Ulasan
Potret Perempuan dalam Sejarah Islam: Membaca Kembali Ummahatul Mukminin
Perempuan seringkali di hadapkan pada dilema dalam memilah pasangan. Dan ternyata, cara memilah pasangan ternyata sudah dicontohkan dengan bijak oleh Khadijah di sejarah islam. Betapa caranya memilah pasangan menunjukkan kecerdasan logika, nurani yang hidup, dan melalui proses panjang yang menimbang segala baik dan buruk.
Sehingga, ketika pernikahan itu terjadi, telah siap segala risiko hingga cobaan berat pun terlampau dengan bijak. Kisah ini termaktub dalam buku Ummahatul Mukminin: Istri-Istri Rasulullah, Ibunda Orang-Orang Beriman karya Muhammad Fathi Mas'ad. Buku ini memperkenalkan kembali sosok-sosok mulia tersebut kepada pembaca modern.
Diterbitkan oleh Al-Qowam Publishing, buku setebal sekitar 256 halaman ini mengulas perjalanan hidup para istri Nabi, keteladanan mereka, serta kontribusi besar yang mereka berikan dalam perkembangan Islam.
Isi Buku
Salah satu bagian yang paling menarik dalam buku ini adalah pembahasan mengenai Sayyidah Khadijah binti Khuwailid. Sosok Khadijah sering kali hanya dikenal sebagai istri pertama Nabi dan perempuan kaya yang sukses berdagang. Namun, buku ini menunjukkan bahwa peran Khadijah jauh melampaui itu.
Penulis menggambarkan bagaimana Khadijah memilih pasangan hidup dengan pertimbangan yang sangat matang. Bahkan ketika semua citra di masyarakat sudah menganggap seseorang itu baik, Khadijah tetap melakukan pengamatan pribadi. Ia membedah kepribadian dan sifat nabi dalam tiap hari-harinya sebelum memutuskan untuk menikah.
Ia tertarik kepada Muhammad karena kejujuran, amanah, dan kemuliaan akhlaknya. Berikut juga, ia adalah sosok yang mengetahui pertama kali akan pertanda kenabian pada sosok nabi. Benar-benar pernikahan yang sejak awal diniatkan sebagai jalan untuk menggelar karpet bagi jalan islam.
Dalam masyarakat Arab ketika itu, keputusan tersebut menunjukkan kecerdasan dan kebijaksanaan yang luar biasa. Khadijah tidak sekadar mencari suami, tetapi memilih sosok yang memiliki integritas dan karakter terbaik.
Kisah pernikahan mereka menjadi salah satu bagian yang paling menghangatkan hati. Melalui perantara Nafisah binti Munabih, Khadijah mengungkapkan keinginannya untuk menikah dengan Muhammad. Saat itu Muhammad belum memiliki kekayaan besar, tetapi Khadijah melihat sesuatu yang lebih berharga daripada materi: akhlak dan ketulusan.
Ketika wahyu pertama turun dan Nabi Muhammad SAW pulang dalam keadaan ketakutan setelah peristiwa di Gua Hira, Khadijah menjadi orang pertama yang menenangkan beliau. Kalimat-kalimat penguat yang disampaikan Khadijah bukan sekadar ungkapan kasih sayang seorang istri, tetapi juga menjadi fondasi emosional yang sangat penting pada masa-masa awal kenabian.
Buku ini menggambarkan Khadijah sebagai sosok yang mampu menjadi istri sekaligus sahabat terbaik bagi suaminya. Ia mendampingi Nabi dalam masa-masa sulit, mengorbankan harta untuk dakwah, serta memberikan dukungan moral ketika banyak orang menolak risalah Islam.
Keunggulan buku ini terletak pada cara penulis menghubungkan kisah-kisah sejarah dengan pelajaran kehidupan. Pembaca tidak hanya diajak mengetahui fakta sejarah, tetapi juga memahami nilai-nilai yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya, pentingnya memilih pasangan berdasarkan akhlak, menjadi pendengar yang baik bagi orang yang sedang mengalami kesulitan, serta mendukung perjuangan orang-orang yang kita cintai.
Selain Khadijah, buku ini juga membahas istri-istri Nabi lainnya seperti Saudah, Hafshah, Zainab, Ummu Salamah, hingga Aisyah. Masing-masing memiliki karakter, keutamaan, dan kontribusi yang berbeda. Dari mereka, pembaca dapat melihat bahwa perempuan memiliki peran besar dalam penyebaran ilmu, pendidikan, dan pembangunan masyarakat Islam.
Kelebihan dan Kekurangan
Sebagaimana banyak karya sejarah yang ditulis dari perspektif tertentu, sebagian pembaca mungkin menemukan adanya sudut pandang yang cukup subjektif dalam penggambaran beberapa tokoh, khususnya Aisyah.
Beberapa bagian terasa lebih dominan menggunakan perspektif laki-laki dalam menilai karakter dan peran beliau. Hal ini tentu dapat menjadi ruang diskusi yang menarik bagi pembaca untuk melihat kembali tokoh-tokoh sejarah dari berbagai sudut pandang yang lebih beragam.
Terlepas dari itu, Ummahatul Mukminin tetap merupakan bacaan yang berharga bagi siapa saja yang ingin mengenal lebih dekat kehidupan keluarga Rasulullah SAW.
Buku ini mengingatkan bahwa sejarah Islam tidak hanya dibangun oleh para pemimpin dan pejuang laki-laki, tetapi juga oleh perempuan-perempuan luar biasa yang memberikan cinta, ilmu, pengorbanan, dan keteladanan bagi generasi sesudahnya.
Pada akhirnya, membaca kisah para Ummahatul Mukminin bukan sekadar mempelajari masa lalu. Ia adalah kesempatan untuk belajar tentang kesetiaan, kebijaksanaan, keberanian, dan cinta yang diwujudkan dalam tindakan nyata.
Dan di antara semua kisah itu, sosok Khadijah tetap bersinar sebagai teladan tentang bagaimana menjadi pasangan yang menguatkan, bukan sekadar mendampingi.
Identitas Buku
- Judul: Ummahatul Mukminin: Istri-Istri Rasulullah, Ibunda Orang-Orang Beriman
- Penulis: Muhammad Fathi Mas'ad
- Penerbit: Al-Qowam
- Terbit : Juni 2013
- ISBN : 978-602-8417-31-0
- Tebal : 256 halaman
- Kategori: Non Fiksi, Literatur Islam, Sejarah