Meski Berakhir Ricuh, Sudah Sepatutnya Persepakbolaan Indonesia Berterima Kasih kepada Persib

Sekar Anindyah Lamase | M. Fuad S.T.
Meski Berakhir Ricuh, Sudah Sepatutnya Persepakbolaan Indonesia Berterima Kasih kepada Persib
Winger Persib, Saddil Ramdani bersama rekan-rekannya merayakan gol ke gawang Malut United. [Suara.com/Rahman]

Akhir yang tragis mewarnai perjalanan Persib Bandung sebagai wakil Indonesia di kompetisi level benua Asia. Tim Maung Bandung yang menjadi satu-satunya perwakilan tanah air yang tersisa di Asian Champions League Two musim ini, harus tersisih dengan cara yang di luar harapan.

Perjalanan manis yang mereka perhilatkan di sepanjang kompetisi antar klub kasta kedua di Benua Kuning tersebut harus berakhir dengan kegagalan melakukan remontada di kandang sendiri. Melawan Ratchaburi yang menjadi salah satu wakil Thailand, Persib Bandung kalah 1-3 secara agregat dan hanya mencukupkan diri sampai di fase 16 besar gelaran.

Ironisnya, akhir dari perjalanan Persib Bandung ini bukan hanya ditutup dengan kekalahan saja. Namun juga ditutup dengan krusuhan berskala cukup besar dari Bobotoh yang tak lain dan tak bukan merupakan barisan pendukung mereka.

Diakui ataupun tidak, kerusuhan yang terjadi di laga pamungkas Persib Bandung pada kompetisi level benua yang mereka ikuti tersebut sedikit-banyak turut mencoreng wajah persepakbolaan Indonesia di pentas persepakbolaan internasional.

Namun demikian, tentu tak fair rasanya jika kita hanya melihat sisi negatif yang diperlihatkan oleh Persib Bandung. Karena sejatinya, persepakbolaan Indonesia mendapatkan banyak keuntungan dari aksi-aksi yang dilakukan oleh tim asal ibu kota Provinsi Jawa Barat tersebut selama bertarung di kancah Benua Asia.

Bahkan, kita sebagai pencinta sepak bola dalam negeri, seharusnya memberikan ucapan terima kasih kepada Pangeran Biru karena perjuangan yang mereka lakukan di musim ini.

Penyebabnya bukan hanya karena mereka telah menampilkan permainan terbaik, namun juga karena hasil perjuangan yang mereka lakukan di level Asia tersebut, membuat persepakbolaan Indonesia mendapatkan keuntungan besar di pentas yang sama pada musim mendatang.

Berdasarkan perhitungan koefisien poin liga di negara-negara Asia oleh footyrankings, imbas perjuangan keras yang dilakukan Persib Bandung di kancah Asia, membuat peringkat Liga Indonesia mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Berdasarkan data dari laman footyranking, pada awal musim 2025 lalu peringkat Liga Indonesia berada di urutan ke-25 dengan total poin 18.653.

Namun, seiring dengan penampilan impresif Persib Bandung (dan Dewa United) di kompetisi level Asia, koefisien poin yang dimiliki oleh Indonesia meningkat pesat hingga pada akhirnya saat ini berjumlah 27.049.

Peringkat Liga Indonesia pun terkatrol cukup tinggi. Dari semula di peringkat ke-25 pada tahun 2025 lalu, saat ini berada di peringkat ke-18 dari seluruh liga sepak bola yang ada di benua Asia.

Dampaknya pun tak main-main bagi Indonesia, terutama dalam hal perwakilan mereka di kompetisi level benua.

Jika dengan menduduki peringkat ke-25 Indonesia hanya dijatah oleh AFC untuk satu tiket ke ACL Two dan satu tiket ke AFC Challenge League yang semuanya melalui jalur play-off, maka tidak demikian halnya dengan musim mendatang.

Kerja keras Persib Bandung (dan Dewa United) yang mendongkrak posisi Liga Indonesia ke peringkat 18 Asia, membuat Indonesia kini memiliki 2 tiket ke ACL Two, yang mana satu tiket bernilai otomatis dan satu tiket melalui babak play-off.

Dengan demikian, maka sudah dipastikan tim manapun yang menjadi juara di Liga Indonesia musim ini, maka sudah pasti tim tersebut akan menjadi wakil Indonesia di kejuaraan level Asia tanpa harus bersusah-payah melalui babak kualifikasi.

Kalau demikian, sudah sepatutnya kita berterima kasih kepada Persib Bandung bukan?

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak