Ulasan
Film Reminders of Him, tentang Cinta dan Penebusan Dosa yang Menggelora
Adaptasi novel populer seringkali disambut ekspektasi yang tinggi. Terutama jika novel tersebut punya basis penggemar besar di internet. Itulah yang terjadi pada ‘Reminders of Him’, film drama romantis yang diangkat dari penulis best-seller Colleen Hoover.
Novel ini sebelumnya begitu populer di komunitas pembaca BookTok, sehingga nggak heran ketika Hollywood memutuskan untuk membawanya ke layar lebar, ekspektasi tinggi nggak terelakkan.
Film yang rilis di bioskop Indonesia pada 11 Maret 2026 (lebih awal rilis dari penayangan global) disutradarai Vanessa Caswill dengan naskah yang ditulis Hoover bersama Lauren Levine. Dari sisi produksi, film ini berada di bawah naungan Universal Pictures dan Wayfarer Studios, yang sebelumnya juga terlibat dalam adaptasi karya Hoover lainnya lho.
Deretan pemain yang terlibat pun cukup menarik. Maika Monroe sebagai Kenna Rowan dan Tyriq Withers sebagai Ledger Ward. Selain mereka, film ini juga menghadirkan Bradley Whitford, Lauren Graham, Rudy Pankow, Lainey Wilson, serta bintang pendukung lainnya yang meramaikan cerita.
Sebagus apa kisahnya sampai banyak digandrungi pembaca? Sini deh kepoin bareng!
Sinopsis Film Reminders of Him

Ini tentang Kenna Rowan, perempuan yang baru saja bebas dari penjara setelah menjalani hukuman selama bertahun-tahun. Dia dipenjara karena terlibat kecelakaan mobil yang menewaskan kekasihnya, Scotty.
Setelah bebas, Kenna kembali ke kota kecil, Wyoming, tempat dia dulu tinggal dengan satu tujuan: bertemu kembali dengan putri kecilnya yang selama ini diasuh orang tua Scotty. Namun, kenyataan nggak semudah yang dibayangkan.
Keluarga Scotty menolak mentah-mentah kehadiran Kenna, karena mereka masih menganggapnya sebagai penyebab kematian anak mereka. Hiks!
Di tengah usaha Kenna untuk memperbaiki hidupnya, dia bertemu dengan Ledger Ward, pria yang ternyata merupakan sahabat dekat Scotty.
Ledger bekerja sebagai bartender sekaligus sosok yang sangat dekat dengan anak Kenna. Tanpa mengetahui identitas sebenarnya, hubungan antara Kenna dan Ledger mulai berkembang. Ketertarikan yang muncul perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Namun, masa lalu Kenna yang kelam perlahan kembali menghantui, dan hubungan mereka pun berada di ujung yang sangat rapuh.
Duh, kisahnya bikin meleleh nggak sih? Lalu bagaimana dengan penilaian film ini? Yuk, merapat buat tahu segala hal dari film ini lebih dalam lagi!
Review Film Reminders of Him

Sejujurnya, saat pertama kali nonton ‘Reminders of Him’, aku sudah menduga film ini akan dipenuhi drama emosional khas adaptasi novel Colleen Hoover.
Dan benar saja, film ini memang dipenuhi konflik perasaan, luka masa lalu, serta usaha seseorang untuk mendapatkan kesempatan kedua dalam hidup.
Hal pertama yang cukup kusukai terkait chemistry antara Maika Monroe dan Tyriq Withers. Monroe berhasil menampilkan sosok Kenna sebagai perempuan yang rapuh tapi tetap berusaha tegar menghadapi rasa bersalah yang terus menghantuinya. Sementara itu, Withers membawa karakter Ledger dengan energi yang lebih hangat dan membumi. Interaksi keduanya terasa cukup meyakinkan, sehingga hubungan yang terbangun di antara mereka nggak terasa maksa gitu.
Namun, di sisi lain, aku nggak bisa menutup mata dari alur cerita film ini yang kadang terasa terlalu dramatis. Beberapa konflik tampak sengaja dibuat rumit demi meningkatkan emosi penonton. Ada momen-momen tertentu yang terasa agak sulit dipercaya, terutama bagaimana beberapa karakter nggak langsung mengenali satu sama lain padahal mereka berasal dari lingkaran yang sama.
Meski begitu, film ini tetap berhasil menciptakan suasana yang cukup memikat. Latar pegunungan yang indah ngasih nuansa visual yang menenangkan, sementara musiknya yang bernuansa country dan Americana, berhasil menambah bobot sentuhan emosional pada berbagai adegan.
Aku juga cukup menikmati bagaimana film ini mencoba menyoroti ‘penebusan dosa’. Karakter Kenna digambarkan sebagai seseorang yang terus berusaha memperbaiki kesalahan masa lalunya, meskipun dunia seakan-akan nggak ngasih ruang buat berubah. Perjalanan protagonis terasa relevan dan cukup menyentuh, meskipun penyampaiannya kadang masih terjebak dalam pola melodrama.
Sayangnya lagi memang, film ini kurang mengeksplorasi beberapa aspek cerita yang sebenarnya menarik. Misalnya, proses Kenna beradaptasi kembali dengan kehidupan setelah keluar dari penjara hanya ditampilkan secara sekilas. Padahal, bagian ini berpotensi memperlihatkan kedalaman emosional yang lebih kuat pada karakter utama.
Sebaliknya, film lebih fokus pada hubungan romantis antara Kenna dan Ledger. Pilihan ini memang membuat cerita tetap fokus, tapi di sisi lain terasa melewatkan peluang untuk menggali konflik sosial dan emosional yang lebih kompleks.
Jadi, Film Reminders of Him layak tonton? Film ini memang nggak sepenuhnya lepas dari cerita klise dan beberapa plot yang terasa berlebihan, tapi akting para pemain utamanya berhasil membuat cerita tetap terasa hidup.
Maka dari itu, bila Sobat Yoursay penggemar karya-karya Colleen Hoover atau sebatas ingin nonton drama romantis dengan sentuhan emosional yang kuat, Film Reminders of Him masih layak tonton. Selamat nonton, ya.