Ulasan
Review Film Fuze: Thriller Cerdas yang Menggabungkan Aksi dan Misteri!
Fuze adalah film thriller kejahatan dan heist asal Inggris yang dirilis pada tahun 2026, disutradarai oleh David Mackenzie dengan skenario karya Ben Hopkins. Film ini menggabungkan elemen ketegangan bom waktu klasik dengan aksi perampokan yang cerdik, menghadirkan narasi yang penuh twist dan misdirection.
Dengan durasi sekitar 98 menit, Fuze menampilkan pemeran utama berkualitas tinggi seperti Aaron Taylor-Johnson sebagai Major Will Tranter, Theo James sebagai Karalis, Gugu Mbatha-Raw sebagai Chief Superintendent Zuzana, serta Sam Worthington sebagai Xd. Produksi oleh Sigma Films dan Anton, film ini mendistribusikan secara teatrikal di Inggris melalui Sky Cinema atau StudioCanal pada 3 April 2026, sementara di Amerika Serikat oleh Roadside Attractions dan Saban Films pada 24 April 2026.
Paralel Aksi Penjinakan Bom dengan Operasi Bawah Tanah

Sinopsis film berpusat pada penemuan bom Perang Dunia II yang tidak meledak di lokasi konstruksi sibuk di pusat London, tepatnya Paddington. Penemuan ini memicu evakuasi massal skala besar oleh pihak militer dan polisi, menciptakan kekacauan yang sempurna sebagai kamuflase.
Sementara tim bom disposal di bawah pimpinan Major Tranter berusaha menjinakkan ancaman tersebut, sekelompok perampok yang dipimpin Karalis dan X memanfaatkan situasi untuk merampok brankas bank di Edgware Road. Mereka mengebor terowongan dari bangunan tetangga, berpacu dengan waktu sambil menghindari deteksi.
Film ini berhasil membangun ketegangan melalui editing paralel yang cerdas antara tiga hingga empat lokasi utama: lokasi bom, operasi perampokan bawah tanah, markas polisi, serta elemen subplot warga sipil seperti Rahim (Elham Ehsas) beserta orang tuanya yang dievakuasi ke Hyde Park.
Mackenzie, yang sebelumnya sukses dengan Hell or High Water, kembali menunjukkan keahliannya dalam mengolah cerita kejahatan dengan lapisan sosial dan twist yang tidak terduga. Visual pasca-evakuasi jalanan London yang sepi memberikan nuansa sunyi yang kontras dengan ancaman ledakan, sementara skor musik Tony Doogan memperkuat ritme ketegangan.
Review Film Fuze

Secara tema, Fuze mengeksplorasi tema pengkhianatan, kesetiaan, dan moralitas di tengah krisis. Twist utama mengungkap bahwa bom tersebut bukan peninggalan WWII melainkan bagian dari rencana yang lebih rumit, melibatkan kolusi antara karakter-karakter kunci. Flashback ke masa lalu di Afghanistan menambah kedalaman emosional dan menjelaskan motivasi para tokoh.
Meski akhir cerita agak berlebihan atau terasa seperti beberapa film sekaligus, secara keseluruhan film ini sebagai thriller pulp yang stylish, energik, dan entertaining. Box office global mencapai sekitar 3 juta dolar AS, menunjukkan penerimaan penonton yang cukup baik untuk genre ini.
Di Indonesia, Fuze tayang perdana di bioskop pada 8 Mei 2026. Film ini didistribusikan dalam format 2D dan tersedia di jaringan seperti Cinema XXI. Penayangan ini relatif cepat menyusul rilis internasional, memungkinkan kamu bisa menikmati aksi intens film ini di layar lebar.
Salah satu adegan paling menegangkan dalam Fuze adalah klimaks operasi penjinakan bom yang beriringan dengan deteksi perampok dan ledakan akhirnya. Saat timer bom mulai berdetak lagi setelah magnetic clock stopper mengalami malfungsi, Tranter dan timnya berpacu membangun dinding penahan ledakan di lokasi konstruksi. Secara paralel, polisi mendeteksi panas tubuh perampok melalui drone dari apartemen Rahim, memicu pengejaran sengit di area evakuasi yang sepi.
Adegan ini dirancang dengan editing cepat dan suara ambient yang mencekam: detak timer bom yang semakin kencang, suara bor perampok yang menggema di terowongan, serta sirene dan komunikasi radio polisi. Ketegangan mencapai puncak ketika ledakan terjadi sebelum dinding selesai dibangun. Getaran dahsyat, debu beterbangan, dan kekacauan menyusul, memaksa perampok berlari keluar sambil menghindari tembakan polisi.
Aaron Taylor-Johnson menghadirkan ketenangan profesional yang kontras dengan kekacauan, sementara aksi kejar-kejaran di jalanan London menambah adrenalin. Adegan ini tidak hanya visual spektakuler tetapi juga emosional, karena aku sendiri merasa terinvestasi pada nasib kedua belah pihak—penjinak bom yang berusaha menyelamatkan kota dan perampok yang berjuang meloloskan diri.
Overall, Fuze adalah tontonan yang solid bagi penggemar thriller heist dan aksi. Kekuatannya terletak pada premis cerdas, penampilan aktor utama yang kuat, serta pacing yang propulsive meski durasinya pendek. Kelemahannya ada pada beberapa twist yang terasa agak dipaksakan di akhir, tetapi hal itu tidak mengurangi hiburan yang ditawarkan, kok. Film ini mengingatkan bahwa di tengah kekacauan, batas antara pahlawan dan penjahat sering kali kabur. Dengan produksi berkualitas dan cerita yang cerdas, Fuze layak ditonton di bioskop untuk merasakan ketegangan penuhnya!