesalahan dan kebodohannya sendiri, ia harus menikahi Twindy, seorang alpha female sekaligus pemimpin perusahaan arsitek ternama yang sangat kaya. Hampir semua yang ada di sekitar Chaka adalah milik Twindy—rumah tempat mereka tinggal, bahkan kafe tempat Chaka bekerja.
Dua tahun awal pernikahan mereka dipenuhi konflik. Twindy digambarkan sebagai perempuan karier yang dominan, mudah marah, dan kerap merendahkan suaminya. Ia sulit menghargai Chaka sebagai pasangan. Namun, di balik sikapnya yang keras, perlahan muncul celah perasaan. Chaka, yang awalnya bertahan karena keadaan, diam-diam mulai menaruh rasa pada istrinya.
Meski demikian, Chaka bukan tanpa cela. Ia digambarkan sebagai sosok “red flag”, terutama karena kebiasaannya menggoda pegawai baru di kafe. Ketika hubungan mereka mulai mencair dan benih cinta tumbuh—bahkan Twindy mengandung anak Chaka—masa lalu kembali hadir. Anet, mantan kekasih Chaka yang dulu ia tinggalkan dalam kondisi sakit TBC parah, muncul kembali. Anet belum mampu move on dan masih menyimpan perasaan mendalam.
Konflik memuncak ketika Twindy tengah hamil dan sakit, sementara Anet berada di rumah sakit dalam kondisi kritis. Chaka dihadapkan pada pilihan sulit dan memutuskan menemani Anet di saat-saat terakhirnya. Keputusan itu berujung pada tragedi: Twindy mengalami keguguran (meski kondisinya sempat tidak pasti). Dalam amarah dan kekecewaan, Twindy menandatangani surat cerai.
Tak lama setelah kehilangan Anet dan rumah tangganya, Chaka yang diliputi depresi mengalami kecelakaan dan meninggal dunia. Pada titik inilah Twindy tersadar—ia melihat kembali seluruh kebaikan Chaka dan menyadari egonya selama ini.
Kelebihan
Gaya bercerita Brian Khrisna terasa ringan dan komunikatif. Humor disisipkan bahkan dalam situasi genting, sering kali melalui penggunaan huruf kapital yang khas—meski bagi sebagian pembaca bisa terasa berlebihan. Perkembangan karakter Twindy tergolong lambat, tetapi justru di situlah letak kekuatannya: pendewasaan tokohnya terasa bertahap dan masuk akal. Ending yang tidak terduga juga menjadi daya tarik tersendiri.
Kekurangan
Salah satu kekurangan novel ini adalah banyaknya umpatan bernada kasar dari sudut pandang Chaka terhadap istrinya. Meski tidak pernah diucapkan secara langsung, makian itu terus muncul dalam batinnya. Hal tersebut membuat karakter Chaka terasa kurang simpatik dan berpotensi mengganggu kenyamanan pembaca, karena isi pikirannya dipenuhi penilaian negatif terhadap pasangan sendiri.
Secara keseluruhan, novel ini menghadirkan karakter-karakter yang kompleks, sakit mental emosional, dan sarat luka batin—hampir semua tokohnya digambarkan memiliki persoalan psikologis masing-masing.
Identitas Buku
Judul: Kudasai
Penulis: Brian Khrisna
Penerbit: Kawah Media
Tanggal Terbit: 2 Desember 2019
ISBN: 9789797945978
Jumlah Halaman: 456 halaman
Bahasa: Indonesia